Deretan K-Pop Idol yang Layak Meyandang Gelar All-Rounder

Redaksi 2 25 Jun 2026

Menyanyi dengan high note sempurna, nge-rap dengan flow tajam, menari layaknya main dancer, sekaligus memproduksi lagu hit. Kedengarannya mustahil untuk dikuasai satu orang? Tidak bagi deretan idol K-Pop ini.

Industri musik Korea di generasi ketiga dan keempat telah menetapkan standar baru, di mana seorang artis sering kali dituntut untuk menguasai banyak hal.

Berikut ini adalah deretan idol Gen 3 dan Gen 4 yang berhasil mematahkan batasan posisi grup dan membuktikan bahwa mereka adalah all-rounder mutlak di atas panggung.

1. Jungkook (BTS)

Siapa yang tidak kenal dengan julukan "Golden Maknae"? Sejak debut, Jungkook sudah diposisikan sebagai "senjata rahasia" BTS, dan seiring berjalannya waktu, ia membuktikan bahwa julukan tersebut tidak berlebihan. Sebagai Main Vocalist, teknik vokalnya sangat stabil, baik saat bernyanyi ballad yang emosional maupun lagu pop up-beat sambil melakukan koreografi super intens.

Namun, Jungkook tidak berhenti di vokal. Di era awal BTS, dia sering kali mengambil porsi rap yang cukup padat dan mengeksekusinya dengan sangat baik. Soal dance, dia berada di jajaran Lead Dancer BTS, masuk dalam formasi dance line bersama J-Hope dan Jimin.

Keahliannya semakin lengkap karena ia juga berkontribusi dalam penulisan dan produksi lagu, seperti Magic Shop dan Still With You. Sukses besarnya dengan album solo GOLDEN membuktikan bahwa dia bisa menguasai panggung sendirian dengan aura bintang yang luar biasa.

2. Seulgi (Red Velvet)

Kalau membicarakan idol perempuan generasi ketiga yang flawless, nama Kang Seulgi wajib berada di urutan teratas. Seulgi adalah pemegang posisi Main Dancer di Red Velvet. Gerakannya tajam, bertenaga, tapi tetap terlihat elegan dan effortless. Dia sering kali menjadi langganan kolaborasi dance antar agensi saking diakuinya kemampuannya oleh industri.

Meski fokus utamanya adalah dance, kemampuan vokal Seulgi setara dengan Main Vocalist di banyak grup K-Pop lain. Dia mampu mengimbangi jangkauan vokal Wendy yang luar biasa tinggi dan sering kali mengambil alih bagian high note ketika dibutuhkan.

Tidak jarang juga Seulgi memberikan skill rap-nya di beberapa b-side track Red Velvet. Debut solonya lewat 28 Reasons adalah bukti nyata bahwa Seulgi tidak memiliki celah sedikit pun di atas panggung.

3. Han (Stray Kids)

Pindah ke generasi keempat, kita punya Han Jisung dari Stray Kids. Bersama Bang Chan dan Changbin, Han adalah bagian dari 3RACHA, tim produser internal Stray Kids yang menjadi otak di balik hampir semua hits grup tersebut. Han adalah musisi jenius yang bisa meramu melodi dan lirik dalam waktu yang sangat singkat.

Di atas kertas, posisi Han adalah Main Rapper. Flow rap-nya sangat cepat, agresif, dan rhythm-nya selalu tepat sasaran. Namun, yang bikin geleng-geleng kepala adalah fakta bahwa Han sering kali mengambil posisi high note layaknya seorang Main Vocal!

Dengarkan saja vokalnya di lagu Winter Falls atau penampilannya di Kingdom, di mana vokalnya sangat jernih dan stabil. Ditambah dengan kemampuan dance-nya yang energik khas Stray Kids, Han adalah definisi all-rounder sejati di Gen 4.

4. Soyeon (i-dle)

Tidak berlebihan rasanya jika menyebut Jeon Soyeon sebagai "nyawa" dari girl group i-dle. Jauh sebelum debut, dia sudah mencuri perhatian lewat acara Produce 101 dan Unpretty Rapstar, membuktikan bahwa kemampuannya nge-rap berada di level underground rapper, bukan sekadar "idol rapper" biasa. Tone suaranya unik, spitting words-nya tajam, dan auranya saat nge-rap benar-benar mengintimidasi dalam konotasi positif.

Selain rap dan dance yang di atas rata-rata, Soyeon adalah seorang produser jenius. Dia menulis, mengaransemen, dan memproduksi lagu-lagu mega-hits i-dle seperti Tomboy, Nxde, Queencard, hingga Super Lady.

Dia tahu persis bagaimana menonjolkan kekuatan vokal setiap member-nya, sambil memastikan bagian bernyanyinya sendiri tetap on point. Artis yang bisa menjadi creative director untuk grupnya sendiri sangatlah langka, dan Soyeon adalah salah satunya.

5. Yeonjun (TXT)

Di kalangan penggemar artis HYBE, ada legenda urban (yang ternyata fakta) tentang Yeonjun: "Trainee Legendaris Big Hit". Selama masa trainee, Yeonjun selalu menempati peringkat pertama dalam evaluasi bulanan untuk kategori vokal, dance, maupun rap. Tidak pernah sekalipun dia turun ke peringkat dua.

Ketika debut bersama TXT, kita langsung mengerti mengapa agensi sangat membanggakannya. Yeonjun memiliki kelenturan dan detail dance yang luar biasa, terbukti dari penampilannya yang sering viral.

Saat lagu TXT membutuhkan verse rap, Yeonjun adalah orang yang maju dan seringkali menulis liriknya sendiri. Di sisi vokal, suaranya yang sedikit husky memberikan tekstur yang menarik pada lagu-lagu TXT. Ditambah lagi, visual dan proporsi tubuhnya membuatnya menjadi ikon fashion K-Pop Gen 4.

6. WOODZ (Cho Seungyoun)

Mungkin beberapa dari kalian lebih mengenalnya sebagai artis solo sekarang, tapi WOODZ merintis kariernya di generasi ketiga lewat grup UNIQ dan kemudian X1. Di UNIQ, posisinya adalah Main Rapper. Rap-nya tajam dan penuh gaya.

Namun, ketika dia bertransisi menjadi artis solo bernama WOODZ, dia mengambil alih semua vokal utama. Lagu-lagu solonya seperti Drowning atau Love Me Harder mengekspos rentang vokal tingkat atas yang membuat penyanyi ballad sekalipun merinding.

Belum selesai sampai di situ, dia menulis dan memproduksi semua lagunya sendiri, menguasai berbagai instrumen, dan punya stage presence bak bintang rock sekaligus pop-star yang mampu mengeksekusi koreografi kompleks dengan sangat mulus.

7. EVAN (Heeseung eks ENHYPEN)

Bagi penonton survival show I-LAND, label "Ace" sudah melekat pada Lee Heeseung sejak episode pertama. Selama masa aktifnya sebagai tumpuan vokal di ENHYPEN, ia memiliki kelebihan perfect pitch dan selalu bisa diandalkan untuk urusan ad-lib serta nada tinggi yang krusial.

Namun, pembuktian terbesarnya sebagai all-rounder sejati justru bersinar semakin terang setelah ia memutuskan untuk keluar dari grup dan memulai lembaran baru.

Kini resmi melangkah sebagai solois dengan nama panggung EVAN, ia mengambil alih kendali penuh atas identitas musikalnya. Tidak hanya memamerkan teknik vokal R&B yang clean dan matang, EVAN juga mempertahankan skill dance-nya yang tajam, dinamis, dan penuh energi.

Transformasi ini semakin sempurna karena ia kini bebas menunjukkan kemampuannya dalam penulisan rap dan produksi musik secara mandiri. Perjalanannya dari seorang member andalan menjadi solois independen membuktikan bahwa ia telah melengkapi seluruh checklist untuk menjadi salah satu all-rounder di generasinya.

8. Choi Yena

Terakhir, mari bicarakan tentang happy virus generasi keempat, Choi Yena. Saat masih berkompetisi di Produce 48 dan aktif bersama IZ*ONE, Yena adalah jack-of-all-trades. Agensi awalnya memposisikan Yena sebagai vokalis dan dancer yang kuat, namun ketika grup membutuhkan seorang rapper, Yena maju dan membuktikan bahwa dia bisa melakukannya dengan swag yang luar biasa.

Setelah IZ*ONE bubar dan dia debut sebagai solois lewat lagu pop-rock catchy SMILEY, Yena memborong semuanya: dia menyanyi dengan stabil secara live, menari dengan koreografi yang sangat intens, nge-rap, bahkan mulai terlibat aktif dalam penulisan lirik dan komposisi musik.

Auranya di panggung sangat ceria dan energik, menunjukkan bahwa all-rounder juga butuh satu keahlian ekstra, yaitu karisma dan kemampuan variety yang bisa menarik hati penonton umum.

Menjadi idol di era generasi 3 dan 4 memang bukan hal yang mudah karena standar publik yang semakin tinggi. Namun, nama-nama di atas berhasil mematahkan stereotip bahwa seorang idola hanya bisa mengandalkan satu bakat saja.

Menurut kamu, siapa lagi idol Gen 3 atau Gen 4 yang pantas masuk ke jajaran elite ini, Babes?