Ini Cara Merawat Kulit di Area Belakang Telinga dan Garis Rahang Agar Bebas Jerawat
Sering fokus merawat wajah, tapi malah kecolongan jerawat di garis rahang atau belakang telinga? Wajar kok, Babes! Area ini memang sering terlewat saat kita cuci muka atau pakai skincare.
Padahal, sisa sampo, keringat, sampai kotoran dari ponsel gampang banget numpuk di sana. Kalau kamu lagi struggle dengan jerawat tersembunyi yang ngilu ini, Cosmo bagikan cara gampang mengatasinya.
Kenali Dulu Akar Masalahnya

Penyebab paling sering biasanya datang dari luar, seperti sisa produk rambut (kondisioner atau hair oil) yang luntur dan menyumbat pori-pori di area leher dan rahang.
Selain itu, kotoran dan bakteri dari benda yang sering menempel di wajah seperti layar smartphone, earphone, hingga tali helm juga gampang banget memicu peradangan.
Risiko ini makin parah kalau kamu sering membiarkan keringat mengering begitu saja setelah beraktivitas, karena campuran keringat dan sel kulit mati adalah resep sempurna pembuat jerawat batu.
Selain masalah kebersihan, jerawat di area garis rahang juga sangat erat kaitannya dengan kondisi dari dalam tubuh, yaitu fluktuasi hormon. Area rahang punya kelenjar minyak yang sangat sensitif terhadap perubahan hormon, misalnya saat kamu sedang stres berat atau menjelang menstruasi.
Kondisi ini membuat produksi minyak melonjak drastis, sehingga pori-pori kewalahan, gampang tersumbat, dan akhirnya memicu munculnya jerawat meradang.
Langkah Perawatan Tepat Sasaran

Rutinitas di bawah ini tidak mengharuskan kamu membeli puluhan produk baru, melainkan lebih kepada mengubah cara dan kebiasaan kamu dalam menggunakan produk yang sudah ada.
1. Perluas Area Double Cleansing
Jangan berhenti di batas dagu. Saat melakukan double cleansing di malam hari, pastikan cleansing balm, cleansing oil, atau micellar water yang kamu gunakan diaplikasikan juga sampai ke garis rahang, leher bagian atas, dan sapukan sedikit ke area belakang telinga.
Lakukan pijatan lembut untuk meluruhkan sunscreen dan debu. Saat mencuci muka dengan facial wash, usap juga busanya ke area-area tersebut. Pastikan kamu membilasnya dengan air bersih sampai tidak ada rasa licin yang tertinggal.
2. Ubah Urutan Mandi dan Keramas
Ini adalah trik simpel tapi sangat efektif. Sering kali kita mencuci muka dulu, baru keramas dan memakai kondisioner. Akibatnya, residu kondisioner turun ke leher dan rahang yang sudah bersih.
Mulai sekarang, ubah urutannya: keramas, aplikasikan kondisioner, bilas sampai bersih, jepit rambut kamu ke atas, baru kemudian cuci muka dan bersihkan badan menggunakan sabun. Dengan begitu, sabun wajah dan sabun mandi akan menyapu bersih semua sisa produk rambut yang mungkin menempel di kulit.
3. Rutin Eksfoliasi Secara Lembut
Sama seperti wajah, area garis rahang dan belakang telinga juga butuh eksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati yang menumpuk. Kamu tidak perlu menggunakan scrub kasar. Cukup manfaatkan exfoliating toner atau serum yang mengandung AHA (seperti Glycolic Acid atau Lactic Acid) dan BHA (Salicylic Acid).
Tuangkan ke kapas, lalu usapkan dengan lembut ke sepanjang garis rahang dan area lipatan di belakang telinga sebanyak 2-3 kali seminggu. BHA sangat bagus karena sifatnya yang larut dalam minyak, sehingga bisa menembus masuk ke dalam pori-pori untuk membersihkan sumbatan sebum.
4. Jangan Lupa Hidrasi
Sering kali karena merasa area tersebut berminyak atau berjerawat, kita jadi malas mengaplikasikan pelembap. Padahal, kulit yang dehidrasi justru akan memproduksi lebih banyak minyak untuk mengkompensasi kekeringan.
Aplikasikan moisturizer bertekstur ringan seperti gel atau lotion hingga ke area leher dan rahang. Jika kulitmu sensitif, hindari pelembap yang mengandung pewangi buatan yang terlalu menyengat di area leher.
5. Obati dengan Spot Treatment yang Tepat
Kalau jerawat sudah telanjur muncul, jangan pernah dipencet! Area rahang sangat rentan mengalami hiperpigmentasi atau bekas jerawat yang menghitam dan sulit dihilangkan. Gunakan obat totol jerawat.
Untuk jerawat yang masih berupa benjolan merah di bawah kulit, gunakan produk berbahan dasar Salicylic Acid atau Benzoyl Peroxide untuk meredakan peradangan. Kalau jerawat sudah bernanah, tempelkan acne patch di malam hari untuk menyerap cairannya sekaligus mencegah tanganmu iseng memencetnya.
Perubahan Gaya Hidup yang Tidak Boleh Diremehkan

Skincare semahal apa pun bakal sia-sia kalau kebiasaan sehari-harimu kurang higienis. Mulailah lebih aware dengan benda-benda yang rutin menempel di wajah. Ganti sarung bantal setidaknya seminggu sekali agar sisa keringat dan skincare yang menumpuk tidak menyumbat pori.
Selain itu, rutinlah mengelap layar ponsel, earphone, hingga tali helm dengan disinfektan. Buat kamu yang berambut panjang, biasakan mengikat rambut dengan ikatan longgar saat tidur dan olahraga supaya sisa hair care tidak turun menempel ke area leher dan rahang.
Selain faktor eksternal, perhatikan juga asupan makananmu dari dalam. Mengingat jerawat di garis rahang sangat erat kaitannya dengan hormon, membatasi konsumsi gula berlebih dan produk olahan susu bisa sangat membantu mencegah lonjakan insulin yang memicu produksi minyak berlebih.
Seimbangkan gaya hidupmu dengan memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan anti-inflamasi, seperti sayur, buah-buahan, dan asam lemak omega-3 agar peradangan jerawat lebih cepat mereda.