Segala Hal Tentang Debut Solo EVAN 'Ride Or Die'

Redaksi 2 23 Jun 2026

Lepas dari identitasnya sebagai member boy group ENHYPEN, Lee Heeseung resmi memulai babak baru dalam kariernya sebagai solois dengan nama panggung EVAN. Pada 22 Juni kemarin, ia telah merilis single album debutnya yang bertajuk “Ride or Die” di bawah naungan agensi BELIFT LAB.

Membawa pesan kuat “kita akan terus bersama sampai akhir”, single album ini menjadi manifesto dan arah musik yang akan dieksplorasi oleh EVAN ke depannya. Rilisan terbaru ini menuai antisipasi tinggi dari penggemar karena menjadi pembuktian kapasitas kreatifnya sebagai musisi.

Tidak tanggung-tanggung, EVAN mengambil kendali penuh dalam proyek solonya ini. Ia terjun langsung dan berpartisipasi secara proaktif dalam penulisan lirik, komposisi, proses producing, hingga ke detail visual creative secara keseluruhan.

Yuk simak fakta-fakta menarik dan detail memukau di balik debut solo EVAN!

Cerita di Balik Nama 'EVAN'

Bagi kamu yang sudah mengikuti perjalanannya sejak masih bersama grup, pasti tahu bahwa EVAN adalah nama yang tidak asing. “Evan adalah nama yang sudah aku sayangi sejak masa kecil, sebuah nama yang menyimpan banyak sekali kenangan paling berharga buatku,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan.

Dalam kesempatan wawancara lainnya, ia menjelaskan, “Sejak aku masih kecil, banyak orang yang memanggilku Evan. Kapan pun aku pergi ke luar negeri, atau saat mengambil kelas bahasa Inggris, namaku selalu Evan. Dari apa yang aku ingat, sepertinya ibuku yang memberikanku nama itu.”

Bedah Title Track "Ride or Die"

Lagu utama dari single album ini, yang juga bertajuk "Ride or Die", adalah sebuah lagu yang mewakili ledakan emosi. Lagu ini merangkum perasaan yang tak terkendali dan terus meluas terhadap seseorang, sekaligus menjadi surat cinta yang berisi ketulusan hati EVAN untuk para penggemarnya.

Secara musikalitas, "Ride or Die" mengusung genre Alternative Rock yang dibangun di atas fondasi Pop-Rock dan diperkaya dengan elemen Hyperpop yang trendi. Kombinasi ini menciptakan sebuah aransemen yang unik. Suara instrumen yang terkesan kasar dan eksperimental bertabrakan secara indah dengan vokal EVAN yang tajam dan presisi, menghasilkan sinergi yang sangat kuat dan ear-catching.

Visual Sinematik MV "Ride or Die"

Bersamaan dengan perilisan lagu, video musik (MV) untuk title track "Ride or Die" juga resmi dirilis melalui channel YouTube HYBE LABELS. Visual yang disajikan benar-benar memanjakan mata dan digarap layaknya sebuah film dengan narasi yang mendalam.

MV ini menyoroti cerita yang sangat unik, yakni sebuah koneksi dan pertukaran emosi antara EVAN dengan sebuah mobil, yang didasari oleh rasa saling percaya yang kuat sehingga mereka tidak pernah meninggalkan satu sama lain.

Video dibuka dengan adegan dramatis di mana EVAN terbangun di tengah pecahan kaca yang berserakan di mana-mana. Ia tampak kebingungan di tengah keramaian orang-orang yang berlalu-lalang dan mengabaikannya begitu saja.

Saat ia mengulurkan tangan dan tidak mendapat respons dari siapa pun, sebuah mobil tua yang menyimpan banyak jejak waktu perlahan mendekatinya. Momen magis terjadi ketika EVAN melepaskan kewaspadaannya dan masuk ke dalam mobil tersebut. Seketika, tatapan orang-orang di sekitarnya berubah, seiring dengan energi lagu yang meledak dan menciptakan harmoni visual yang sempurna.

Layaknya film, MV ini menampilkan kilas balik bak panorama yang berisi kenangan suka, duka, kemarahan, dan kebahagiaan yang pernah dilalui oleh kedua eksistensi ini di masa lalu. Sebagai penutup, adegan beralih memperlihatkan EVAN yang bergelantungan di atap gedung tinggi yang menegangkan, dengan mobil tua itu yang masih setia menemaninya di sana.

Pesan moralnya sangat jelas. Betapapun hancur dan terluka rupa mereka, takdir akan selalu mempertemukan dan menyatukan mereka untuk berjalan beriringan menghadapi segala rintangan.

"Overflow": B-Side Track yang Chill dan Menenangkan

Jika "Ride or Die" adalah ledakan energi yang berapi-api, maka b-side track berjudul "Overflow" hadir sebagai penyeimbang yang sempurna. Lagu ini menawarkan kontras yang nyata dengan mood yang jauh lebih tenang, chill, dan sangat liris.

Mengusung genre Indie Pop yang easy-listening, lagu ini berhasil mengimplementasikan tekstur suara analog yang terasa hidup. Seperti judulnya, "Overflow" (Meluap), lagu ini diibaratkan seperti air di dalam gelas yang penuh hingga nyaris tumpah. Metafora gelas berisi air ini digunakan untuk menggambarkan perubahan emosi batin manusia yang kompleks dan secara perlahan terus menumpuk hingga batas maksimalnya.

Umumkan Nama Fanbom 'EVER'

Jelang debut solonya, EVAN mengumumkan nama nama resmi untuk fandomnya, yaitu EVER! Nama fandom yang cantik ini merupakan gabungan dari suku kata "EV" yang diambil dari nama "EVAN", dan "ER" yang diambil dari kata "forevER" (selamanya). Makna di balik nama ini sangatlah manis dan puitis, yaitu "selalu berada di sisi satu sama lain, dan tidak akan pernah berubah lekang oleh waktu."

BELIFT LAB menyatakan bahwa 'EVER' merujuk pada sebuah ikatan yang sangat spesial di mana EVAN dan para penggemarnya akan selalu mendampingi satu sama lain, tumbuh dan berkembang bersama, serta berbagi setiap momen berharga dalam perjalanan karir sang idola. Ini adalah sebuah janji manis yang mengikat artis dan pendengarnya dalam satu keluarga besar yang suportif.