Desainer Terfavorit Cosmo dari Shanghai Fashion Week
Meski kerap berada di bawah bayang-bayang NYFW dan PFW, Shanghai Fashion Week membuktikan bahwa panggungnya adalah rumah bagi para desainer paling progresif musim ini. Mulai dari eksplorasi trauma hingga interpretasi modern terhadap sosok prajurit perempuan. Let’s dive in!
1. Jacques Wei

Jacques Wei mengawali kurasi ini dengan estetika unconventional maximalist yang merayakan proporsi distingtif di atas kecantikan konvensional. Melalui visi yang camp, Wei menghadirkan arketipe perempuan sensualitas yang elegan namun dalam balutan visual yang unorthodox. Karakter desainnya banyak bermain dengan siluet drop waist yang dipertegas dengan elemen animalia yang berani, seperti zebra boots, python pants, serta detail tekstur pada muffish cuffs yang berwarna-warni.
2. Markgong

Berlanjut ke Mark Gong, sang desainer membawa nuansa sweet-but-dangerous yang terinspirasi dari persona Sabrina Carpenter. Koleksi ini mengeksplorasi dualitas antara keinginan dan daya tarik melalui detail provokatif seperti rok dengan sabuk garter built-in, micro hot pants, hingga gaun jacquard floral dengan detail front gathered. Gong berhasil menciptakan harmoni di mana motif bunga yang manis bersanding dengan elemen tajam layaknya razor yang tersembunyi.
3. Yirantian

Sementara itu, Yirantian Guo melalui labelnya, Yirantian, berfokus pada kompleksitas karakter perempuan modern yang tidak bisa didefinisikan hanya dalam satu tampilan. Koleksinya terbagi ke dalam kategori businesswoman yang rapi dengan jaket double-breasted kulit, sosok housewife modern yang tangguh namun lembut lewat cape coats berleher tinggi, hingga kategori freelancer yang mandiri. Gaya khasnya terletak pada kontras antara garis desain angular yang tajam dengan siluet gaun slip yang lembut, menciptakan citra perempuan yang berwibawa namun tetap memiliki sisi feminin yang dalam.
4. Oude Waag

Sisi emosional yang mendalam hadir melalui Oude Waag, di mana desainer Jingwei Yin menerjemahkan trauma personal menjadi koleksi bertajuk "Radical Tenderness". Di atas runway yang berkabut, ia menampilkan busana dengan permainan draping dan tekstur yang berfungsi sebagai perlindungan diri. Keunggulan koleksi ini terlihat pada detail laser-cut cupro cuffs yang menyerupai duri, penggunaan material overdyed jersey dengan variasi warna yang halus, serta gaun pale olive yang memiliki draping artistik pada bagian perut. Setiap potongan, termasuk jaket moto oversized dan corduroy, seolah menjadi ruang bagi pemakainya untuk mundur dan berlindung dalam keindahan.
5. Xu Zhi

Nuansa berbeda dibawa oleh Xu Zhi yang menghidupkan kembali tren boho-chic dengan sentuhan puitis yang terinspirasi dari masa tua penyair Arthur Rimbaud. Koleksi ini memancarkan aura romantis melalui gaun-gaun tipis yang melambai, detail kerutan yang mengalir, dan blus sutra yang transparan. Menariknya, visi boho ini terealisasi paling kuat pada lini busana pria, di mana setelan tiga potong dari bahan sutra brokat dipadukan dengan sandal dan celana pendek yang memberikan suntikan seksualitas sekaligus keunikan di tengah kelembutan material yang digunakan.
6. Ao Yes

Ao Yes juga mencuri perhatian dengan melakukan transisi dari teknik tailoring yang kaku menuju sensualitas yang lebih playful. Jika sebelumnya mereka dikenal dengan seragam Mao yang presisi, musim ini Wang dan Liu menghadirkan lebih banyak kulit dan material ringan yang terasa jauh lebih santai. Untuk koleksi perempuan, mereka menampilkan gaun-gaun menyerupai qipao yang menggoda dalam bahan jacquard warna-warni, sementara lini pria menampilkan celana pendek dan potongan jaket baru yang dikenakan di atas T-shirt sederhana. Perubahan ini menunjukkan kepercayaan diri Ao Yes dalam mengikuti insting pasar yang kini lebih menyukai gaya yang dinamis dan penuh energi.
7. Avvenn

Sebagai penutup, Avvenn hadir dengan tema "Resilient Growth" yang terinspirasi dari kisah Nùxia atau prajurit perempuan. Dengan filosofi fleksibilitas bambu, koleksi ini menjalin dialog antara kerasnya struktur perkotaan dan kelembutan alam. Siluetnya terus bergerak antara bentuk yang terstruktur dan yang mengalir, di mana bahan yang kaku bersinggungan dengan material transparan yang ringan. Avvenn berhasil mendefinisikan ulang batas antara busana sehari-hari dan busana seremonial, membuktikan bahwa kekuatan sejati sering kali muncul dalam bentuk yang paling halus dan anggun.