Deretan Lagu B-Side K-Pop yang Lebih Viral Dibandingkan Title Track

Redaksi 2 16 Jun 2026

Title track atau lagu utama dari sebuah album K-Pop dipilih bukan tanpa alasan. Lagu-lagu ini biasanya mendapat perlakuan spesial, mulai dari budget MV yang fantastis, promosi besar-besaran di acara musik, hingga kampanye media sosial yang masif.

Tapi nyatanya, audiens dan algoritma punya selera sendiri. Terkadang ada lagu B-side yang lebih viral dibandingkan title track-nya. Terlebih di era TikTok dan Reels, sebuah koreografi simpel atau melodi adiktif berdurasi 15 detik bisa mengubah lagu b-side ini menjadi mega-hit global.

Fenomena ini membuktikan bahwa daya tarik organik sering mengalahkan strategi agensi. Apa saja lagu B-Side K-Pop yang sukses besar mencuri perhatian dan melampaui popularitas lagu utamanya?

1. ENHYPEN – Polaroid Love (Title Track: Blessed-Cursed)

Waktu merilis album repackage DIMENSION: ANSWER, ENHYPEN mengandalkan Blessed-Cursed sebagai title track. Lagu bergenre hip-hop rock tahun 2000-an tersebut memang terdengar keren dan edgy.

Tapi, siapa sangka kalau dunia malah lebih jatuh cinta sama Polaroid Love? Lagu B-side bergenre pop R&B ini punya vibe yang easy listening banget, lirik yang manis, dan melodi yang nempel di kepala sejak pendengaran pertama.

Viralnya Polaroid Love di TikTok bener-bener gila-gilaan berkat dance challenge kasual yang diciptakan oleh seorang penggemar. Gerakannya yang gampang diikutin bikin semua orang, bahkan non-Kpopers, ikut bikin videonya.

2. LE SSERAFIM – Eve, Psyche & The Bluebeard’s Wife (Title Track: UNFORGIVEN)

Ketika LE SSERAFIM melakukan comeback dengan merilis album UNFORGIVEN, lagu utamanya memang sukses menguasai panggung. Tapi, plot twist paling epik tahun itu ada di track dengan judul super panjang: Eve, Psyche & The Bluebeard's Wife. Dengan fondasi beat Jersey club yang asyik banget buat diajak jingkrak-jingkrak, lagu ini pelan tapi pasti merangkak naik di seluruh chart musik Korea dan global.

Puncaknya adalah saat penggalan lirik "I'm a mess, mess, mess" dipadukan dengan koreografi lengannya yang ikonik. Vibe lagunya yang club-ready dan aesthetic abis bikin karya ini mengukuhkan posisinya sebagai lagu b-side k-pop yang lebih viral dibandingkan title track pada era tersebut, membayangi performa UNFORGIVEN.

3. TREASURE – Darari (Title Track: JIKJIN)

Mundur ke era perilisan The Second Step: Chapter One, TREASURE melepas JIKJIN sebagai amunisi utama yang sangat merepresentasikan ciri khas YG Entertainment: hip-hop, dentuman beat kuat, dan MV bermodal miliaran won yang memamerkan deretan mobil supercar. Tapi keajaiban organik justru terjadi pada Darari.

Gara-gara seorang kreator TikTok asal Indonesia membuat koreografi yang sangat cute dan santai untuk lagu ini, Darari langsung meledak secara global. Semua pengguna media sosial tiba-tiba terngiang-ngiang melodi "Da-ra-ra-ra-ra-ra-ri". Saking besarnya impact lagu ini dan tingginya animo publik, YG Entertainment sampai harus mengalah, akhirnya merilis versi remix rock dan menyajikan exclusive performance video untuk Darari.

4. i-dle – Fate (Title Track: Super Lady)

Tahun 2024 menjadi saksi bagaimana kekuatan B-side bisa merajai chart tanpa perlu banyak budget promosi di hari pertama. Saat i-dle merilis Super Lady dengan konsep super megah, vokal lantang, dan garang, publik memang dibuat takjub. Tapi rupanya, telinga masyarakat Korea Selatan lebih terpikat secara personal dengan lagu berjudul Fate.

Lagu ini membawa nuansa J-Pop atau bergaya anime soundtrack era 2000-an yang ceria namun menyimpan sisi melankolis, ditambah liriknya yang relatable tentang rutinitas kehidupan sehari-hari.

Tanpa MV resmi pada saat rilis, Fate terus mendaki perlahan namun pasti di chart Melon hingga akhirnya sukses memborong status Perfect All-Kill (PAK). Melihat popularitasnya yang nggak terbendung, i-dle akhirnya aktif mempromosikan lagu ini di acara musik mingguan dan membawa pulang banyak trofi kemenenangan.

5. Lisa – Money (Title Track: LALISA)

Saat Lisa debut solo melalui single album LALISA, lagu utamanya jelas mendapat porsi sorotan utama, lengkap dengan MV sinematik berbiaya tinggi dan unsur kebudayaan Thailand yang membanggakan. Sementara itu, B-side-nya yang berjudul Money hanya dibekali sebuah Exclusive Performance Video.

Ternyata, beat hip-hop barat yang super swag, lirik repetitif yang catchy, serta koreografi chorus yang memancing tubuh untuk bergoyang bikin Money meledak luar biasa di penjuru dunia.

6. MONSTA X – Hero (Title Track: Rush)

Bicara soal sejarah pergerakan B-side paling ikonik, kita tidak boleh melupakan MONSTA X. Saat boy group ini merilis mini album kedua mereka, Rush, agensi memilih title track dengan judul yang sama dengan sisipan MV yang sarat alur cerita. Akan tetapi, energi publik dan fandom justru terkuras habis untuk B-side mereka, Hero.

Lagu ini memiliki fondasi beat yang lebih sangar, menonjolkan aura maskulin, dan energi powerful yang jadi identitas asli grup ini. Momen puncaknya terjadi saat mereka iseng merilis performance video Hero versi rooftop, menari penuh energi di atas helipad sebuah gedung pencakar langit.

7. BTS – Run BTS (Title Track: Yet To Come)

Ketika meluncurkan album antologi Proof, BTS menyajikan Yet To Come sebagai title track. Lagu bergenre alternative hip-hop bertempo medium ini dirancang sangat manis, emosional, dan menjadi penutup sempurna untuk chapter pertama perjalanan bermusik mereka, semacam surat cinta terbuka untuk ARMY.

Namun, para penggemar dan khalayak umum ternyata punya kerinduan tersendiri terhadap sisi hip-hop garang BTS layaknya era debut mereka.Di sinilah B-side Run BTS mencuri spotlight.

Koreografinya yang sangat intens, teknis, rapat, dan powerful membuat siapapun ternganga. Mengusung beat rock-hip hop yang agresif, lagu ini spontan memicu dance challenge di berbagai platform media sosial.

Walaupun Yet To Come punya tempat khusus di hati, Run BTS sukses memantik api euforia dan mencetak angka mention yang jauh lebih masif dari para penikmat musik di seluruh dunia.

8. aespa – Illusion (Title Track: Girls)

Sebelum secara resmi merilis title track Girls yang berat dengan elemen rock synth untuk menuntaskan saga dunia Kwangya mereka pada saat itu, aespa lebih dulu meluncurkan lagu Illusion sebagai lagu pre-release.

Elemen hyperpop yang eksperimental namun tetap accessible, dipadukan lirik “Yummy, yummy, yummy in my tummy, tummy, tummy” langsung menyihir isi kepala penggemar. Lagu ini dirasa punya tingkat keadiktifan yang lebih tinggi dan struktur yang sangat modern dibanding Girls.

9. ILLIT – Tick-Tack (Title Track: Cherish (My Love))

Sebagai grup yang mendapat label rookie monster, setiap gerak-gerik rilis dari ILLIT selalu dipantau ketat. Pada momen mereka merilis Cherish (My Love) sebagai title track, warna vokal ceria dengan konsep melodi manis andalan mereka terpampang nyata. Namun, di dunia media sosial, lagu b-side Tick-Tack juga punya popularitas yang sama.

Di feed TikTok dan Reels, potongan audio Tick-Tack menyebar seolah menjadi virus algoritma. Nuansa pop elektroniknya yang agak quirky digabung dengan point choreography yang asyik banget bikin lagu ini nongkrong terus di FYP media sosial kamu, jauh lebih sering dibandingkan lagu utamanya.

10. SEVENTEEN – Cheers (Title Track: _WORLD)

Pada era rilis album repackage Sector 17, title track utamanya adalah _WORLD yang dikemas dengan nuansa upbeat, funky, dan ramah di telinga. Akan tetapi, sub-unit SVT Leaders (beranggotakan S.Coups, Hoshi, dan Woozi) turut menyumbangkan Cheers sebagai pelengkap B-side sekaligus pemanasan comeback.