Bernadya Umumkan Konser Terbesarnya, "Semoga Hanya di Mimpi Album Showcase"

Redaksi 13 Jul 2026

Kabar baik buat Bersenadya dan para Cosmo babes! Menyusul perilisan album kedua bertajuk Semoga Hanya di Mimpi, Bernadya resmi mengumumkan konser terbesarnya sejauh ini, memberi kesempatan bagi para penggemar untuk menyelami lebih dalam mimpi dan universe dari album barunya. Pengumuman "Wardah Derma Sensitive Presents: Bernadya Semoga Hanya di Mimpi Album Showcase" ini pun langsung mengundang antusiasme yang luas. Konser akan digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Tennis Indoor Senayan dan disebut sebagai produksi terbesar yang pernah dilakukan Bernadya sejak debutnya.

Dari sisi konsep, Bernadya menggandeng Edy Khemod, drummer Seringai sekaligus visual director ternama, untuk mengisi peran creative director. Kolaborasi perdana keduanya ini digadang-gadang menjadi starting point dari sebuah universe baru yang akan terus dikembangkan pada masa mendatang.

Bernadya sendiri menuturkan bahwa pesan dalam album Semoga Hanya di Mimpi tidak segamblang album sebelumnya, sehingga ia berharap showcase ini dapat menjadi medium bagi para pendengar untuk lebih memahami dan larut ke dalam dunia mimpinya, lagu demi lagu. Konsep yang cukup vulnerable ini justru menjadi salah satu daya tarik utamanya.

Sebagai sponsor utama, Wardah melalui lini Derma Sensitive turut menghadirkan pesan mengenai kesehatan emosional dan self-care yang autentik. Pendekatan ini selaras dengan citra Bernadya yang dikenal jujur dalam mengekspresikan perasaan melalui karya-karyanya. Head of Wardah Brand Face Care, Arum Pratiwi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi cara mereka menghadirkan kecantikan yang juga berbicara tentang emotional connection, bukan semata-mata produk.

Tersedia beberapa kategori tiket dengan harga presale mulai dari Rp300.000 hingga Rp1.475.000 yang dapat Cosmo Babes dapatkan secara resmi melalui bearnotber.com.

CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, menegaskan bahwa rentang harga ini dirancang secara khusus agar pengalaman menonton tetap accessible bagi lebih banyak pendengar.

Di tengah industri musik yang serba cepat, cara Bernadya membangun kariernya terasa jauh lebih intentional: perlahan, namun tetap jujur. Konser ini bukan sekadar perayaan atas album barunya, melainkan juga sebuah pengakuan bahwa proses berdamai dengan diri sendiri layak mendapatkan panggung semegah ini.

Apakah Cosmo Babes sudah sempat mendengarkan album "Semoga Hanya di Mimpi" sebagai warm-up menjelang 25 Juli mendatang?