Kenapa Mudah Mengantuk Saat Puasa? Ini Penjelasan Sainsnya
Banyak orang merasakan hal yang sama saat menjalani puasa. Tubuh terasa lebih mudah mengantuk, terutama pada siang hingga sore hari. Bahkan ketika aktivitas padat, rasa kantuk bisa datang tiba-tiba dan membuat konsentrasi menurun. Kondisi ini sering dianggap sebagai hal yang wajar karena tubuh tidak mendapat asupan makanan sepanjang hari.
Namun, rasa kantuk saat puasa tidak hanya berkaitan dengan rasa lapar. Dalam perspektif ilmiah, ada beberapa perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh selama berpuasa. Perubahan ini memengaruhi metabolisme, ritme tidur, dan cara otak menggunakan energi.
Untuk tahu kenapa kita mudah mengantuk saat puasa, berikut beberapa penjelasan yang didukung oleh penelitian ilmiah.
1. Perubahan Ritme Sirkadian Tubuh
Selama Ramadan, jadwal tidur sering berubah karena kamu harus bangun lebih awal untuk sahur. Menurut penelitian dalam Sleep Health Journal (2020), perubahan pola tidur dapat memengaruhi ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur rasa kantuk dan kewaspadaan. Ketika ritme ini bergeser, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi, sehingga rasa mengantuk lebih mudah muncul di siang hari.
2. Penurunan Kadar Gula Darah
Saat kamu berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan selama beberapa jam. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, yang merupakan sumber energi utama bagi otak. Penelitian dalam Nutrition Reviews (2019) menunjukkan bahwa kadar glukosa yang lebih rendah dapat memengaruhi tingkat energi dan membuat seseorang merasa lebih lelah atau mengantuk.
3. Perubahan Pola Metabolisme Energi
Tubuh memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi puasa. Setelah beberapa jam tanpa makanan, tubuh mulai menggunakan cadangan energi dari lemak. Menurut Journal of Clinical Nutrition (2018), proses perubahan sumber energi ini membutuhkan waktu penyesuaian sehingga pada fase awal puasa kamu bisa merasa lebih mudah lelah atau mengantuk.
4. Kurangnya Kualitas Tidur Malam
Banyak orang tetap tidur dalam durasi yang sama selama Ramadan, tetapi kualitas tidurnya tidak selalu optimal. Studi dalam Journal of Sleep Research (2017) menunjukkan bahwa tidur yang terfragmentasi, misalnya karena bangun sahur, dapat menurunkan kualitas istirahat. Akibatnya, tubuh tidak sepenuhnya pulih saat bangun pagi.
5. Aktivitas Otak yang Menurun untuk Menghemat Energi
Tubuh memiliki mekanisme alami untuk menghemat energi saat asupan makanan terbatas. Penelitian dalam Frontiers in Physiology (2021) menjelaskan bahwa tubuh dapat menurunkan tingkat aktivitas tertentu untuk menjaga keseimbangan energi. Salah satu efeknya adalah meningkatnya rasa kantuk agar tubuh beristirahat lebih banyak.
Jadi, rasa mengantuk saat puasa adalah bagian dari proses adaptasi tubuh terhadap perubahan pola makan dan tidur. Kamu bisa menyesuaikan pola istirahat, nutrisi saat sahur, dan aktivitas harian agar energi tetap stabil.