Toton Hadirkan Narasi Optimisme di Koleksi Terbaru
Sejatinya, insting kreatif seorang desainer kerap terpicu oleh dinamika sosial di sekitarnya. Naik turunnya kehidupan menjadi sumber inspirasi yang menggerakkan sebuah narasi. Begitu pula bagi Toton dalam koleksi terbarunya yang dipresentasikan di Ballroom Hotel Mulia pada 10 Juli 2026.
Bertajuk Kala, Toton menggali inspirasi dari mitologi Batara Kala dalam tradisi Jawa dan Bali. Dalam keterangan pers, Toton menjelaskan bahwa koleksi ini lahir dari kegelisahan masyarakat yang hidup di tengah ketidakpastian politik, ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Batara Kala identik dengan kehancuran dan kematian. Namun, di balik citra tersebut, ia juga melambangkan awal dari sebuah pembaruan. Spirit inilah yang menjadi benang merah koleksi terbaru Toton, sebuah optimisme yang lahir justru dari masa-masa penuh ketidakpastian.
Dualisme Gaya di Koleksi Toton

Dualitas Batara Kala diterjemahkan Toton melalui pertemuan dua bahasa busana. Siluet tradisional seperti kebaya, Baju Bodo, serta busana khas Jawa dan Bali berdialog dengan safari suit dan tailoring bergaya militer, menghadirkan ketegangan yang terasa harmonis.
Peragaan dibuka dengan tampilan yang memancarkan sisi feminin sekaligus tangguh melalui atasan tailoring berpotongan off-shoulder. Dalam semesta Toton, tailoring tak pernah sekadar menjadi simbol kekuatan, tetapi juga keanggunan. Blazer dipadukan dengan rok asimetris maupun celana berpotongan lebar, menghasilkan siluet yang tegas tanpa kehilangan kelembutannya.

Sementara itu, kebaya dan Baju Bodo diinterpretasikan ulang menjadi atasan dan luaran berhias motif serta bordir floral. Sentuhan feminin yang lebih kontemporer hadir lewat gaun beraksen lipit dan atasan serupa yang dipadukan dengan celana denim, menciptakan keseimbangan antara tradisi dan modernitas.
Elemen yang paling mencuri perhatian datang dari permainan fringe. Toton mengolahnya dalam nuansa tribal yang tetap terasa wearable. Kehadirannya tak hanya memperkaya tekstur, tetapi juga mempertegas karakter whimsical sekaligus menunjukkan perhatian sang desainer terhadap detail craftsmanship.

Palet warna yang digunakan didominasi rona hangat dan lembut seperti krem, putih gading, abu-abu, serta merah muda pucat. Di tengah palet yang tenang tersebut, semburat biru yang terinspirasi bunga telang hadir sebagai aksen kontras yang memberi energi baru.
Narasi Optimisme

Presentasi koleksi semakin kuat melalui instalasi Batara Kala dan tata cahaya yang temaram, membangun atmosfer yang dramatis sekaligus kontemplatif. Setiap tampilan menawarkan karakter yang berbeda: ada yang terasa puitis, ada yang memancarkan kekuatan, sementara yang lain tampil lebih ekspresif dan penuh perayaan.
Toton juga memberi ruang untuk inklusivitas. Ia menampilkan model dalam berbagai bentuk tubuh. Sebuah pernyataan bahwa fashion seharusnya tak pernah dibatasi oleh standar kecantikan yang bias dan usang.
Fashion should uplift our spirit. Gagasan tersebut tak hanya hadir melalui busana, tetapi juga tercermin dalam salah satu momen paling menyentuh di penghujung peragaan. Ketika seorang model mengalami cedera di atas runway, model lain sigap menghampiri dan membantunya menyelesaikan finale bersama.
Momen spontan itu menjadi pengingat bahwa optimisme mungkin merupakan sebuah pilihan, tetapi kemanusiaan adalah cahaya yang membantu kita melewati setiap ketidakpastian.