Afgan Sukses Ramaikan JICC dengan Konser Solonya “Retrospektif: The Concert”!
"Terima kasih cinta, untuk segalanya…" familier dengan penggalan lirik tersebut? Cosmo rasa, banyak dari Cosmo Babes yang pasti tahu penggalan lirik itu. Yes, itu merupakan penggalan lirik dari lagu Terima Kasih Cinta, yang dipopulerkan oleh Afgan. Tak terasa, ternyata lagu yang sempat menduduki jajaran posisi teratas di radio ini sudah berusia 18 tahun. Namun hingga saat ini, lagu itu masih santer terdengar di radio. Dengan lahirnya lagu Terima Kasih Cinta, ini menjadi penanda permulaan karier Afgan di industri musik. And yup, sudah 18 tahun Afgan menjajaki industri musik. Sebagai pengingat 18 tahun karier bermusiknya, Afgan menggelar konser tunggal yang bertajuk Retrospektif: The Concert.
Retrospektif: The Concert Dipadati 4.000 Penonton di JICC
Sebanyak 4.000 penonton meramaikan Jakarta International Convention Center (JICC) atau yang dulu lebih dikenal dengan nama JCC. Ada 9 kategori tiket yang dijual, dan semuanya terjual habis. Sudah jelas antusiasme para Afganisme—nama fanbase Afgan—sangat kuat. Ini juga terbukti selama hampir tiga jam Afgan menyanyikan 30 lagunya dan seisi Plenary Hall JICC menyanyikan lagu-lagunya dengan lantang, termasuk Cosmo yang duduk di kategori VIP Left.

Konser yang mengusung konsep Grand Symphonic Universe ini terbagi menjadi empat babak dan mengikuti perjalanan musik Afgan selama 18 tahun ini, mulai dari awal karier, hingga proses pendewasaan. Retrospektif: The Concert dibuka dengan lagu Misteri Dunia, serta sorak sorai penonton yang telah menantikan kehadiran Afgan di panggung megah tersebut. Babak pertama konser ini diiringi oleh musik dari The Gandarians. Afgan menggandeng empat kolaborator di konsernya, dan kolaborator pertama, yaitu Petra Sihombing, tampil menyanyikan lagu Tak Ada Rencana bersama Afgan.
Memasuki babak kedua, tirai di panggung tingkat atas terangkat dan hadir Erwin Gutawa Orchestra yang membuka babak dengan overture megah, kemudian dilanjut dengan lagu Jalan Terus. Di babak kedua ini, Petra Sihombing kembali hadir di lagu Peluk yang juga berkolaborasi dengan grup choir yakni Paragita. Berbeda dengan kolaborasi di lagu sebelumnya, pada lagu ini, Petra Sihombing hanya memainkan gitarnya. Selama lagu Peluk berlangsung, Plenary Hall, JICC berubah menjadi lautan cahaya berkat flashlight dari ponsel para penonton. Tentu ini membuat suasana semakin syahdu.

Masih di babak kedua, kolaborator selanjutnya tampil dengan menawan, dan ia adalah Mahalini yang membawakan lagu Sadis bersama Afgan. Suara merdu Mahalini menggema dengan indah di lokasi pertunjukan. Kemudian, eksplorasi musik Afgan ditampilkan di babak ketiga. Ia menyanyikan lagu-lagu berbahasa Inggrisnya secara medley. Dan kolaborator terakhir, Kris Dayanti, membuat pertunjukan semakin istimewa nan magis. Sang diva Indonesia ini menyanyikan empat lagu yaitu, Kepastian, Kamu Yang Ku Tunggu, Percayalah, dan Ada dengan aransemen orkestra yang mewah.
Di babak penutup, lagu-lagu upbeat dimainkan dan menjadi penutup yang menyenangkan. Hadir lagu-lagu hits Afgan seperti Dia, Dia, Dia, Panah Asmara, juga Kacamata yang menjadi lagu terakhir. Dan konser ditutup dengan riang gembira. Selama 2,5 jam konser berlangsung, para penonton disuguhi pertunjukan yang interaktif. Tak hanya menyanyikan lagu-lagunya, namun Afgan juga berinteraksi bersama para penonton.
Bagi Cosmo yang menonton langsung Retrospektif: The Concert, ini bukan sekadar konser biasa, namun konsep yang digodok dengan matang pun dieksekusi dengan baik. FYI, Afgan mendapuk Shadtoto Prasetio sebagai Creative Director konser ini. Selain itu, busana Afgan ditata oleh Ajeng Svastiari dengan balutan busana lokal yaitu Sean Sheila, Sapto Djojokartiko, Temma Prasetio, dan Alto Project. So, keseluruhan konser ini menyampaikan sisi Afgan yang lebih berani, terbuka, juga personal alunan musik yang indah, permainan visual yang ciamik, juga storytelling. So babes, siapa yang ikut meramaikan konser Retrospektif: The Concert di tanggal 18 Juli lalu?
Simak juga keseruan konsernya di akun Instagram @cosmoindonesia, babes!
'.