Rekomendasi Buku dari Penulis Klasik Osamu Dazai
Cosmo babes, kalau kamu sering scroll FYP di TikTok dan Twitter, nama Osamu Dazai pasti bukan nama yang asing.
Penulis asal Jepang ini seperti tidak pernah benar-benar "pergi". Tulisannya kembali hype, mulai dari dikutip di caption foto aesthetic, bahkan dijadikan inspirasi karakter anime populer seperti di 'Bungo Stray Dogs’.
Nah, siapa sih sebenarnya Osamu Dazai?
Lahir dengan nama asli Shuji Tsushima pada 19 Juni 1909 di Aomori, Jepang, Dazai tumbuh dari keluarga ningrat yang kaya raya.
Hidupnya penuh dengan kontradiksi. Ia dibesarkan dalam kemewahan, tapi memilih menulis tentang kesakitan, alienasi, dan rasa tidak layak menjadi manusia. Ia juga terkenal karena kisahnya yang mengakhiri hidupnya bersama kekasihnya di usia 38 tahun.
Namun, justru dari semua kegelapan itulah lahir tulisan-tulisan yang sampai hari ini terasa seperti ditujukan langsung ke hati pembacanya.
Gaya tulisan Dazai sangat khas. Sangat personal, jujur sampai menyakitkan, dan punya kemampuan aneh untuk membuat pembaca merasa ‘dilihat’.
Ia menulis tentang orang-orang yang merasa tidak cocok dengan dunia, dan entah kenapa, banyak dari kita yang bisa relate.
Penasaran harus mulai dari mana? Ini dia beberapa karya Dazai yang paling worth it untuk dibaca!
Rekomendasi Buku dari Penulis Klasik Osamu Dazai
1. No Longer Human (Ningen Shikkaku / 人間失格)

Ini adalah karya paling terkenal Dazai, bahkan tercatat sebagai novel terlaris kedua sepanjang masa di Jepang, tepat di bawah ‘The Diary of Anne Frank’.
Kalau kamu berniat hanya akan membaca satu buku Dazai, ‘No Longer Human’ adalah jawabannya.
Novel ini mengisahkan Yozo Oba, seorang laki-laki yang sejak kecil merasa tidak bisa memahami manusia di sekitarnya. Karena itulah, ia berpura-pura bahagia, berpura-pura normal, agar tidak dikucilkan.
Cara Dazai mendeskripsikan perasaan terasing, kehilangan identitas, dan kelelahan berpura-pura cocok itu terasa sangat personal, karena memang novel ini hampir sepenuhnya adalah cerminan hidupnya sendiri.
Yup, ini adalah buku yang akan membuatmu merenung lama setelah membaca halaman terakhirnya…
2. The Setting Sun (Shayō / 斜陽)

Kalau ‘No Longer Human’ adalah versi Dazai yang paling gelap, ‘The Setting Sun’ adalah Dazai yang lebih puitis dan melankolis.
Novel ini diterbitkan setahun sebelum kematiannya dan langsung menjadi fenomena, bahkan melahirkan istilah baru dalam bahasa Jepang, yakni shayōzoku (族 族族), yang berarti "golongan matahari terbenam", merujuk pada kelas ningrat yang jatuh miskin setelah Perang Dunia II.
Ceritanya berpusat pada Kazuko, seorang perempuan dari keluarga bangsawan yang hidupnya perlahan hancur bersama runtuhnya kelas sosial mereka pasca perang.
Beda dari karya Dazai lainnya yang banyak dinarasikan oleh tokoh laki-laki, di sini kita diajak melihat dunia lewat mata seorang perempuan yang mencoba bertahan dengan caranya sendiri.
Penuh dengan kesedihan yang elegan dan keputusan-keputusan yang bikin hati sesak. Definitely a must read, Cosmo babes!
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Seonghyeon CORTIS
3. Run, Melos! (走れメロス)

Butuh jeda dari buku-buku berat Dazai? ‘Run, Melos!’ adalah penyegaran yang sempurna.
Ditulis pada 1940, cerita pendek ini terinspirasi dari mitologi Yunani dan mengisahkan persahabatan serta pengorbanan seorang pemuda bernama Melos yang berlomba dengan waktu untuk membuktikan bahwa ia bisa dipercaya, dan bahwa manusia masih layak untuk dipercaya.
Ini adalah sisi Dazai yang jarang orang tahu, yaitu bahwa ia juga bisa menulis dengan hangat, penuh semangat, dan hopeful.
‘Run, Melos!’ sering dijadikan bahan bacaan wajib di sekolah-sekolah Jepang, dan sampai sekarang tetap jadi salah satu karya Dazai yang paling dicintai, karena rasanya begitu berbeda dari kegelapan yang biasa ia hadirkan.
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Sungchan RIIZE
4. Schoolgirl (女生徒)

Untuk kamu yang suka narasi yang lebih intim dan stream-of-consciousness, ‘Schoolgirl’ adalah pilihan yang menarik.
Ditulis dari sudut pandang seorang siswi SMA yang menjalani satu hari penuh hidupnya, mulai dari bangun pagi, sekolah, sampai malam hari, cerita ini tampak sederhana tapi sebenarnya sangat kaya.
Yang unik, Dazai menulis cerita ini berdasarkan buku harian asli seorang penggemar perempuannya yang dikirimkan kepadanya sebagai surat. Ia lalu mengubahnya menjadi karya fiksi yang terasa sangat otentik dan hidup.
Lewat monolog batin sang tokoh, kita diajak merasakan betapa campurnya perasaan seorang remaja perempuan. Antara bosan, gelisah, ingin tumbuh, dan takut berubah.
Sangat relatable, bahkan sampai hari ini.
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Jeon Wonwoo SEVENTEEN
So, girls, dari yang gelap dan berat sampai yang hangat dan ringan, karya-karya Osamu Dazai menawarkan banyak pintu masuk untuk pembaca baru.
Mulai dari mana pun, yang pasti tulisannya akan terasa seperti seseorang akhirnya berhasil mengucapkan perasaan yang selama ini susah kamu ceritakan sendiri.
Happy reading, Cosmo babes!
(Fishya Elvin/Images: Ánh Đặng from Pexels and Goodreads)