Rekomendasi Buah yang Tinggi Serat dan Baik untuk Pencernaan

Redaksi 19 Jun 2026

Cosmo yakin sebagian besar dari kamu sudah memahami pentingnya buah-buahan untuk kesehatan, terutama kesehatan pencernaan. Yes, salah satu cara untuk menjaga kesehatan pencernaan yakni dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, salah satunya bisa diperoleh dari buah-buahan.

Meskipun masing-masing buah memiliki manfaat dan khasiat tersendiri, beberapa jenis buah tertentu sangat baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan pencernaan maupun kamu yang tengah mengalami masalah pada sistem pencernaan, Dear.

Simak Rekomendasi Buah yang Tinggi Serat dan Baik untuk Pencernaan

Buah yang tinggi serat dan baik untuk pencernaan

Well, berikut ini Cosmo akan memberikan beberapa rekomendasi buah yang tinggi serat dan baik untuk pencernaan. Don't miss out, Dear~

Jambu Biji

Jambu biji secara luas dianggap sebagai sumber serat yang baik karena kandungan serat larut dan tidak larutnya yang tinggi.

Serat larut membantu menjaga kadar gula darah dan kolesterol yang sehat, sedangkan serat tidak larut membantu pencernaan dan menurunkan risiko sembelit. FYI, satu buah jambu biji berukuran sedang dapat menyediakan sekitar 9 gram serat.

Pir

Next, ada pir. Buah yang satu ini tidak hanya lezat dan menyegarkan, namun juga merupakan sumber serat makanan yang baik, Babes. FYI, satu buah pir berukuran sedang menawarkan sekitar 5,5 gram serat, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk ditambahkan ke dalam pola makan sehari-hari kamu.

Alpukat

Alpukat dikenal sebagai salah satu buah yang kaya akan protein dan juga serat, Babes. Dengan kandungan serat sekitar 9 gram dalam satu cangkir, menambahkan alpukat ke dalam menu makanan kamu dapat dengan mudah  meningkatkan kebutuhan serat harian.

Selain itu, alpukat juga  kaya akan lemak sehat, vitamin, dan mineral  yang menjadikannya pilihan tepat untuk diet kaya serat.

Apel

Apel bukan hanya camilan yang lezat dan menyegarkan, tetapi juga kaya akan serat, menjadikannya tambahan yang bagus untuk diet tinggi serat harian. Satu apel sehari berarti  4 gram serat sehari yang juga membantu kamu merasa kenyang lebih lama, Girls~

Raspberry

Baik raspberry segar atau beku, buah yang satu memiliki cita rasa tersendiri, serta sangat versatile sebagai campuran smoothie atau yoghurt.

Melansir dari Eating Well, raspberry memberikan rasa asam menyegarkan sekaligus kandungan serat yang baik. FYI, satu cangkir raspberry menyediakan 8 gram serat, atau 29% dari nilai harian.

Selain serat, raspberry kaya akan antosianin dan ellagitannin, yakni sejenis polifenol dan antioksidan, serta vitamin C. Secara bersamaan, senyawa-senyawa ini membantu melawan stres oksidatif, mengurangi peradangan, dan dapat menurunkan risiko kanker tertentu.

Jika kamu sedang berupaya memperbaiki kadar gula darah, raspberry memiliki lebih banyak manfaat. Hal ini karena raspberry memiliki kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan buah-buahan lainnya.

Satu porsi hanya mengandung 5 gram gula. Ditambah dengan kandungan seratnya yang tinggi, dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Kiwi

ICYDK, kiwi adalah buah yang istimewa karena mereka kaya akan serat, vitamin C, dan enzim pencernaan. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa mengonsumsi beberapa buah kiwi per hari dapat secara signifikan memperbaiki gejala sembelit atau konstipasi, Babes.

Setiap buah kiwi mengandung sekitar 2 gram serat, tetapi kamu bisa mendapatkan hingga 50% lebih banyak serat dengan memakan kulitnya.

Kulit buah kiwi sebenarnya mengandung sumber serat dan antioksidan yang terkonsentrasi, jadi memasukkan seluruh buah kiwi langsung ke dalam blender (cukup bilas sebentar) adalah cara sederhana untuk memaksimalkan nutrisi tanpa ada yang terbuang.

Blueberry

Selain raspberry, blueberry juga menjadi buah lainnya yang kaya akan serat dan baik untuk pencernaan, Babes. Buah yang satu ini memiliki sekitar 6 gram serat.

Selain serat, blueberry juga kaya akan antioksidan, terutama antosianin yang membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Blueberry juga mendukung pencegahan diabetes, pemulihan setelah berolahraga, serta kesehatan jantung, otak, dan usus.