Cara Menghadapi Quarter Life Crisis
Babes, sering mendengar tentang istilah ‘quarter life crisis’? Atau bahkan kamu mungkin tengah mengalaminya saat ini? Well, tidak perlu khawatir, kamu tidak sendirian. Meskipun tidak terlihat langsung olehmu, faktanya banyak yang berada di fase quarter life crisis ini.
FYI, quarter life crisis sering didefinisikan sebagai periode intens penuh pertanyaan dan keraguan diri yang dialami orang dewasa muda saat mereka bertransisi ke masa dewasa.
Atau lebih tepatnya, "gagasan standar" tentang kedewasaan. Hal ini dapat melibatkan ketidakpastian tentang karier, hubungan, identitas, keuangan, dan bahkan tujuan hidup.
Hal ini sering kali muncul sebagai kekecewaan, kebingungan identitas, atau perasaan terburu-buru karena ekspektasi.
Yale Medicine melaporkan bahwa hingga 70% orang dewasa muda mengalaminya, dan hal itu dapat dipicu oleh ketidakpastian seputar hubungan, keuangan, pekerjaan, dan identitas.
Alih-alih hanya terpuruk sepanjang waktu, kamu bisa perlahan-lahan bangkit dari fase quarter life crisis. Tidak perlu langsung melakukan perubahan besar, karena setiap perubahan kecil pun sangat berarti.
Cosmo Babes, Simak Cara Menghadapi Quarter Life Crisis!

So, berikut ini Cosmo telah merangkum beberapa cara untuk menghadapi quarter life crisis. You’ve got this, Dear. Cheer up!
Normalize the ‘Uncertainty’
First thing first, kamu bisa mulai dengan menormalisasikan ketidakpastian. Dear, keep in mind bahwa kebanyakan orang-orang di usia 20-an belum mengetahui segalanya.
Ada yang masih bingung menentukan arah karier, ada yang masih berusaha menyelesaikan pendidikan, ada yang harus bergulat dengan permasalahan diri atau keluarga, dan masih banyak lagi. Apa yang kamu lihat di media sosial tidak sepenuhnya benar.
Terkadang, orang-orang berusaha terlihat bahagia di dunia maya, namun memendam kecemasan luar biasa di dunia nyata.
Hindari Membandingkan Diri dengan Orang Lain
It’s easier said than done, dan Cosmo sangat mengerti hal ini. Terkadang, membandingkan diri sendiri dengan orang lain seolah menjadi bad habit yang sulit kita hindari sepanjang waktu.
Namun, ingatlah bahwa membandingkan kehidupan kita dengan orang lain justru akan memperparah quarter life crisis kamu, Dear. Mulailah hilangkan kebiasaan ini perlahan-lahan, serta berpegang teguh pada value diri kamu alih-alih selalu membandingkan diri dengan pencapaian orang lain.
Uraikan Keputusan Menjadi Langkah-langkah Kecil
Well, kamu tidak perlu berkomitmen pada satu karier atau mencari pasangan yang sempurna selamanya. Kamu bisa menetapkan keputusan dan memulainya dengan langkah-langkah kecil.
Karier seperti apa yang kamu inginkan? Pasangan ideal seperti apa yang memenuhi kriteria kamu? Apa yang membuatmu tertekan saat ini? Hanya kamu yang mengetahui jawabannya, Dear.
Cari Dukungan dari Orang-orang Terdekat
Masa quarter life crisis memang berat, dan kehadiran orang-orang terdekat sangat dibutuhkan. Alih-alih mengurung dan menutup diri, kamu bisa mencari dukungan dari orang-orang terdekat yang dipercaya dan benar-benar peduli dengan dirimu.
Fokus pada Pengembangan Pribadi
Pengembangan pribadi adalah perjalanan seumur hidup dan bukan sesuatu yang hanya dialami pada quarter life crisis. Mulailah dengan tidak terlalu terpaku pada kata "krisis." Meskipun memiliki stigma negatif di sekitarnya, ingatlah untuk melihatnya sebagai waktu untuk perbaikan diri dan pertumbuhan.
Ini adalah waktu bagi kamu untuk menemukan kembali dirimu dan mengeksplorasi minat baru. Jika kamu merasa buntu, cobalah terlibat dalam aktivitas yang membangkitkan rasa ingin tahu.
Berlatih Self-Compassion
Sangat mudah untuk menyalahkan diri sendiri saat berada dalam keadaan bingung, terutama di masa-masa quarter life crisis, Babes. Kamu mungkin berkata pada diri sendiri, "Seharusnya kamu sudah bisa mengendalikan semuanya sekarang." Namun, kritik hanya akan menambah stres dan kecemasan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk berlatih self-compassion atau belajar untuk memberikan belas kasih untuk diri sendiri.
Sadarilah bahwa tidak apa-apa untuk mengalami kesulitan, bersikap baik pada diri sendiri dan hargai usaha yang telah kamu lakukan, serta pahami bahwa perkembangan diri membutuhkan waktu dan kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju masa depan.