Tanpa Disadari, Ini Faktor yang Memicu Stretch Mark
Stretch mark sering muncul tanpa benar-benar kamu sadari kapan awalnya. Garis halus yang perlahan terlihat di kulit ini bisa membuat kamu bertanya-tanya, “kok bisa muncul, ya?” Padahal sebelumnya terasa tidak ada perubahan yang signifikan.
Sebenarnya, stretch mark adalah hal yang sangat umum dan bisa dialami siapa saja. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai striae, yang terjadi ketika kulit meregang lebih cepat dari kemampuan elastisitasnya. Nah, berikut beberapa faktor yang memicu stretch mark yang perlu kamu tahu.
1. Perubahan Berat Badan yang Cepat
Kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis dapat membuat kulit meregang dalam waktu singkat. Menurut penelitian dalam Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology (2017), perubahan volume tubuh yang cepat membuat serat kolagen dan elastin pada kulit tidak sempat beradaptasi. Akibatnya, muncul garis stretch mark pada area tertentu seperti perut, paha, atau lengan.
2. Perubahan Hormon dalam Tubuh
Hormon juga memiliki peran penting dalam kesehatan kulit. Saat terjadi perubahan hormon, misalnya saat pubertas, kehamilan, atau stres, elastisitas kulit bisa terpengaruh. Studi dalam Clinical Dermatology (2018) menunjukkan bahwa hormon kortisol dapat melemahkan struktur kolagen, sehingga kulit lebih rentan mengalami stretch mark.
3. Kurangnya Hidrasi pada Kulit
Kulit yang kering cenderung kurang elastis dibandingkan kulit yang terhidrasi dengan baik. Menurut International Journal of Cosmetic Science (2019), hidrasi berperan penting dalam menjaga fleksibilitas kulit. Jika kulit kurang lembap, risiko munculnya stretch mark bisa meningkat saat terjadi peregangan.
4. Faktor Genetik yang Tidak Disadari
Genetik juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya stretch mark. Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki stretch mark, kemungkinan kamu juga mengalaminya lebih besar. Penelitian dalam Dermatology Research and Practice (2020) menyebutkan bahwa struktur kulit yang diwariskan dapat memengaruhi kekuatan dan elastisitas jaringan kulit.
5. Pertumbuhan Tubuh yang Cepat
Stretch mark juga sering muncul saat tubuh mengalami pertumbuhan yang cepat, misalnya pada masa remaja. Studi dalam Journal of Pediatric Dermatology (2016) menunjukkan bahwa lonjakan pertumbuhan dapat menyebabkan kulit meregang secara tiba-tiba. Ini membuat serat kulit tidak mampu menyesuaikan diri dengan cepat.
Stretch mark bukanlah sesuatu yang harus kamu takuti atau sembunyikan. Ini adalah bagian alami dari perubahan tubuh yang dialami banyak orang. Dengan memahami faktor yang memicu stretch mark, kamu bisa lebih sadar dalam merawat kulit dan menjaga elastisitasnya.