Deretan Judul K-Drama yang Paling Sering Diremake oleh Negara Lain

Redaksi 2 01 Jun 2026

Kalau ada satu hal yang paling dikuasai oleh industri hiburan Korea Selatan, itu adalah kepiawaian mereka dalam meracik jalan cerita yang sukses menguras emosi penonton. Entah itu kisah cinta beda kasta yang bikin baper maksimal, atau thriller kriminal yang bikin senam jantung.

Kehebatan plot ini ternyata nggak cuma bikin kita susah move on, tapi juga sukses menarik perhatian para produser film di berbagai belahan dunia! Dari satu naskah cerita yang sama, bisa dihidupkan kembali oleh aktor dari berbagai negara lain dengan sentuhan budaya lokal mereka. How cool!

Mari kita intip deretan judul K-Drama yang saking melegendanya, sampai paling sering di-remake oleh negara lain. Siap-siap kaget, karena mungkin salah satu dari daftar ini adalah tontonan favoritmu!

1. Good Doctor (2013)

Kalau kamu ngikutin K-Drama sejak lama, pasti tahu dengan drama Good Doctor yang dibintangi oleh Joo Won dan Moon Chae Won ini. Drama medis ini menceritakan tentang Park Shi Ohn, seorang dokter residen bedah anak yang jenius namun memiliki sindrom savant dan spektrum autisme. Perjuangannya untuk membuktikan diri di tengah pandangan sebelah mata dari rekan-rekan dan pasiennya benar-benar bikin hati meleleh dan penuh air mata.

Nah, kerennya lagi, Good Doctor bukan cuma di-remake di negara Asia, lho! Drama ini justru mencetak sejarah karena versi remake Amerikanya (The Good Doctor) yang dibintangi oleh Freddie Highmore meledak luar biasa.

Dari drakor yang aslinya cuma 20 episode, versi Hollywood-nya sukses berjalan hingga bertahun-tahun dengan 7 season! Nggak cuma Amerika, Jepang dan Turki juga bikin versi mereka sendiri yang nggak kalah emosional.

Versi Turki yang berjudul Mucize Doktor (Miracle Doctor) juga dapet rating yang gila-gilaan di negaranya. Terbukti kan, kalau cerita yang menyentuh soal kemanusiaan itu bisa nyambung ke budaya mana aja.

2. Full House (2004)

Hayo, siapa di sini yang awal mula kenal K-Drama gara-gara Full House? Drama rom-com legendaris yang dibintangi Song Hye Kyo dan Rain ini memang pantas masuk hall of fame.

Mengangkat trope contract marriage atau kawin kontrak, yang sampai sekarang masih jadi resep andalan drakor, Full House menceritakan Han Ji Eun yang rumah warisannya diam-diam dijual oleh temannya ke seorang aktor sombong bernama Lee Young Jae. Berawal dari musuhan dan terpaksa tinggal serumah, eh ujung-ujungnya tumbuh benih-benih cinta. Klise? Iya. Bikin baper? Jelas!

Pesona Full House ini benar-benar bikin negara tetangga ketagihan. Filipina, Vietnam, Malaysia, Pakistan, hingga Turki pernah membuat versi lokalnya. Tapi yang paling ikonis mungkin versi Thailand yang dibintangi oleh Mike D'Angelo dan Aom Sushar pada tahun 2014. Chemistry mereka di versi Thailand saking kuatnya sampai bikin penonton gagal move on. Versi Tiongkok-nya yang berjudul Midsummer is Full of Love (2020) juga sukses ngasih penyegaran buat penonton generasi baru.

3. Autumn in My Heart / Endless Love (2000)

Siapkan tisu, karena kita masuk ke zona nangis brutal. Autumn in My Heart adalah pionir dari Korean Wave (Hallyu) di awal tahun 2000-an. Dibintangi oleh Won Bin, Song Seung Heon, dan Song Hye Kyo, drama ini mengusung plot tragis anak yang tertukar di rumah sakit, cinta segitiga yang rumit, dan penyakit mematikan. Pokoknya ini adalah paket lengkap buat menguras air mata penonton sampai kering.

Saking suksesnya bikin baper lintas negara, Autumn in My Heart ini udah di-remake di lebih dari 8 negara! Mulai dari Tiongkok, Thailand, Filipina, Malaysia, Turki, Arab Saudi, Rusia, hingga Indonesia. Yup, buat kamu yang mungkin ingat, sinetron Indonesia jaman dulu juga ada yang jalan ceritanya adaptasi dari drama ini. Pesan moral dari fenomena ini adalah: penderitaan tokoh utama yang dramatis ternyata adalah bahasa universal yang laku keras di negara mana pun.

4. Temptation of Wife (2008)

Mari beralih dari romansa manis dan tragis ke drama penuh dendam kesumat. Temptation of Wife adalah mother of makjang (drama dengan plot yang sangat ekstrem dan berlebihan).

Drama yang dibintangi oleh Jang Seo Hee ini mengisahkan seorang istri yang diselingkuhi oleh suaminya dengan sahabatnya sendiri, lalu mencoba dibunuh. Ia selamat, lalu kembali dengan identitas baru yang secara visual uniknya cuma ditandai dengan sebuah tahi lalat di bawah mata, untuk membalas dendam dan menghancurkan hidup mantan suami serta sahabatnya.

Meski plotnya sering jadi meme karena "hanya tambah tahi lalat, orang jadi nggak kenal", drama ini luar biasa adiktif! Nggak heran kalau Filipina, Vietnam, Tiongkok, dan Malaysia resmi me-remake drama ini. Di Tiongkok, versi remake-nya yang berjudul The Temptation to Go Home mencetak rating fantastis dan jadi fenomena pop culture. Di Malaysia, dramanya diadaptasi dengan judul Dendam Seorang Isteri (2022) dan sukses besar bikin ibu-ibu di sana geregetan berjamaah.

5. My Love From the Star (2013)

"Cheon Song Yi... Do Min Joon-ssi!" Dialog legendaris ini pasti terngiang-ngiang di telinga para pencinta drakor. My Love From the Star membuktikan bahwa genre fantasi romantis bisa dikemas dengan sangat elegan sekaligus super kocak. Kisah alien ganteng yang terjebak di Bumi selama 400 tahun dan akhirnya jatuh cinta dengan aktris papan atas yang clueless nan narsis ini memang brilian.

Dengan popularitasnya yang menembus stratosfer, banyak negara gatal ingin membuat versinya. Thailand menggaet aktor top tier mereka, Nadech Kugimiya dan Matt Peranee, untuk membintangi versi lokalnya. Filipina juga nggak mau ketinggalan dengan versi mereka sendiri.

Oh, dan kamu nggak lupa kan kalau Indonesia pernah punya sinetron berjudul Kau yang Berasal dari Bintang yang dibintangi oleh Morgan Oey dan Nikita Willy? Walau sempat ada pro-kontra soal lisensi di awal, tapi ini membuktikan betapa besarnya impact pesona alien Do Min Joon di Asia.

6. Signal (2016)

Nggak melulu soal cinta-cintaan, drama thriller kriminal yang satu ini juga layak dapat standing ovation. Signal menceritakan dua orang detektif dari zona waktu yang berbeda, satu di masa kini dan satu di masa lalu, yang bisa berkomunikasi lewat sebuah walkie-talkie usang yang misterius. Mereka bekerja sama untuk memecahkan cold cases (kasus yang tak pernah terpecahkan) di Korea Selatan yang kebanyakan diangkat dari kisah nyata kelam.

Plot yang super rapat, menegangkan, dan bikin mikir keras ini membuat Signal diakui sebagai masterpiece. Jepang membuat versi seriesnya pada tahun 2018 yang dibintangi Kentaro Sakaguchi, dan saking suksesnya sampai dibuatkan versi film bioskopnya juga. Selain Jepang, Tiongkok, Thailand, serta India pun sudah mengadaptasi drama masterpiece ini ke versi lokal mereka.

7. She Was Pretty (2015)

Terakhir, kita punya She Was Pretty, drama komedi romantis tentang sindrom "itik buruk rupa" yang berubah jadi angsa, dan sebaliknya. Saat kecil, Kim Hye Jin adalah gadis cantik dari keluarga kaya, sementara Ji Sung Joon adalah bocah gempal yang kurang pede. Saat dewasa, nasib mereka berbalik 180 derajat. Drama ini dibintangi oleh Park Seo Joon dan Hwang Jung Eum, serta Siwon Super Junior yang sukses memerankan second lead paling kocak dan bikin second lead syndrome parah.

Cerita yang heartwarming tentang persahabatan, cinta pertama, dan menerima diri sendiri ini diadaptasi dengan sukses di beberapa negara. Di Tiongkok, versi remake-nya berjudul Pretty Li Huizhen dibintangi oleh aktris top Dilraba Dilmurat dan sukses besar pada 2017.

Jepang, Vietnam, dan Thailand juga mengadaptasi kisah ini, membuktikan bahwa tema pencarian jati diri yang dibalut romansa dan komedi kantoran adalah resep jitu untuk menarik penonton di mana pun berada.

Wah, panjang juga ya trip nostalgia kita! Gimana nih, Babes? Dari tujuh drama legendaris di atas, mana yang jadi favorit kamu versi aslinya, atau mungkin kamu malah lebih suka versi remake-nya?