Tips Memulai Obrolan untuk Kamu Si Introvert
Orang-orang dengan kepribadian introvert sering disalahpahami sebagai sosok yang terlihat enggan berbicara atau mengobrol dengan orang lain.
Turns out, hal tersebut tidak 100% benar, Babes. Ada kalanya, para introvert memilih diam karena mereka adalah pendengar yang baik dan memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk menyelesaikan perkataan mereka terlebih dahulu.
Di sisi lain, beberapa orang yang introvert mungkin perlu waktu untuk memulai suatu pembicaraan, atau memikirkan terlebih dahulu topik apa yang akan mereka ajukan untuk memulai percakapan.
Untuk kamu para introvert, tidak perlu khawatir! Seiring berjalannya waktu, kamu bisa berlatih untuk memulai obrolan perlahan-lahan melalui beberapa tips yang dapat dilakukan.
Simak Tips Memulai Obrolan untuk Kamu Si Introvert

No more worries, Cosmo Babes. Berikut ini Cosmo akan memberikan sejumlah tips memulai obrolan untuk kamu si introvert. So, check this out!
Kurangi rasa cemas
Well, para introvert mungkin ada yang merasa cemas saat harus memulai obrolan, baik itu obrolan ringan hingga berat sekalipun.
Namun, agar pembicaraan bisa berjalan dengan lancar dan nyaman, sebaiknya kurangi rasa cemas ini. Sebaliknya, tetaplah berpikir rasional dan positif. Everything will work out!
Bersikaplah penuh tujuan
Believe it or not, pikiran cenderung menjadi kenyataan, Babes. Jika kamu memulai obrolan ringan dengan keyakinan bahwa hal itu tidak ada gunanya atau berpikir itu akan membosankan, kemungkinan besar kenyataannya bisa menjadi seperti itu.
Alih-alih merenungkan pikiran negatif, ingatkan dirimu bahwa obrolan ringan bukan hal yang sepele. Obrolan ringan memiliki tujuan penting, membantu membangun fondasi untuk percakapan yang autentik dan hubungan yang lebih dalam di masa mendatang.
Anggap obrolan ringan sebagai hidangan pembuka ringan sebelum hidangan utama, dan dekati dengan tujuan yang baru, Babes.
Ajukan ‘open-ended questions’
Tips lainnya, kamu bisa mengajukan 'open-ended questions' atau pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka.
Misalnya, pertanyaan yang bisa kamu jawab dengan 'ya' atau 'tidak' adalah pertanyaan tertutup, sementara pertanyaan yang tidak bisa kamu jawab dengan kedua hal tersebut merupakan pertanyaan terbuka.
Misalnya, ketika kamu bertanya kepada seseorang, 'Apa kabar?' jawabannya biasanya singkat. Tetapi pertanyaan terbuka bisa memicu respons yang jauh lebih lengkap. Kamu bisa mencoba pertanyaan seperti, 'Apa bagian terbaik dari akhir pekan?', 'Bagaimana kamu bisa terjun ke bidang pekerjaan ini?', atau 'Apa yang biasanya kamu lakukan untuk bersantai?'.
Share some personal details!
Well, membagikan hal-hal pribadi ke orang lain menjadi hal sulit bagi para introvert. Berbicara tentang diri sendiri membuat diri kita menjadi pusat perhatian, dan terkadang bisa merasa canggung dan membuka diri.
Para introvert mungkin akan menahan diri sampai benar-benar mengenal seseorang. Well, hal ini terkadang membuat para introvert terjebak dalam obrolan ringan yang dangkal berulang kali, tanpa cara untuk memajukan percakapan.
Cara yang baik untuk keluar dari siklus itu adalah dengan menyelipkan beberapa detail pribadi ke dalam percakapan dan melihat apa yang sesuai dengan orang lain.
Misalnya, ketika dihadapkan dengan pertanyaan rutin, 'Bagaimana kabarmu?' jangan hanya menjawab, 'Aku baik-baik saja, bagaimana kabarmu?'. Sebaliknya, cobalah untuk sedikit memperluasnya seperti mengatakan, 'Aku memanjakan diri dengan kopi ekstra, jadi aku lebih semangat untuk menjalani hari ini.'
Be kind to yourself!
Introvert biasanya adalah jiwa yang introspektif dan mampu berkonsentrasi dalam waktu lama. Namun, bakat ini bisa menjadi 'kutukan' ketika introvert terus memikirkan kesalahan dan kegagalan yang mereka rasakan.
Jika suatu usaha tidak berjalan dengan baik, introvert mungkin akan memutar ulang kejadian tersebut dalam pikiran mereka dan menyalahkan diri sendiri karena tidak melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda.
Jika kamu mengacaukan percakapan atau menyesal telah mengatakan ini atau itu, luangkan beberapa menit untuk merenung dan fokus pada pelajaran yang kamu dapatkan untuk lain kali. Kemudian, lepaskan saja.
Setiap orang membuat kesalahan, untuk mencapai sesuatu yang berharga, kamu harus rela gagal berkali-kali (dan terkadang terlihat konyol) sebelum mencapai kesuksesan.
Good luck, Cosmo Babes!