Apakah Mengonsumsi Telur Menyebabkan Jerawat?

Redaksi 2 08 Jun 2026

Cosmo babes, siapa di sini yang pernah tiba-tiba jerawatan, terus langsung menuduh telur dadar yang tadi pagi dimakan?

Tenang, kamu bukan satu-satunya. Rumor soal telur dan jerawat ini sudah beredar lama banget, sampai-sampai banyak yang rela skip sarapan favorit mereka demi kulit mulus loh, girls.

Tapi, sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk break up dengan telur, ada baiknya kita cari tahu dulu faktanya.

Apakah telur memang sumber masalah jerawat kamu, atau ini cuma mitos yang sudah terlanjur dipercaya?


Apakah Mengonsumsi Telur Menyebabkan Jerawat?


1. Jerawat dipengaruhi oleh banyak faktor

Jawabannya singkat, yakni belum ada bukti ilmiah yang secara langsung membuktikan bahwa konsumsi telur menyebabkan jerawat.

Sampai saat ini, penelitian yang bisa dengan tegas menyatakan "telur = jerawat" memang belum ditemukan.

Jerawat sendiri adalah kondisi kulit yang kompleks, dipicu oleh banyak faktor sekaligus, mulai dari produksi minyak berlebihan, penyumbatan pori-pori, bakteri, hormonal, hingga genetik.

Jadi, kalau kamu langsung menyalahkan telur setiap kali jerawat muncul, mungkin ada faktor lain yang luput dari perhatian nih, girls.

Baca juga: Sama-sama Bikin Kulit Kenyal, Ini Bedanya PDRN dengan Retinol


2. Telur mengandung biotin yang bisa merangsang produksi sebum berlebihan

Meskipun tidak ada bukti langsung, ada beberapa kandungan dalam telur yang secara tidak langsung bisa memengaruhi kondisi kulit, terutama kalau dikonsumsi berlebihan.

Pertama, telur terutama kuningnya mengandung biotin yang cukup tinggi. Biotin sebenarnya bagus untuk kesehatan kulit dan rambut. Akan tetapi, kalau dikonsumsi terlalu banyak, biotin bisa mengganggu penyerapan vitamin B5 (asam pantotenat) dalam tubuh.

Nah, kalau kamu kekurangan vitamin B5, kondisi ini bisa merangsang produksi sebum berlebihan yang ujung-ujungnya berpotensi memicu jerawat.

Kedua, albumin adalah protein yang ada di putih telur. Dalam jumlah wajar, ini aman dan bermanfaat bagi tubuh. Tapi kalau asupannya sudah melebihi kebutuhan, albumin bisa memicu peradangan pada kulit yang berkontribusi pada munculnya jerawat.

Terakhir adalah hormon androgen dan progesteron Telur secara alami mengandung hormon androgen dan progesteron dalam jumlah kecil.

Kedua hormon ini memang berkaitan dengan produksi sebum dan bisa memengaruhi kondisi kulit. Namun, kandungannya dalam telur sangat kecil, sehingga  tidak cukup signifikan untuk menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh jika dikonsumsi dalam porsi normal.


3. Di sisi lain, telur memiliki manfaat untuk kulit

Di balik kekhawatiran tadi, telur sebenarnya kaya akan nutrisi yang justru baik untuk kulit. 

Kandungan protein di dalamnya membantu proses regenerasi sel kulit. Vitamin B2, B3, B12, dan selenium yang ada dalam telur juga berperan dalam menjaga kulit tetap sehat dan berfungsi optimal.

Ditambah lagi, telur punya indeks glikemik (GI) yang rendah. Artinya, mengonsumsi telur tidak akan memicu lonjakan gula darah yang tiba-tiba.

Padahal, makanan dengan GI tinggi seperti nasi putih, roti, atau minuman manis justru diketahui bisa memperburuk jerawat karena menyebabkan lonjakan insulin.

Maka dari itulah, telur sebenarnya lebih ‘aman’ dibandingkan banyak makanan lain yang mungkin kamu konsumsi sehari-hari!

Baca juga: Dear Acne-Prone Skin, Ini Dia Cara Cepat Mengeringkan Jerawat


4. Tidak perlu berhenti makan telur, girls

Jawabannya adalah tidak perlu! Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar, telur bukan musuh kulitmu.

Yang perlu kamu ingat adalah bahwa setiap kulit itu berbeda. Ada orang yang kulitnya tidak bereaksi sama sekali terhadap telur, ada juga yang memang lebih sensitif.

Kalau kamu curiga telur jadi pemicu jerawatmu, kamu bisa coba elimination diet, dimana kamu menghentikan konsumsi telur selama dua sampai tiga minggu, lalu perhatikan perubahan pada kulitmu.

Setelah itu, coba konsumsi lagi dan lihat apakah jerawat muncul kembali. Kalau polanya konsisten, baru kamu bisa mulai mempertimbangkan untuk mengurangi telur. Dan idealnya, konsultasikan dulu dengan dokter kulit atau ahli gizi ya, Cosmo babes.



So, girls, kesimpulannya, telur bukan penyebab jerawat yang terbukti secara ilmiah.

Jerawat adalah masalah kulit yang dipengaruhi banyak faktor sekaligus, dan tidak bisa disederhanakan hanya dengan menyalahkan satu jenis makanan.

Selama kamu mengonsumsinya dalam batas wajar, telur justru bisa jadi teman kulitmu, bukan musuhnya. Kalau jerawat tetap muncul, coba cek faktor lain dulu seperti pola tidur, stres, skincare routine, atau kandungan hormon, sebelum buru-buru menyalahkan telur!


Baca juga: Cara Memilih Setting Spray untuk Tipe Kulit dan Finish yang Kamu Mau!


(Fishya Elvin/Images: Vera Rishkevich, AI25.Studio Studio, and Klaus Nielsen on Pexels)