Penyebab Softlens Terasa Menganjal di Mata

Redaksi 2 10 Jul 2026

Niat hati ingin tampil maksimal dan bebas dari kacamata, tapi malah terganggu karena softlens terasa mengganjal. Rasa perih dan seperti ada pasir di dalam mata ini sebenarnya adalah sinyal bahwa ada yang salah dengan pemakaiannya.

Daripada ditahan seharian dan merusak mata, kenali penyebab utamanya berikut ini agar kamu bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.

8 Alasan Softlens Terasa Mengganjal di Mata dan Cara  Mengatasinya

1. Posisinya Terbalik

Ini adalah kesalahan klasik yang hampir pernah dialami oleh semua pengguna softlens, terutama para pemula. Lensa kontak memiliki bentuk mangkuk yang sangat spesifik untuk menyesuaikan dengan kelengkungan bola mata kita.

Kalau kamu memasangnya dalam keadaan terbalik, ujung-ujung lensa akan bergesekan dengan kelopak mata setiap kali kamu berkedip. Hasilnya? Sensasi mengganjal yang sangat tidak nyaman.

Cara Mengatasinya: Sebelum memasang, letakkan softlens di ujung jari telunjukmu dan perhatikan dari samping. Kalau bentuknya seperti mangkuk sempurna dengan tepi yang melengkung rapi ke atas, berarti posisinya sudah benar. Tapi, kalau tepiannya sedikit melebar keluar seperti piring sup, itu tandanya softlens kamu terbalik. Segera balik posisinya, bilas dengan cairan pembersih, lalu pasang kembali.

2. Ada Debu, Kotoran, atau Serpihan Makeup

Satu butir debu berukuran mikro saja bisa terasa seperti batu kerikil saat terjebak di antara lensa kontak dan kornea matamu. Hal ini sangat sering terjadi kalau kamu beraktivitas di luar ruangan yang berangin, atau saat kamu sedang mengaplikasikan makeup mata.

Serpihan eyeshadow, maskara, atau eyeliner yang rontok dan menempel di lensa adalah salah satu penyebab softlens terasa mengganjal di mata yang paling umum ditemui sehari-hari.

Cara Mengatasinya: Biasakan untuk selalu memasang softlens sebelum mulai merias wajah. Kalau mata terlanjur kemasukan debu atau makeup, jangan pernah menguceknya! Mengucek mata saat memakai softlens bisa membuat korneamu tergores. Segera cuci tanganmu, lepaskan softlens, bilas bersih dengan solution, dan teteskan eye drops khusus softlens ke matamu sebelum memasangnya lagi.

3. Dry Eyes

Softlens membutuhkan kelembapan agar tetap fleksibel dan nyaman dipakai. Sayangnya, lingkungan sekitar kita sering kali menjadi musuh utama kelembapan. Duduk seharian di ruangan ber-AC, menatap layar laptop atau smartphone selama berjam-jam tanpa henti, hingga cuaca yang panas bisa membuat produksi air mata berkurang drastis.

Saat mata kering, lensa kontak akan kehilangan pelumas alaminya, menjadi kaku, dan mulai bergesekan dengan kelopak mata.

Cara Mengatasinya: Kalau kamu bekerja di depan layar, terapkan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit, alihkan pandangan sejauh 20 kaki selama 20 detik). Aturan ini memaksamu untuk berkedip lebih sering, yang membantu mendistribusikan ulang air mata. Selain itu, selalu sedia obat tetes mata khusus softlens di tasmu. Teteskan 1-2 tetes saat mata mulai terasa kesat.

4. Ada Sobekan Kecil pada Softlens

Kadang, masalahnya bukan pada matamu, tapi fisik lensanya yang sudah rusak. Softlens, terutama tipe bulanan atau tahunan, sangat rentan mengalami sobekan super kecil di bagian pinggirnya.

Sobekan ini sering kali tidak terlihat secara kasat mata, tapi kelopak matamu yang sensitif pasti bisa merasakannya. Sobekan ini biasanya terjadi karena gesekan kuku saat mengambil lensa dari tempatnya, jepitan pinset yang terlalu kasar, atau lensa yang mengering di dalam case lalu dipaksa diambil.

Cara Mengatasinya: Selalu periksa kondisi lensa kontakmu di bawah cahaya yang terang sebelum memakainya. Pastikan tepiannya mulus sempurna tanpa ada bagian yang gompal atau robek.

 Kalau kamu sudah merasakan ganjalan di satu titik yang sama terus-menerus meskipun lensa sudah dicuci bersih, besar kemungkinan ada sobekan mikro. Jangan ambil risiko, langsung buang dan ganti dengan pasangan yang baru. Korneamu jauh lebih berharga daripada sepasang softlens.

5. Penumpukan Protein

Air mata kita secara alami mengandung protein, lipid (lemak), dan kalsium. Saat kita memakai lensa kontak, zat-zat alami ini perlahan-lahan akan menempel dan menumpuk di permukaan lensa.

Kalau kamu tidak membersihkan softlens dengan benar setiap hari, tumpukan protein ini akan mengeras dan membuat permukaan lensa menjadi buram serta bergelombang. Permukaan yang tidak rata inilah yang akhirnya menjadi penyebab softlens terasa mengganjal di mata.

Cara Mengatasinya: Jangan cuma merendam softlens di dalam cairan! Terapkan metode rub and rinse. Letakkan lensa di telapak tangan, teteskan solution, lalu gosok perlahan dengan jari selama sekitar 15-20 detik.

Setelah itu bilas, baru simpan di dalam tempatnya. Kalau kamu merasa mata cepat buram padahal softlens belum kedaluwarsa, mungkin kamu perlu beralih ke cairan pembersih yang memiliki formula protein remover yang lebih kuat.

6. Ukuran Tidak Pas

Banyak yang mengira beli softlens itu cuma soal memilih warna dan minus mata saja. Padahal, mata kita punya ukuran kelengkungan (Base Curve/BC) dan diameter yang berbeda-beda layaknya ukuran sepatu.

Kalau kamu memakai softlens dengan kelengkungan yang terlalu ketat atau justru terlalu longgar untuk bola matamu, lensa tidak akan duduk dengan nyaman. Lensa yang terlalu longgar akan terus bergeser setiap kali kamu berkedip, menimbulkan rasa mengganjal yang konstan.

Cara Mengatasinya: Kalau kamu baru pertama kali memakai lensa kontak atau ingin mencoba merek baru yang ukurannya berbeda dari biasanya, sangat disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter mata atau optik tepercaya. Mereka bisa mengukur kelengkungan bola matamu dan merekomendasikan ukuran BC serta diameter yang paling pas.

7. Alergi Terhadap Cairan Pembersih

Pernahkah kamu mengganti merek cairan pembersih softlens, lalu tiba-tiba mata selalu terasa perih dan mengganjal setiap kali memakainya? Ini bisa jadi indikasi bahwa matamu sensitif atau alergi terhadap bahan pengawet tertentu yang ada di dalam multi-purpose solution tersebut.

Reaksi alergi ini membuat konjungtiva (selaput bening yang menutupi mata) meradang dan membengkak ringan, sehingga softlens terasa tidak muat dan mengganjal.

Cara Mengatasinya: Coba ganti cairan pembersihmu dengan merek lain, atau beralihlah ke hydrogen peroxide solution. Pembersih jenis ini biasanya tidak mengandung pengawet buatan dan sangat ampuh membersihkan kotoran. Tapi ingat, ikuti instruksi penggunaannya dengan ketat, karena larutan hidrogen peroksida harus dinetralkan dulu menggunakan case khusus sebelum lensanya aman masuk ke matamu.

8. Overwear

Mata kita membutuhkan asupan oksigen secara langsung dari udara bebas untuk tetap sehat. Memakai softlens terlalu lama, apalagi sampai terbawa tidur, akan menghalangi aliran oksigen ke kornea. Saat kornea kekurangan oksigen, mata akan membengkak secara mikroskopis, memerah, dan menciptakan ilusi seolah-olah ada benda asing yang mengganjal di dalamnya.

Cara Mengatasinya: Patuhi batas waktu pemakaian harian. Idealnya, jangan memakai softlens lebih dari 8-10 jam berturut-turut dalam sehari. Berikan matamu libur paling tidak 1-2 hari dalam seminggu dengan hanya memakai kacamata. Dan yang paling penting: jangan pernah tidur menggunakan softlens, seberapa lelahnya pun kamu sehabis pulang kerja atau hangout!

Kalau kamu sudah mengecek dan melakukan semua solusi di atas tapi mata tetap terasa mengganjal, perih, dan memerah, segera lepaskan softlens dan istirahatkan matamu. Jangan ragu untuk mengunjungi dokter spesialis mata jika rasa sakitnya berlanjut ya!