Deretan Hal Tersembunyi yang Membuat Hubungan Tidak Bahagia
Cosmo sangat mengerti bahwa tidak ada hubungan yang sempurna, meskipun suatu pasangan jarang bertengkar atau berargumen.
Keep in mind bahwa adanya selisih paham sesekali dalam hubungan sangat wajar, di mana hal tersebut bisa membuat masing-masing pasangan introspeksi diri dan mendekatkan diri satu sama lain, agar hubungan semakin dekat, saling mengerti, dan selalu ada untuk satu sama lain.
Namun, lain halnya jika terdapat hal-hal tertentu yang ternyata membuatmu atau pasangan merasa tidak bahagia, Babes.
Well, hal ini mungkin jarang disadari atau terkadang kerap disepelekan, namun terdapat hal tersembunyi yang diam-diam bisa membuat suatu hubungan tidak bahagia. Ouch!
Simak Deretan Hal Tersembunyi yang Membuat Hubungan Tidak Bahagia

So, berikut ini Cosmo telah merangkum deretan hal tersembunyi yang membuat hubungan tidak bahagia. Check this out, Cosmo Babes~
Kurangnya komunikasi
Well, memang benar bahwa rata-rata pasangan hanya meluangkan beberapa menit sehari untuk percakapan berkualitas. Sangat mudah untuk membiarkan kesibukan hidup menghalangi kita untuk terhubung dengan orang yang kita cintai.
Tetapi tidak ada yang namanya hidup dalam keadaan stagnan, karena keterasingan terjadi saat kita berhenti bergerak maju. Oleh karena itu, agar hubungan tetap berjalan lancar dan bahagia, selalu luangkan waktu untuk terhubung dan berkomunikasi dengan pasangan sesering mungkin, Babes.
Mengungkit soal mantan di setiap situasi
Pada dasarnya tidak ada skenario di mana ini adalah ide yang bagus. Percayalah, mereka sudah cukup terobsesi dengan hal itu. Tidak ada alasan untuk mengorek luka lama karena kenyataan bahwa kamu pernah berhubungan dan mencintai orang lain.
Alih-alih mengungkit soal mantan di setiap situasi, kamu dan pasangan sebaiknya hanya fokus pada hubungan kalian dan lihat ke masa mendatang, bukan masa lalu.
Jarang meluangkan waktu untuk kencan atau quality time lainnya
Ada kalanya, sangat mudah untuk terjebak dalam kesibukan bangun pagi-bersiap-siap bekerja-tenggelam dalam pekerjaan-pulang-istirahat hampir sepanjang waktu, hingga lupa betapa pentingnya meluangkan waktu bersama pasangan.
FYI, momen kencan atau quality time lainnya sangat penting, tidak peduli berapa lama kamu dan pasangan sudah bersama, Dear. Jika meluangkan waktu untuk kencan saja sulit, maka perlahan-lahan hubunganmu dan pasangan bisa merenggang dan merenggut kebahagiaan masing-masing.
Ketidakjujuran
Kebohongan baik itu kecil atau besar, sama-sama berbahaya, Dear. Keduanya memiliki dampak yang sama terhadap kepercayaan satu sama lain dalam hubungan. Oleh karena itu, ketidakjujuran yang mulai terjadi bisa merenggut paksa kebahagiaan dalam suatu hubungan dan menimbulkan perasaan khawatir, cemas, dan tidak percaya.
Jika kamu atau pasangan melakukan kesalahan dalam hubungan, atau ada hal yang disembunyikan, sebaiknya segera buat pengakuan karena hubungan yang dipenuhi ketidakjujuran tidak akan berhasil.
Loose boundaries
Kita cenderung berpikir tentang strategi ofensif dalam hubungan, melupakan bahwa strategi defensif sama pentingnya. Kita bisa melakukan semua hal yang benar, namun tetap gagal mencegah hal-hal yang berbahaya. Buatlah boundaries di sekitar hubunganmu dan pasangan, dan lindungi dengan menjaga emosi, interaksi, dan cara kalian menghabiskan waktu.
Tidak bisa mengerti satu sama lain
Inilah ironi terbesar dalam hubungan: Di era di mana ribuan teman tersedia hanya dengan sekali klik, kita mendambakan belahan jiwa yang benar-benar memahami kita, sehingga meredakan rasa kesepian kita. Banyak orang merasa kesepian meskipun sudah memiliki pasangan, terlebih karena pasangan yang tidak bisa mengerti.
Terutama dalam hubungan jangka panjang, ada bahaya menjadi terasing secara emosional karena pasangan berhenti percaya bahwa pasangannya memahami sudut pandang mereka.
Melansir dari YourTango, penelitian dalam Psikologi Kepribadian dan Sosial menunjukkan bagaimana dinamika ini sering berakar pada ketakutan menjadi lajang dan menerima hubungan yang kurang baik.
Stres
Sangat mudah untuk melampiaskan stres kita pada pasangan. Kita bisa terbiasa memendam semuanya sampai kita berada dalam keamanan dan kenyamanan pernikahan kita, dan kemudian kita meledak.
Mulai dari masalah keuangan, penyakit, kehilangan pekerjaan, hingga kesedihan, pasangan yang sehat membiarkan stres mereka menyatukan mereka, dengan saling mengandalkan, berbagi satu sama lain, dan memikul beban bersama.