Tips Agar Kuku Kamu Lebih Kuat, Sehat, dan Anti Patah
Banyak yang mengira kuku kuat cuma bisa didapat dari perawatan manikur mahal. Faktanya, rutinitas harian dan apa yang kamu konsumsi jauh lebih berpengaruh.
Kuku rapuh adalah sinyal bahwa tubuh atau kebiasaanmu butuh sedikit perbaikan. Mulai dari mengubah asupan gizi hingga cara merawat kuku yang benar, ini 10 tips simpel yang bisa langsung kamu praktikkan hari ini juga.
1. Rutin Mengonsumsi Suplemen Biotin
Biotin, yang juga sering disebut sebagai vitamin H atau vitamin B7, adalah salah satu anggota keluarga vitamin B kompleks yang punya peran krusial bagi kesehatan tubuh. Karakteristik utama dari biotin adalah sifatnya yang larut dalam air. Artinya, tubuh kita tidak bisa menyimpannya dalam jangka waktu lama, sehingga kamu harus memastikan asupannya terpenuhi setiap hari melalui makanan atau suplemen.
Biotin ini sangat terkenal khasiatnya dalam membantu memperkuat struktur rambut dan kuku, sekaligus menjaga agar sistem saraf tubuh berfungsi dengan optimal.
Untuk mendapatkan asupan harian yang cukup, kamu bisa rajin mengonsumsi makanan yang kaya akan biotin. Beberapa contoh makanan tersebut adalah ikan sarden, telur yang dimasak matang (ingat, telur mentah justru bisa menghambat penyerapan biotin!), serta berbagai jenis kacang-kacanga.
Kalau kamu merasa asupan dari makanan belum cukup, mengonsumsi suplemen vitamin B kompleks bisa jadi pertimbangan. Namun, pastikan kamu selalu berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan sebelum mulai meminum suplemen biotin jenis apa pun, ya, agar dosisnya pas dan aman untuk kondisi tubuhmu.
2. Batasi Paparan Air yang Terlalu Lama

Apakah kamu sering mencuci piring tanpa sarung tangan atau hobi berendam lama di bathtub? Hati-hati, kuku yang terlalu sering dan terlalu lama terendam air bisa menjadi sangat lunak. Ketika kuku menyerap air lalu mengering kembali secara berulang-ulang, strukturnya akan melemah, menjadi rapuh, dan mudah sekali mengelupas.
Oleh karena itu, mulailah membiasakan diri memakai sarung tangan karet saat harus mencuci piring atau membersihkan rumah. Selain itu, saat sedang mandi atau berendam, usahakan agar tanganmu tidak terus-menerus berada di dalam air. Tentu saja kita tidak mungkin sepenuhnya menghindari air, tetapi menyadari batasan ini dan lebih berhati-hati adalah langkah pencegahan yang sangat efektif.
3. Jaga Hidrasi Tubuh dari Dalam
Kita semua tahu bahwa minum air yang cukup adalah kewajiban mutlak untuk menjaga kesehatan secara umum, dan ternyata kesehatan kuku pun sangat bergantung pada hal ini. Jika tubuhmu kekurangan cairan atau dehidrasi, bagian tubuh yang paling ujung seperti kuku dan rambut akan menjadi korban pertamanya.
Tanpa kelembapan yang memadai dari dalam, kuku akan kehilangan elastisitas alaminya sehingga menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan ujungnya mengelupas. Dengan rutin minum air putih setiap hari (idealnya sekitar 2 liter atau 8 gelas), kamu tidak hanya menyegarkan tubuh, tapi juga membantu kuku mempertahankan kelembapan alaminya sehingga tetap kuat dan tidak gampang retak.
4. Perhatikan Nutrisi dan Pola Makan Harian
Mendapatkan kuku yang kuat harus dimulai dari piring makanmu. Pastikan kamu selalu mengonsumsi diet yang padat nutrisi dan bervariasi. Jika pola makanmu kekurangan vitamin dan mineral esensial, dampaknya akan terlihat jelas pada seluruh tubuh, tak terkecuali pada kondisi kuku kamu.
Kamu bisa mempertimbangkan asupan yang terbukti berhubungan erat dengan peningkatan kesehatan kulit dan kuku, seperti zinc (seng), vitamin A, vitamin B12, dan zat besi.
Selain itu, berbagai penelitian kesehatan juga menunjukkan bahwa peptida kolagen sangat ampuh untuk meningkatkan kualitas kuku dan kulit. Kabar baiknya, kamu bisa memasukkan kolagen secara alami dengan cara mengonsumsi makanan tinggi protein.
Cobalah variasi sumber protein lezat seperti daging sapi tanpa lemak, daging unggas, telur, kacang lentil, kacang tanah, dan kacang hitam. Lagi-lagi, kalau kamu berniat menambah suplemen khusus untuk nutrisi ini, pastikan untuk ngobrol dulu dengan dokter agar tidak berbenturan dengan obat resep yang mungkin sedang kamu konsumsi.
Catatan Penting: Perubahan dari pola makan biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan untuk terlihat hasilnya pada kuku baru yang tumbuh. Jadi, bersabarlah dan jadikan ini gaya hidup!
5. Selektif Memilih Produk Perawatan & Pembersih
Banyak dari kita tidak sadar bahwa produk yang kita pakai sehari-hari adalah tersangka utama penyebab kuku rusak. Pertama, soal kuteks dan penghapus kuteks. Banyak cat kuku yang mengandung bahan kimia keras yang secara perlahan merusak lapisan pelindung kuku. Nail polish remover yang mengandung acetone juga harus sangat dihindari karena sifatnya yang super mengeringkan dan bisa menguras minyak alami kuku.
Kedua, hati-hati dengan hand sanitizer dan produk pembersih rumah tangga. Kalau kamu sering memakai hand sanitizer beralkohol tinggi, usahakan agar cairannya tidak mengenai kuku secara langsung, karena alkohol sangat membuat kuku menjadi kering dan kaku.
Saat menggunakan cairan pembersih rumah, selalu gunakan sarung tangan karet. Bahan kimia pada produk pembersih sangat agresif dan bisa langsung melemahkan kuku. Terakhir, perhatikan juga sampo yang kamu pakai! Kalau kamu memakai sampo untuk rambut berminyak, busanya saat keramas bisa ikut melunturkan kelembapan kuku. Cobalah ganti sampo yang lebih melembapkan selama beberapa minggu dan lihat perbedaannya pada kuku kamu.
6. Kurangi Penggunaan Kuku Palsu
Kuku gel dan akrilik memang sering dipromosikan sebagai jalan pintas untuk memiliki kuku panjang dan cantik, apalagi buat mereka yang kesulitan memanjangkan kuku secara alami. Namun faktanya, penggunaan yang terlalu sering justru membawa bencana bagi kuku aslimu.
Proses aplikasi dan pelepasan kuku gel/akrilik sering kali membuat lapisan atas kuku asli terkelupas dan menipis. Kalau kamu memang sangat suka memakainya, berikan jeda yang cukup panjang di antara pemakaian agar kuku aslimu punya waktu untuk bernapas dan memulihkan diri.
Hal lain yang patut diwaspadai adalah paparan sinar Ultraviolet (UV) yang digunakan untuk mengeringkan kuteks gel. Paparan sinar UV di area tangan merupakan faktor risiko penuaan dini pada kulit yang menyokong pertumbuhan kuku, dan lebih parahnya, bisa menjadi faktor risiko kanker kulit.
Kalau kamu tetap harus melakukan manikur gel, para ahli kesehatan kulit sangat menyarankan untuk mengoleskan sunscreen (tabir surya) pada tanganmu setidaknya 20 menit sebelum tangan dimasukkan ke bawah lampu UV.
7. Beri Waktu Kuku untuk "Bernapas" dari Kuteks
Menggunakan kuteks terus-menerus tanpa henti, sekalipun itu adalah produk yang diklaim 'non-toxic' atau bebas racun, pada akhirnya akan melemahkan struktur kuku. Warna kuteks juga bisa membuat kuku menjadi kuning.
Terapkan aturan simpel ini: setelah memakai kuteks selama satu minggu atau lebih, segera hapus menggunakan remover yang bebas aseton. Setelah itu, biarkan kuku kamu tampil polos dan natural setidaknya selama satu minggu penuh sebelum diwarnai lagi.
8. Pertahankan Ukuran Kuku yang Lebih Pendek

Kuku yang sangat panjang memang terlihat cantik, tapi risiko kerusakannya juga jauh lebih besar. Kuku panjang sangat rawan tersangkut di pakaian, terbentur keyboard, atau patah saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Sebaliknya, kuku yang ukurannya lebih pendek cenderung lebih stabil, lebih kuat, dan risiko untuk sumbing, retak, atau terbelah menjadi jauh lebih kecil. Menjaga kuku agar tetap pendek, rapi, dengan ujung yang sedikit membulat adalah cara termudah dan paling minim perawatan agar kuku selalu kuat setiap saat.
9. Kuku Kamu Bukanlah Alat Perkakas!
Ini adalah kebiasaan buruk yang sering kita lakukan tanpa sadar. Berapa kali kamu menggunakan kuku untuk mencungkil pembuka kaleng soda, mengelupas stiker harga, atau membuka gantungan kunci yang keras? Mulai sekarang, hentikan kebiasaan tersebut.
Kuku manusia tidak didesain untuk menahan tekanan seperti itu. Alih-alih mengorbankan kukumu, gunakanlah bagian bantalan jari saat melakukan tugas ringan, atau gunakan alat yang sesungguhnya untuk hal-hal yang membutuhkan tenaga ekstra. Menggunakan kuku sebagai alat perkakas bisa membuat kuku retak dan sumbing.
10. Rajin Mengoleskan Lotion atau Hand Cream

Sama halnya seperti kulit wajah, kuku dan kutikula juga butuh pelembap. Setiap kali selesai menghapus cat kuku dengan remover, atau kapan pun kamu merasa kulit tangan sedang kering, segera aplikasikan hand cream atau lotion.
Bahkan lebih baik lagi jika kamu membiasakan diri memakai lotion setiap kali sehabis mencuci tangan dengan sabun. Saat mengoleskan krim, luangkan waktu ekstra untuk memijat krim tersebut tepat di area kuku dan kutikula. Hal ini akan mengunci kelembapan dan merangsang sirkulasi darah ke area akar kuku, yang sangat bagus untuk pertumbuhan kuku baru yang sehat.
Merawat kuku sebenarnya bentuk self-care yang sangat mudah dan murah kalau kita tahu caranya. Dengan menerapkan 10 tips santai di atas secara konsisten, kamu pasti akan melihat perubahan positif yang signifikan. Selamat mencoba, dan nikmati kuku baru kamu yang lebih kuat, sehat, dan cantik alami!