Sebastian Gunawan Signature Merayakan Glamor Era 1920-an di Koleksi Jazz & Jasper

Rayoga Akbar 14 Jul 2026

The Roaring Twenties kembali hidup di panggung Sebastian Gunawan Signature. Dalam fashion show yang digelar di Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, pada 7 Juli 2026 lalu, Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese menghadirkan koleksi terbaru bertajuk Jazz & Jasper. Namun, inspirasi yang mereka angkat tidak berhenti pada estetika fashion era 1920-an. Koleksi ini juga merangkum semangat kebebasan, ritme musik jazz, hingga kemegahan arsitektur Art Deco ke dalam sederet busana malam yang dramatis sekaligus modern.


The Spirit of Jazz & Jasper 

Nama Jazz & Jasper dipilih bukan tanpa alasan. Jazz menjadi representasi semangat kebebasan dan dinamika budaya yang berkembang pesat pada dekade 1920-an. Sementara itu, Jasper merujuk pada batu yaspis yang identik dengan kemewahan sekaligus menjadi metafora bagi garis-garis geometris khas Art Deco.

Inspirasi tersebut berawal dari pengalaman Sebastian dan Cristina menikmati konser jazz. Pengalaman itu kemudian berkembang menjadi eksplorasi yang memadukan musik, seni, dan arsitektur ke dalam koleksi yang tidak hanya glamor, tetapi juga menawarkan interpretasi baru tentang gaya feminin yang modern.


Reimagining the Flapper Dress 


Jika ada satu siluet yang paling identik dengan era 1920-an, jawabannya tentu flapper dress. Siluet longgar dengan pinggang rendah tersebut menjadi titik awal eksplorasi Sebastian Gunawan Signature.

Sebastian dan Cristina tidak menerjemahkannya secara literal. Keduanya memperbarui proporsinya sehingga flapper dress tampil lebih bervolume dengan permainan konstruksi yang dramatis. Bordir multiwarna menciptakan tekstur yang kaya, sementara neckline berbentuk V menghadirkan sentuhan sensual. Aplikasi embellishment bermotif floral semakin memperkuat kesan mewah tanpa terasa berlebihan.

Permainan volume inilah yang membuat flapper dress dalam koleksi ini terasa relevan untuk perempuan masa kini, bukan sekadar nostalgia terhadap masa lalu.


Mini Dresses, Maximum Statement

Hemline yang semakin pendek menjadi salah satu simbol pembebasan perempuan pada era 1920-an. Sebastian dan Cristina menerjemahkan semangat tersebut melalui sederet mini dress dengan karakter yang beragam.

Mulai dari baby doll dress yang feminin, mini dress dengan cape dan kerah berkarakter playful, hingga gaun pendek yang dipadukan bersama outer tailoring berpotongan tegas. Hasilnya adalah rangkaian look yang tetap memiliki DNA flapper, tetapi tampil lebih kontemporer dan versatile.


A Feathered Affair


Tekstur menjadi salah satu kekuatan utama koleksi ini. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan material bulu yang hadir pada gaun strapless maupun cape dramatis yang dikenakan di atas gaun transparan.


Material bulu tidak hanya berfungsi sebagai aksen dekoratif. Setiap langkah para model menciptakan efek gerak yang membuat siluet busana terasa semakin hidup dan teatrikal. Seductive, glamorous, and effortlessly dramatic.


Playing with Volume & Proportion


Eksplorasi volume tidak hanya hadir pada flapper dress. Deretan evening gown juga menunjukkan eksperimen keduanya terhadap siluet tubuh.

Gaun-gaun malam tampil dengan torso yang pas badan sebelum berkembang menjadi rok berstruktur yang kokoh dan dramatis. Beberapa look strapless hadir dalam potongan asimetris maupun motif garis yang memberi ilusi bentuk baru. Lewat permainan proporsi tersebut, Sebastian Gunawan Signature menunjukkan bahwa glamour klasik masih memiliki banyak kemungkinan untuk dieksplorasi.


The Case for Evening Pants


Salah satu kejutan menarik datang dari kehadiran celana sebagai bagian dari eveningwear. Sebastian dan Cristina menawarkan alternatif bagi perempuan yang ingin tampil formal tanpa harus mengenakan gaun.

Celana hadir sebagai bagian dari setelan bersama atasan sleeveless yang dipenuhi bordir dan embellishment. Ada pula balloon pants yang dipadukan dengan crystal bralette, menghasilkan tampilan malam yang terasa lebih berani.


Beyond the Glamour

Glamor dan kebebasan mungkin bukan dua kata yang selalu berjalan beriringan. Namun, keduanya justru menjadi dua hal yang mendefinisikan era 1920-an. Di balik gaun-gaun berkilau dan pesta yang meriah, tersimpan kisah tentang masyarakat yang berusaha bangkit setelah Perang Dunia I. Setidaknya, sebelum dunia kembali dilanda perang beberapa tahun kemudian, ada keinginan kolektif untuk menikmati hidup, merayakan harapan, dan menatap masa depan dengan lebih optimistis.


Melalui Jazz & Jasper, Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese mungkin bermaksud menerjemahkan kekaguman mereka terhadap era tersebut ke dalam sebuah koleksi. Namun lebih dari itu, koleksi ini juga menghidupkan kembali semangat yang melatarbelakanginya: kebebasan untuk berekspresi, kegembiraan untuk merayakan hidup, dan optimisme yang terasa relevan, baik bagi mereka yang menyaksikannya di atas runway maupun mereka yang kelak mengenakannya.