7 Bunga Termahal Di Dunia, Harganya Fantastis!

Redaksi 31 Mar 2026

Bunga menjadi simbol untuk banyak hal, diantaranya cinta, apresiasi, kekaguman, simpati, dan bahkan perdamaian. Tak heran, apabila bunga diberikan untuk merayakan pencapaian maupun penutup suatu kisah.

Keindahan bunga yang berbeda-beda membuatnya memiliki tampilan yang menarik ataupun unik. Dengan rona warna dan bentuk yang bermacam-macam, bunga dapat menjadi salah satu hal termahal. 

Berikut ini, Cosmo bagikan 7 bunga termahal di dunia.

1. Mawar Juliet

Dikenal sebagai “mawar seharga £3 juta,” Juliet Rose memegang rekor sebagai bunga termahal yang pernah dikembangkan. Varietas ini merupakan hasil karya breeder asal Inggris, David Austin, yang menghabiskan waktu sekitar 15 tahun dan biaya mencapai £3 juta untuk menyempurnakan keindahan bunga berwarna aprikot ini.

Setiap tangkainya bisa dihargai hingga lebih dari $150, menjadikannya pilihan yang sangat mewah untuk buket Hari Valentine. Juliet Rose tampil dengan kelopak yang tersusun rapat dalam bentuk mangkuk klasik, dilengkapi dengan aroma teh yang lembut dan elegan, menciptakan pesona yang tak hanya memikat secara visual tetapi juga memanjakan indra penciuman.

Kini, mawar tersebut sudah bisa dibeli langsung melalui situs resminya dengan harga sekitar $26 per tangkai, atau setara kurang lebih Rp406.000.

2. Bunga Kadupul atau Bunga Wijaya Kusuma

Sering disebut tak ternilai harganya, bunga Kadupul dari Sri Lanka ini, memiliki nilai bukan dalam hal uang, tetapi dalam sifatnya yang singkat. Bunga yang sulit ditemukan ini hanya muncul di malam hari, membuka kelopaknya dalam keheningan sebelum layu menjelang fajar–sehingga tidak mungkin untuk dipanen atau dijual.

Dikenal secara ilmiah sebagai Epiphyllum oxypetalum, atau kaktus Ratu Malam, Kadupul memikat dengan kelopak putihnya yang halus dan aroma lembut yang mempesona. Meskipun tidak dapat dibeli atau dimiliki, mereka yang cukup beruntung untuk menyaksikan mekarnya yang singkat sering menggambarkan pengalaman itu sebagai sesuatu yang ajaib.

3. Shenzhen Nongke Orchid

Di antara banyak anggrek langka yang ada, satu anggrek menonjol karena sepenuhnya buatan manusia. Anggrek Shenzhen Nongke dikembangkan oleh ilmuwan pertanian Tiongkok dan dinamai berdasarkan Universitas Shenzhen Nongke, tempat proyek tersebut terbentuk. 

Penciptaannya bukanlah kebetulan, melainkan dibutuhkan hampir delapan tahun penelitian untuk menghasilkan bunga yang halus dan mencolok ini. Bunga satu ini juga hanya mekar sekali setiap empat hingga lima tahun.

Kelangkaannya dan upaya di baliknya telah membuatnya sangat berharga. Saat dilelang pada tahun 2005, anggrek ini berhasil mencetak angka yang luar biasa, yakni mencapai $200.000 atau sekitar Rp3,1 miliar. Nilainya pun tak main-main, karena setara dengan harga sebuah rumah.

4. Gold of Kinabalu Orchid

Anggrek telah lama dikagumi karena keindahannya yang memukau, memikat para pecinta bunga di seluruh dunia. Namun di antara berbagai bunga, beberapa menonjol bukan hanya karena penampilannya, tetapi juga karena nilainya yang luar biasa. 

Salah satu yang langka adalah Anggrek Emas Kinabalu, spesies luar biasa yang pertama kali ditemukan pada tahun 1987 dan sejak itu menjadi salah satu bunga yang paling didambakan di dunia.

Kisahnya sama rapuhnya dengan kelopaknya. Oleh karena perburuan liar yang tak henti-hentinya oleh penyelundup anggrek, bunga ini terdorong ke ambang kepunahan dan sekarang hanya ditemukan di area terbatas Taman Nasional Kinabalu. 

Selain itu, anggrek ini terkenal sulit dibudidayakan, membutuhkan waktu hingga 15 tahun sebelum akhirnya mekar, sehignga membuat setiap penampakan terasa semakin berharga. Menariknya, satu tanaman ini bisa dijual mulai dari $5,000 hingga $6,000 atau sekitar Rp56 hingga Rp102 juta.

5. Saffron Crocus

Bunga Saffron Crocus langsung dikenali karena kelopaknya yang berwarna ungu pekat yang kontras dengan benang sari kuning cerah di tengahnya. Meskipun sering dikagumi sebagai bunga hias, bunga yang lembut ini paling dikenal sebagai sumber saffron–salah satu rempah paling berharga di dunia. 

Diekstrak dari benang sari bunga, produksi saffron merupakan proses yang sangat teliti, membutuhkan sekitar 80.000 kuntum bunga untuk menghasilkan hanya 500 gram rempah tersebut. 

Terlepas dari reputasinya yang mewah, bunga itu sendiri relatif terjangkau dan telah dibudidayakan oleh manusia selama lebih dari 3.500 tahun di berbagai wilayah, tanpa diketahui keberadaannya di alam liar. Tumbuh hingga setinggi 5 cm dan lebar 10 cm, Saffron Crocus mungkin tampak berukuran sedang, tetapi nilainya terletak pada apa yang dihasilkannya. 

Saffron terus memiliki harga premium, mencapai sekitar $1.300 per pon, menjadikannya salah satu rempah paling mahal dan paling didambakan di dunia. Harga satu gram kunyit bunga ini diperkirakan mencapai sekitar $10, atau kurang lebih setara dengan Rp156.000.

6. Lili Gloriosa

Sering disebut sebagai flame lily atau fire lily, bunga yang menarik perhatian ini menonjol dengan kelopak merah tua dan kuningnya yang melengkung dramatis seperti nyala api yang berkedip-kedip. Selain penampilannya yang mencolok, kelopak bunga yang melengkung secara alami dan pola pertumbuhan yang merambat menjadikannya favorit untuk rangkaian bunga yang mencolok. 

Namun, keindahannya datang dengan peringatan–setiap bagian tanaman beracun, artinya perlu ditangani dengan sangat hati-hati saat digunakan dalam rangkaian bunga. Dengan kisaran harga sekitar $6 hingga $10 atau Rp102-170 ribu per tangkai, bunga ini dianggap sebagai pilihan yang lebih mewah dalam keluarga lili, dihargai karena penampilannya yang berani dan artistik.

7. Tulip


Kedengarannya hampir tidak bisa dipercaya, tetapi ada suatu masa ketika satu umbi tulip bernilai lebih dari sebuah rumah mewah. Pada abad ke-17 di Belanda, tulip menjadi sangat berharga sehingga orang-orang akan menukar tanah, ternak, dan bahkan seluruh kekayaan hanya untuk memiliki satu varietas langka tersebt. 

Periode ini, yang sering dikaitkan dengan daya tarik dan spekulasi yang ekstrem, mengubah bunga sederhana menjadi salah satu komoditas yang paling didambakan pada masanya. Meskipun tulip saat ini jauh lebih mudah diakses, mereka masih membawa aura keanggunan dan eksklusivitas. 

Banyak yang melihatnya hanya sebagai bunga hias untuk buket atau vas, namun di balik kelopak halusnya terdapat sejarah yang kaya akan keinginan, kekayaan, dan keindahan yang fana. Setiap tangkai diam-diam mencerminkan suatu masa ketika orang-orang rela mempertaruhkan segalanya untuk sesuatu yang begitu sementara, menjadikan tulip lebih dari sekadar bunga–mereka adalah simbol obsesi dan daya pikat.

Kini, tulip tak lagi identik dengan harga selangit. Satu buket berisi 15 tangkai bisa didapatkan dengan kisaran $30 atau sekitar $2 per batang, setara kurang lebih Rp31.000, menjadikannya pilihan bunga yang lebih mudah dijangkau tanpa kehilangan kesan elegannya.