Cerulean is Back! Review The Devil Wears Prada 2: Perjuangan Miranda Menjaga Relevansi Runway
Setelah dua dekade, Miranda Priestley is back, and she’s as fierce as ever! Sekuel yang paling dinanti, The Devil Wears Prada 2, akhirnya mendarat di layar lebar. Pertanyaannya sekarang, apakah sekuel ini berhasil mempertahankan tahtanya, atau hanyalah sebuah sekuel yang membuat Cosmo Babes merasa bahwa standar yang ditetapkan oleh film pertama begitu kuat, sehingga kehadiran sekuel memunculkan narasi “mampukah menyamai pencapaian Devil Wears Prada pertama?”
The Legend Returns
Meryl Streep membuktikan bahwa waktu hanyalah sebuah konsep. Begitu ia melangkah masuk ke layar, it’s like no time has passed. Miranda Priestly tetaplah sosok yang sarkastik, feisty, dan memiliki tatapan yang membuatmu terpaku di tempat. Meryl kembali memerankan karakter ini dengan sangat natural, seolah ia tidak pernah benar-benar melepas stilettos-nya selama 20 tahun terakhir. Salah satu fashion highlight yang membuat Cosmo terpaku adalah tassel jacket dari koleksi Dries Van Noten FW 2025 yang digunakan Miranda. It is everything! Sebuah bukti bahwa selera Miranda tetap on point.
Nostalgic Wardrobe & Heartwarming Moments
Cosmo Babes pasti hafal dengan monolog Miranda terhadap cerulean blue yang ikonik itu. Film ini memberikan tribute yang sangat manis dan stylish dengan menampilkan Andy yang mengenakan cerulean blue sweater miliknya, namun direimajinasi menjadi sebuah sleeveless vest yang sangat modern. Andy mengenakan outfit ikonik ini di akhir film, tepat setelah bekerja dengan Miranda untuk menyelamatkan Runway. Pilihan gaya ini sangat merefleksikan karakter Andy yang tetap seorang jurnalis at heart, namun kini lebih memahami bahasa fashion. Dan tentu saja, kembalinya Nigel menjadi momen yang paling ditunggu. Saat ia mengucapkan kalimat "Always my girl" kepada Andy, seisi bioskop pun sontak mengeluarkan suara "awww" secara bersamaan. Nigel sungguh menjadi the true star of the movie yang mencuri hati semua orang.
The Struggle for Relevance
Inti dari sekuel Devil Wears Prada sebenarnya cukup emosional karena kami melihat Miranda berjuang mempertahankan relevansi di tengah pergeseran media print yang kian tergerus zaman. Fokus industri kini berubah drastis ke arah digitalisasi, di mana para investor lebih memprioritaskan profit daripada keindahan seni fashion. Film ini berhasil menangkap keresahan tentang bagaimana cara tetap menjadi "The Miranda Priestly" di dunia yang tidak lagi otomatis memberikan ruang bagi figur otoriter sepertinya. Karakter-karakter di dalamnya pun terasa sangat konsisten; versi lebih dewasa, namun tetap setia pada esensi karakter yang kita kenal dari film pertama.
Style Icons & Stellar Cameos
Bicara soal wardrobe, Cosmo harus mengakui bahwa Simone Ashley berhasil mencuri perhatian melalui jajaran wardrobe yang ia kenakan sepanjang film, yang sangat berbanding terbalik dengan gaya Andy saat masih menjalani hari-harinya sebagai asisten Miranda. Selain itu, film ini benar-benar bertabur bintang dengan jajaran cameo yang memanjakan mata. Mulai dari ikon dunia mode seperti Dolce & Gabbana dan Donatella Versace, hingga kejutan dari industri lain seperti kehadiran Lady Gaga dan Amelia Dimoldenberg.
Final Verdict
Jika ada catatan yang perlu diberikan untuk film ini, hal tersebut adalah chemistry antara Andy dan love interest barunya yang terasa cukup hambar dan sedikit dipaksakan hanya demi bumbu romansa. Terlepas dari itu, film ini tetap penuh dengan berbagai komentar pedas yang lucu sekaligus callbacks cerdas ke film pertamanya. All in all, Sekuel ini menyuguhkan keseimbangan yang pas antara elemen nostalgia masa lalu dan adaptasi modern, sehingga relevansinya tetap terjaga di tengah perubahan zaman.