Loewe Foundation Craft Prize 2026 Kembali Hadir untuk Merayakan Inovasi Kriya Kontemporer dari Berbagai Negara

Elizabeth Alicia 07 Jul 2026

Loewe Foundation kembali menggelar Loewe Foundation Craft Prize 2026, ajang penghargaan tahunan yang memberikan apresiasi kepada para perajin dan seniman kriya dari berbagai negara yang memadukan keahlian teknis, inovasi, dan visi artistik.

Penghargaan yang pertama kali diselenggarakan pada 2016 ini merupakan bentuk penghormatan terhadap akar sejarah Loewe sebagai rumah mode yang berawal dari perkumpulan pengrajin pada 1846.

Tahun ini, sebanyak 30 finalis terpilih dari lebih dari 5.100 karya yang dikirimkan oleh peserta dari 133 negara. Seluruh karya tersebut dipamerkan di National Gallery Singapore pada 13 Mei hingga 14 Juni 2026.

Karya Keramik dengan Twist Segar dari Jongjin Park, Sang Pemenang

Penghargaan utama tahun ini diberikan kepada seniman keramik asal Korea Selatan, Jongjin Park, melalui karya Strata of Illusion (2025). Terpilih dari 30 finalis, Park berhasil meraih apresiasi terbesar sebagai pemenang karena dinilai unggul oleh dewan juri.

Dewan juri yang dihadirkan pun terdiri atas sejumlah tokoh di bidang desain, arsitektur, kritik seni, kurator museum, serta direktur kreatif Loewe, yakni Jack McCollough dan Lazaro Hernandez. Karya milik Jongjin Park dinilai mampu menghadirkan pendekatan baru terhadap medium keramik yang secara tak langsung menampilkan perpaduan aspek teknik dan artistik yang unik dan kreatif.

Bentuk Strata of Illusion menyerupai kursi yang mengeksplorasi hubungan antara kontrol dan ketidaksempurnaan dalam proses berkarya. Jongjin Park menyusun ribuan lembar kertas yang dilapisi slip porselen berwarna, kemudian membakarnya hingga kertas habis terbakar dan menyisakan struktur keramik yang berubah mengikuti panas dan gravitasi.

Hasil akhirnya menampilkan bentuk yang tidak sepenuhnya sempurna, tetapi justru menjadi highlight karena kesan artistik yang tidak terduga. Proses ini dinilai dapat memperluas cara pandang terhadap material keramik dengan menghadirkan karakter yang juga mengingatkan pada teknik peniupan kaca ketika ditempa maupun penjilidan buku.

Special Mentions Menghadirkan Karya yang Memadukan Desain Kontemporer dan Warisan Tradisi

Selain penghargaan utama, Loewe Foundation juga memberikan dua penghargaan Special Mention. Penghargaan pertama diberikan kepada Baba Tree Master Weavers bersama desainer asal Spanyol, Álvaro Catalán de Ocón, melalui karya Frafra Tapestry (2024).

Karya berupa permadani anyaman berukuran besar tersebut dibuat berdasarkan foto udara sebuah desa tradisional di wilayah Gurunsi, Ghana, dengan memadukan teknik anyaman tradisional menggunakan rumput gajah dan pendekatan desain kontemporer. Kolaborasi lintas negara tersebut menghubungkan teknologi modern dengan pengetahuan kerajinan turun-temurun sekaligus menghidupkan warisan budaya yang mulai hilang.

Penghargaan Special Mention lainnya diraih seniman perhiasan asal Italia, Graziano Visintin, melalui karya Collier (2025). Dua kalung yang dibuatnya tersusun atas deretan kubus emas berukuran kecil dengan teknik dekorasi kuno niello, menghasilkan tampilan menyerupai rangkaian lukisan mini yang elegan.

Melalui karya-karya yang terpilih tahun ini, Loewe Foundation merupakan upaya untuk melindungi seni kriya agar terus berkembang sebagai medium yang memadukan tradisi, eksperimen material, dan inovasi desain dalam konteks kontemporer.