Sederet Mantan Member Grup K-Pop yang Kini Lebih Sukses Meniti Karier Sebagai Solois

Redaksi 2 06 Jun 2026

Status “mantan member” terkadang terdengar seperti sebuah akhir dari perjalanan karier. Padahal, di industri musik Korea, fase ini sering kali menjadi awal dari babak baru yang jauh lebih menjanjikan.

Sederet idola ini adalah buktinya, babes. Lepas dari format grup, mereka sukses mencetak berbagai prestasi membanggakan sebagai solois. Yuk, simak siapa saja mereka!

1. Sunmi

Bicara soal mantan member grup yang sukses besar sebagai solois, nama Sunmi wajib berada di daftar teratas. Memulai debutnya bersama Wonder Girls pada tahun 2007, Sunmi sempat mengambil hiatus panjang untuk fokus pada pendidikannya sebelum akhirnya kembali dan memutuskan untuk benar-benar fokus jalur solo setelah Wonder Girls bubar.

Keputusan itu terbukti tepat, di mana Sunmi berhasil menciptakan sebuah sub-genre baru yang memadukan musik pop dengan sentuhan retro yang vibrant, seksi, sekaligus sedikit dark. Lewat lagu hits seperti Gashina, Heroine, hingga Siren, Sunmi juga menciptakan tren koreografi yang viral di media sosial.

2. Jay Park

Kisah perjalanan karier Jay Park bisa dibilang sebagai salah satu plot twist terbesar di industri hiburan Korea Selatan. Setelah meninggalkan posisinya sebagai leader dari grup 2PM pada tahun 2009 di tengah situasi yang cukup pelik, banyak yang mengira karier musiknya di Korea telah selesai.

Ia kembali ke Korea, memulai dari bawah dengan merilis cover lagu di YouTube, dan perlahan membangun reputasinya bukan lagi sebagai seorang idol, melainkan sebagai musisi hip-hop dan R&B.

Jay Park sukses mendirikan label musik raksasa seperti AOMG, H1GHR MUSIC, dan yang terbaru MORE VISION. Dari seorang mantan idol, ia bertransformasi menjadi salah satu pionir yang membawa musik hip-hop Korea ke kancah internasional. Keberaniannya mengeksplorasi gaya musik yang bebas dan berani membuktikan bahwa batasan industri bisa didobrak jika memiliki visi yang kuat.

3. Chungha

Setelah memikat hati jutaan penonton lewat ajang survival dan sukses debut bersama grup temporer I.O.I, banyak yang penasaran akan ke mana langkah Chungha selanjutnya. Ketika kebanyakan rekannya memilih untuk kembali debut dalam grup baru, Chungha mengambil langkah berani dengan memilih jalur solois.

Langkah ini awalnya dianggap berisiko karena debut sebagai solois baru dari agensi kecil memiliki tantangan tersendiri. Tapi dengan kualitas vokal yang stabil dipadukan dengan kemampuan dance tingkat dewa langsung menepis keraguan itu.

Lagu-lagu seperti Roller Coaster, Gotta Go, dan Snapping sukses merajai tangga lagu digital. Stage presence yang luar biasa menjadikannya salah satu solois wanita paling diperhitungkan di generasinya.

4. Kang Daniel

Sebagai pemenang tempat pertama di Produce 101 Season 2 dan mantan center dari Wanna One, popularitas Kang Daniel memang sudah berada di puncak. Ujian sesungguhnya datang ketika grup tersebut bubar dan ia sempat terlibat perselisihan hukum dengan mantan agensinya yang membuatnya harus hiatus beberapa saat.

Bukannya layu sebelum berkembang, Kang Daniel justru menunjukkan mentalitas seorang pemenang. Ia mendirikan agensinya sendiri, KONNECT Entertainment, dan memulai debut solonya dengan album Color on Me.

Angka penjualan album fisiknya langsung memecahkan rekor untuk solois pria pada masanya. Dengan warna musik yang semakin matang lewat Color Trilogy (Cyan, Magenta, Yellow), Daniel berhasil lepas dari bayang-bayang nama besar Wanna One dan diakui sebagai solois pria papan atas yang memiliki kontrol penuh atas arah kreativitasnya sendiri.

5. Somi

Sama seperti Chungha, Jeon Somi merupakan jebolan I.O.I yang memilih jalur berbeda setelah grup bubar. Perjalanannya cukup panjang, mulai dari berpindah agensi besar hingga akhirnya berlabuh di THEBLACKLABEL, anak perusahaan YG Entertainment yang diproduseri oleh Teddy.

Keputusan Somi untuk menunggu momen yang tepat dan fokus pada jalur solo membuahkan hasil yang sangat manis. Lewat single DUMB DUMB dan album XOXO, Somi berhasil menampilkan persona seorang "Pop Star" ala Hollywood yang energik, modis, dan penuh percaya diri.

6. B.I (Kim Hanbin)

Hengkang dari iKON pada tahun 2019 merupakan salah satu momen paling mengejutkan bagi para penggemar K-Pop, mengingat B.I adalah leader, produser utama, dan nyawa di balik lagu-lagu hits grup tersebut. Sempat vakum dan berada di titik terendah, B.I membuktikan bahwa bakat emas tidak akan bisa dikubur.

Ia kembali ke industri musik sebagai solois di bawah labelnya sendiri, 131 Label, dan langsung memanjakan telinga pendengar global lewat album Waterfall. Puncaknya adalah ketika ia merilis lagu BTBT, sebuah mahakarya kolaborasi yang viral secara global.

Sebagai solois, B.I kini bebas memproduksi musik tanpa batasan genre, memadukan hip-hop, R&B, dan pop dengan lirik yang sangat puitis dan emosional.

7. Kwon Eunbi

Sebagai mantan leader dari grup sensasional IZ*ONE, beban yang dipikul Kwon Eunbi saat grup tersebut bubar sangatlah besar. Ia adalah member pertama yang berani melangkah debut sebagai solois, sebuah keputusan yang penuh dengan tekanan.

Meski rilisan awalnya disambut baik, titik balik terbesar dalam karier solonya terjadi berkat lagu Underwater. Lagu ini naik kembali di tangga lagu secara organik setelah penampilan legendarisnya di festival musik Waterbomb.

Visualnya yang memukau, kemampuannya menyanyi live sambil menari di tengah guyuran air, serta pesonanya yang seksi dan elegan membuatnya dijuluki "Dewi Waterbomb".

8. WOODZ (Cho Seungyoun)

Jika kita mencari kamus visual untuk kata pantang menyerah, wajah Cho Seungyoun harus ada di sana. Perjalanan kariernya bak rollercoaster: debut bersama grup kolaborasi Korea-Tiongkok UNIQ, lalu kembali menjadi trainee dan debut lagi sebagai main vocalist/rapper di X1 yang sayangnya harus bubar dalam waktu sangat singkat.

Kehilangan grup untuk kedua kalinya justru memicu ledakan kreativitas Seungyoun. Menggunakan nama panggung WOODZ, ia bertransformasi menjadi solois rock, pop-punk, dan R&B yang sangat dihormati.

Album-albumnya seperti EQUAL dan OO-LI mendapatkan pujian kritis yang luar biasa. Ia menulis liriknya sendiri, memproduksi ketukan musiknya, dan bernyanyi dengan rentang vokal yang gila.

9. Choi Yena

Satu lagi mantan member IZ*ONE yang berhasil menemukan ceruknya sendiri di pasar musik yang super kompetitif. Ketika banyak solois wanita memilih jalur elegan, girl crush, atau seksi, Choi Yena masuk dengan gebrakan visual ala Y2K dan musik pop-punk yang sangat fresh.

Debut solonya lewat lagu SMILEY benar-benar meledak di pasaran. Energi Yena yang ceria, sedikit rebel, namun tetap menggemaskan ternyata adalah sesuatu yang sangat dirindukan oleh publik Korea. Yena membuktikan bahwa keluar dari konsep elegan sebuah grup bisa memberinya kebebasan untuk bereksperimen dengan genre musik pop-rock yang upbeat, menjadikannya salah satu solois wanita paling menonjol dan sukses di generasinya.