Arti Second Choice dalam Hubungan
Dalam hubungan, ada kerja sama antara kedua belah pihak untuk saling menjaga dan menghormati satu sama lain, serta menjadikan satu sama lain sebagai sebuah prioritas.
Namun, ada kalanya kita justru terjebak pada seseorang yang hanya menjadikan kita sebagai pilihan kedua atau second choice. Sounds familiar, isn’t it?
Yes, istilah second choice dalam hubungan kini semakin sering digunakan, namun Cosmo berharap kamu tidak akan pernah terjebak dalam ‘label’ yang satu ini. Oleh karena itu, sebaiknya kamu memahami arti second choice dalam hubungan yang sesungguhnya!
Mengetahui Arti Second Choice dalam Hubungan

Well, apa arti second choice dalam hubunga? Second choice dalam konteks sebuah hubungan berarti pilihan kedua, di mana seseorang ada yang menjadi pilihan kedua bagi orang lain dan bukan menjadi prioritas utama.
Melansir dari Thought Catalog, menjadi second choice dalam hubungan berarti akan membuat kamu terus ‘siaga’.
Karena menjadi second choice atau pilihan kedua, kamu tidak akan pernah tahu kapan si dia akan menghubungi, kapan si dia akan meluangkan waktu untukmu, dan sebagainya.
Turns out, menjadi second choice juga bisa berarti si dia hanya menghubungi kamu di saat bosan atau butuh, Babes. Di sisi lain, si dia hanya akan membuat rencana untuk bertemu kamu setelah menyadari bahwa tidak ada orang yang 'lebih baik' yang tersedia di hidup mereka.
Menjadi second choice juga terkadang membuat seseorang berusaha keras untuk orang lain, meskipun tidak memperoleh effort yang sama.
Well, kamu mungkin berupaya untuk meluangkan waktu agar bisa bertemu si dia, namun si dia bisa kapan saja membatalkan janji temu atau tiba-tiba justru menghabiskan waktu bersama orang lain.
Alasan Kenapa Sebaiknya Kamu Tidak Menjadi Second Choice dalam Hubungan
Cosmo Babes, seberapa tulus pun kamu menyukai si dia, jangan pernah mau menjadi second choice dalam hubungan. Karena pada akhirnya, hanya kamu yang akan terluka dan sedih sendirian.
Berikut ini Cosmo juga telah merangkum beberapa alasan kenapa sebaiknya kamu tidak menjadi second choice dalam hubungan.
Kamu pantas mendapatkan cinta dan hormat dengan ketulusan
Ketika kamu bertanya-tanya mengapa kamu selalu menjadi second choice dalam suatu hubungan, ini adalah sesuatu yang perlu kamu pikirkan. Alih-alih menjadi second choice seseorang, kamu seharusnya menjadi satu-satunya, Dear.
Kamu berhak mendapatkan rasa cinta, hormat, dan ketulusan dalam suatu hubungan, serta diperlakukan dengan effort yang sama seperti yang kamu berikan kepada pasanganmu.
Harga diri dan kepercayaan diri bisa terganggu
Terkadang, kamu mungkin berpikir bahwa kamu tidak cukup baik karena menjadi pilihan kedua seseorang. Jangan menjadikan seseorang sebagai prioritas ketika kamu hanya menjadi pilihan, Dear. Hal ini dapat menyebabkan kamu merasa buruk tentang diri sendiri.
Kecenderungan membandingkan diri sendiri dan orang lain
Selain merasa tidak cukup baik, kamu mungkin juga merasa perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Kamu mungkin berpikir tubuhmu tidak cukup bugar, atau proporsi tubuh tidak ideal. Pemikiran ini tidak adil bagi siapa pun, jadi ingatlah bahwa kamu tidak boleh menjadi second choice seseorang.
Bisa berdampak pada kesehatan mental
Ketika kamu dianggap sebagai pilihan kedua dalam suatu hubungan, hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental dalam beberapa cara. Salah satunya adalah dapat menyebabkanmu mengalami depresi atau perasaan sedih.
Selain itu, hal ini mungkin menyebabkan kamu perlu berkonsultasi dengan terapis untuk mengatasi kesehatan mental. Pertimbangkan apakah pasanganmu sepadan dengan risiko membahayakan kesehatan mentalmu.
It’s never worth it!
Ketika kamu menghabiskan seluruh waktu dan energi pada suatu hubungan di mana kamu bukanlah pilihan utama, kamu sedang membuang-buang waktu dan usaha yang berharga, Babes.
Waktumu akan lebih baik digunakan untuk mencari seseorang yang ingin mengenal dan menghabiskan waktu hanya denganmu.