Segala Hal Tentang Series Netflix ‘If Wishes Could Kill’

Redaksi 2 22 Apr 2026

Siap-siap dibuat merinding oleh drama Korea terbaru If Wishes Could Kill! Serial horor Young Adult (YA) pertama Netflix ini akan meneror kamu mulai 24 April mendatang.

Kalau kamu merasa horor sekolah sudah terlalu biasa, tunggu sampai kamu mengenal Girigo, aplikasi pemberi harapan yang menuntut bayaran nyawa.

Mengikuti jejak kesuksesan horor legendaris seperti Whispering Corridors, serial ini siap mencetak bintang-bintang besar masa depan Korea Selatan. Yuk, kita bedah segala hal tentang series ini sebelum tayang!

Sinopsis If Wishes Could Kill

Berlatar di SMA Seorin, kehidupan lima orang sahabat, yakni Yoo Se-ah, Lim Na-ri, Kim Geon-woo, Kang Ha-joon, dan Choi Hyeong-wook, awalnya berjalan seperti remaja normal lainnya. Namun, segalanya berubah total saat sebuah aplikasi misterius bernama Girigo muncul.

Premisnya sederhana namun mengerikan! Aplikasi ini bisa mengabulkan permintaan apa pun, namun dengan satu syarat yang tak bisa dinegosiasikan. Siapa pun yang permohonannya dikabulkan, maka sebuah death timer atau penghitung waktu mundur selama 24 jam akan muncul di ponsel mereka. Begitu waktu habis, kematian menjemput.

Cerita dimulai saat Hyeong-wook secara mengejutkan mendapatkan nilai ujian sempurna setelah menggunakan aplikasi tersebut. Namun, kegembiraan itu segera berubah menjadi teror saat mereka menyadari bahwa setiap "keberuntungan" instan tersebut diikuti oleh rangkaian kejadian supranatural yang mengancam nyawa.

Kolaborasi Hitmaker Park Youn Seo & Park Joong Seop

Salah satu jaminan kualitas dari serial ini adalah orang-orang di balik layarnya. Sutradara Park Youn Seo bukan orang baru di dunia genre thriller-horror. Ia sebelumnya sukses sebagai sutradara unit kedua untuk Kingdom Season 2 dan ikut menyutradarai serial fenomenal Moving.

Dalam konferensi pers di Yongsan, Sutradara Park menekankan bahwa fokus utamanya adalah menjaga plausibilitas (kemasukakalan) cerita.

"Jika film biasanya mengandalkan durasi singkat untuk memberikan kejutan horor yang padat, format serial 8 episode ini memungkinkan kami membangun logika internal yang lebih kuat. Kami fokus pada narasi yang terstruktur agar penonton tetap terhanyut hingga akhir cerita," jelas Park.

Naskahnya sendiri ditulis oleh Park Joong Seop, yang dikenal ahli dalam meramu ketegangan yang dibangun perlahan namun meledak di akhir.

Unsur Occult dan Sentuhan Khas Korea

Meskipun bertema aplikasi ponsel yang sangat modern, If Wishes Could Kill tidak meninggalkan akar budayanya. Serial ini membawa elemen okultisme yang sangat kental.

Dalam trailer, kita bisa melihat kemunculan karakter Shaman Haetsal (diperankan oleh Jeon So Nee) dan Bangwool (Roh Jae Won). Mereka melakukan ritual pembersihan atau exorcism untuk membantu para siswa memutus kutukan Girigo.

Perpaduan antara kutukan digital dan ritual kuno inilah yang menurut Sutradara Park menjadi identitas unik serial ini.

Park menyatakan bahwa ia tidak ingin menyesuaikan cerita demi selera global, melainkan menonjolkan elemen spesifik Korea. Ia percaya bahwa hal yang terasa sangat lokal justru akan terasa lebih segar dan unik bagi penonton internasional.

Deretan Rising Star Korea

Netflix konsisten dengan misinya untuk mendukung talenta muda. Berikut adalah jajaran pemain yang diprediksi akan bersinar setelah serial ini tayang:

Jeon So Young (Yoo Se-ah): Sebagai tokoh utama, Se-ah adalah jangkar emosional dalam cerita ini. So-young mendeskripsikan perannya sebagai jembatan antara dunia nyata dan dunia supranatural. Ia bahkan banyak melakukan adegan aksi sendiri tanpa pemeran pengganti untuk meningkatkan realisme.

Kang Mina (Lim Na-ri): Setelah sukses di berbagai genre, Mina kembali menunjukkan kemampuannya sebagai siswi populer yang menyimpan ambisi gelap.



Baek Sun Ho, Hyun Woo Seok, dan Lee Hyo Je: Ketiganya melengkapi dinamika kelompok persahabatan yang sedang berjuang melawan maut. Chemistry mereka diuji saat rasa takut mulai memecah belah solidaritas mereka.

Lebih dari Sekadar Horor: Persahabatan dan Pertumbuhan

Meski dipenuhi dengan jumpscare dan ketegangan mistis, serial ini memiliki kedalaman emosional. If Wishes Could Kill juga mengeksplorasi tema tentang ikatan emosional, persahabatan, dan proses pendewasaan remaja di bawah tekanan yang ekstrem.

Penonton akan diajak melihat bagaimana karakter-karakter ini berkembang dari remaja yang egois menjadi individu yang harus berkorban demi keselamatan teman-temannya. Isu universal seperti ketergantungan pada teknologi dan keinginan instan menjadi bumbu kritik sosial yang kuat dalam naskah Park Joong Seop.

Format dan Masa Depan Serial

Sutradara Park membocorkan bahwa ia sedang mempertimbangkan apakah If Wishes Could Kill akan tetap pada narasi yang sekarang atau berlanjut menjadi format antologi (setiap musim dengan cerita dan kutukan berbeda).

Hal ini tentu sangat menarik, mengingat konsep "aplikasi maut" bisa dikembangkan ke berbagai latar belakang sosial lainnya.

Dengan total 8 episode, serial ini dipastikan akan memiliki tempo yang cepat dan penuh dengan kejutan di setiap akhir episodenya.

Jadwal Tayang dan Cara Menonton

Catat tanggalnya! If Wishes Could Kill akan tayang secara eksklusif hanya di Netflix pada hari Jumat, 24 April 2026. Serial ini akan dirilis secara serentak di seluruh dunia, sehingga kamu tidak perlu takut terkena spoiler.

Hati-hati dengan Keinginanmu

Pesan moral dari serial ini sangat jelas: "Be careful what you wish for." Di dunia nyata, mungkin kita hanya menyesali keinginan yang salah, tapi di SMA Seorin, kesalahan itu bisa berarti akhir dari hidupmu.

Sudah siap melihat bagaimana teknologi dan mistis bersatu dalam satu aplikasi maut? Jangan lewatkan penayangan perdana If Wishes Could Kill dan jadilah saksi lahirnya legenda horor baru dari Korea Selatan!