7 Tips Memilih Sunscreen untuk Kulit Berjerawat
Kulit sehat itu bukan cuma soal pakai skincare berlapis-lapis, tapi juga soal konsisten melindunginya setiap hari. Terutama, dalam aktivitas sehari-hari–entah itu berangkat kerja, berkegiatan di luar, atau sekadar lari sore–kulit kita hampir pasti kena paparan sinar matahari. Di sinilah peran sunscreen menjadi sangat penting!
Nggak cuma berfungsi sebagai pelindung, sunscreen juga membantu menjaga kulit dari efek buruk sinar UVA dan UVB yang bisa bikin kulit cepat rusak hingga muncul tanda penuaan dini. Buat kamu yang punya kulit berjerawat, sunscreen tetap wajib dipakai, ya. Kabar baiknya, sekarang sudah banyak pilihan sunscreen dengan formula ringan yang nyaman di kulit sekaligus punya kandungan yang bisa bantu menenangkan jerawat tanpa bikin pori-pori tersumbat.
Berikut, Cosmo bagikan 7 tips memilih sunscreen untuk kulit berjerawat.
1. Gunakan sunscreen yang non-komedogenik dan bebas minyak
Bagi Babes yang memiliki kulit berjerawat, memilih sunscreen yang tepat sangat penting. Memilih formula bebas minyak membantu meminimalkan produksi sebum berlebih, yang jika tidak dikendalikan dapat memicu timbulnya jerawat baru.
Selain itu, sunscreen non-komedogenik juga adalah pilihan yang lebih aman, karena dirancang agar lembut di kulit dan tidak akan menyumbat pori-pori–membantu mengurangi risiko terbentuknya komedo dan jerawat.
2. Pilih sunscreen hibrida
Sunscreen hibrida menggabungkan manfaat perlindungan matahari fisik dan kimia. Biasanya memiliki tekstur ringan dan mudah menyerap seperti formula kimia, sekaligus menggabungkan bahan mineral seperti titanium dioksida yang umum ditemukan dalam tabir surya fisik.
Keseimbangan ini menjadikannya pilihan yang cocok untuk mereka yang memiliki kulit sensitif atau rentan berjerawat. Nah, beberapa rekomendasi sunscreen hibrida yang dapat kamu gunakan adalah Anessa Perfect UV Sunscreen Skin Care Milk, Facetology Triple Care Sunscreen, dan Unitary Watery Essence Oil Control Sunscreen.
3. Hindari tabir surya yang lengket dan bertekstur berat
Untuk kulit yang rentan berjerawat, memilih sunscreen dengan tekstur ringan umumnya merupakan pilihan yang lebih baik. Formula yang lebih berat lebih mungkin menyumbat pori-pori, yang dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat dan memicu jerawat baru.
4. Carilah kandungan yang aman bagi kulit
Saat memilih sunscreen untuk kulit berjerawat, penting untuk memperhatikan bahan-bahan yang efektif dan lembut. Beberapa pilihan yang paling cocok termasuk seng oksida, penghalang fisik yang dikenal karena sifat anti-inflamasinya, dan titanium dioksida, yang menawarkan perlindungan ringan dan tidak menyebabkan iritasi.
Bahan-bahan seperti niacinamide juga dapat membantu mengontrol minyak berlebih dan menenangkan peradangan, sementara asam hialuronat memberikan hidrasi ringan tanpa menambah rasa berminyak. Silika juga bermanfaat, terutama untuk kulit berminyak, karena membantu menciptakan efek mattifying.
Di sisi lain, ada beberapa bahan sebaiknya dihindari karena dapat memicu jerawat atau iritasi. Minyak kelapa dan turunannya sangat komedogenik dan dapat dengan mudah menyumbat pori-pori, sementara isopropil miristat dan palmitat juga dikenal dapat menyebabkan penyumbatan.
Filter kimia seperti oktinoksat dan oksibenzon dapat menyebabkan iritasi atau sensitivitas pada beberapa individu. Selain itu, emolien berat seperti lanolin dan cocoa butter dapat terasa terlalu kaya untuk kulit berjerawat, dan pewangi buatan dapat semakin meningkatkan risiko iritasi.
5. Membaca label sunscreen
Untuk mengetahui sunscreen yang tepat, kamu juga bisa membaca label sunscreen. Ini adalah kunci untuk memastikan kamu terlindungi dengan baik.
Pertama, cari istilah "spektrum luas", jika tidak dinyatakan dengan jelas, sebaiknya jangan membeli produk tersebut. Kamu juga harus memeriksa peringkat SPF, dengan SPF 30 sebagai minimum, meskipun SPF 50 atau lebih tinggi menawarkan perlindungan yang lebih baik.
Babes juga bisa memperhatikan penggunaan bahan aktifnya. Sunscreen kimia biasanya mengandung komponen seperti avobenzone atau benzophenone, sedangkan formula sunscreen mineral mengandung titanium dioksida atau seng oksida.
Jangan lupa untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa, karena efektivitas sunscreen menurun seiring waktu. Lalu, cari informasi ketahanan air, meskipun tidak ada sunscreen yang sepenuhnya tahan air, label ini menunjukkan berapa lama produk tetap efektif selama aktivitas seperti berkeringat atau berenang.
6. Lakukan uji tempel dan oleskan kembali sunscreen secara berkala
Sebelum menggunakan sunscreen baru dalam rutinitas Babes, penting untuk melakukan uji tempel untuk meminimalkan risiko iritasi. Oleskan sedikit produk di belakang telinga atau di bagian dalam siku atau pergelangan tanganmu, lalu biarkan setidaknya selama 12 hingga 24 jam, tanpa mencucinya. Jika kamu melihat tanda-tanda kemerahan, gatal, atau ketidaknyamanan, segera bilas dan hindari penggunaan produk tersebut.
Untuk menjaga perlindungan matahari yang efektif, sunscreen juga harus dioleskan kembali setiap dua jam atau lebih sering jika kamu berkeringat atau berenang. Jangan lupa bahwa pengolesan kembali tetap diperlukan meskipun Babes memakai riasan. Babes bisa menggunakan sunscreen bubuk atau semprot untuk mempermudah perbaikan riasan sepanjang hari.
7. Kesalahan penggunaan sunscreen yang harus dihindari
Dalam hal melindungi kulit, menghindari kesalahan umum dalam penggunaan sunscreen sangat penting. Salah satu kesalahan terbesar adalah tidak menggunakan produk yang cukup, karena penggunaan yang terlalu sedikit dapat secara signifikan mengurangi tingkat perlindungan SPF. Idealnya, Babes harus menggunakan sekitar satu sendok teh (5 mL) untuk setiap area tubuh, termasuk wajah, lengan, dan kaki.
Kesalahpahaman lain adalah tidak menggunakan sunscreen ketika hari berawan. Bahkan ketika matahari tidak terlihat, hingga 80% sinar UV masih dapat menembus awan, yang berarti kulit Babes tetap berisiko dan tetap membutuhkan perlindungan.
Penting juga untuk tidak mengabaikan area seperti leher, dada, dan tangan. Bagian tubuh ini sering kali menjadi yang pertama menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat sinar matahari, seperti kerutan dan bintik-bintik gelap, jadi mengoleskan tabir surya spektrum luas secara merata di area ini sama pentingnya dengan melindungi wajah kamu.