Exclusive: DINO SEVENTEEN Mengekspansi Musikalitasnya Lewat Alter Ego Picheolin dan 1st Mini Album 吉BOARD(Gilboard)

Giovani Untari 04 Aug 2026

SCROLL DOWN FOR ENGLISH TRANSLATION

Entah dalam bentuk alter egonya, Picheolin atau sebagai DINO, mini album 吉BOARD(Gilboard) ini adalah awal serta ekstensi atas musikalitas DINO yang sesungguhnya. Kita bisa merasakan bagaimana lagu-lagu dan performance di album ini lahir dengan penuh dedikasi dan rasa cinta DINO yang besar pada musik. 

SEVENTEEN is a group without limits.

Dalam 11 tahun perjalanan kariernya sebagai grup K-Pop kenamaan dunia, SEVENTEEN telah memperlihatkan pada kita semua tentang arti kata menjadi unstoppable yang sesungguhnya. Selalu ada hal terbaru dan pertumbuhan yang mereka bawa untuk kita semua. Yang membuatnya semakin menarik, ekspansi demi ekspansi yang SEVENTEEN hadirkan juga menyentuh banyak hal, baik segi musik, genre, performance, akting, bahkan dunia fashion sekalipun.

SEVENTEEN dengan segala sisi versatile mereka, selalu punya caranya tersendiri untuk membawa gebrakan tersendiri atas perjalanan karier dan para personilnya.

Beberapa tahun terakhir misalnya, kita menemui SEVENTEEN tidak hanya aktif sebagai sebuah grup tapi juga sub-unit mereka seperti BSS, JEONGHAN X WONWOO (JxW),HOSHI X WOOZI, S.COUPS X MINGYU (CxM), DK X SEUNGKWAN (DxS), serta VERNON x THE 8 (V8) yang juga begitu dicintai penggemar.

Kombinasi dari personality serta chemistry antar member yang menarik (tidak ada yang bisa menandingi kekompakan mereka!), genre musik dan tema yang berbeda antar unit, jelas menjadi faktor yang kuat dalam mereka menghasilkan sebuah karya. Itulah kekuatan dari SEVENTEEN yang sesungguhnya.

Dan tentu saja itu semua belum berakhir. Sebab kini, DINO – personil termuda mereka juga punya sesuatu yang baru untuk industri musik. Lewat alter egonya bernama Picheolin, DINO menghadirkan mini album pertamanya 吉BOARD(Gilboard) pada tanggal 3 Agustus 2026.

Bagi para penggemar SEVENTEEN, CARAT, nama Picheolin jelas bukan sesuatu yang asing. Sosok ini pertama kali diperkenalkan oleh DINO lewat fan meeting SEVENTEEN di tahun 2021 silam. ICYDK, Picheolin merupakan seorang CEO of BOMG, sekaligus seorang produser all-round. Ia adalah pria berusia 58 tahun yang memiliki karakter humoris, komikal dan easy going di segala kalangan.

Sosoknya yang unik dan jauh berbeda dengan persona DINO, membuat Picheolin dengan cepat diingat oleh para penggemar dan turut mendapat banyak cinta dari mereka. 

Mari kita segarkan ingatan juga! Para fans SEVENTEEN aka CARAT di Indonesia sebenarnya juga sempat “bertemu” dengan sosok Picheolin. Pada ajang The 38th Golden Disc Awards di Jakarta pada tahun 2024 silam, Picheolin hadir menjadi spesial guest pada penampilan BSS untuk lagu “Fighting” yang mendapat sambutan meriah.

Karakter Picheolin yang Terus Bertumbuh dan Menjadi Karya Nyata

Kini, dalam perjalanannya karakter Picheolin juga ikut bertumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar dan dengan karya yang semakin nyata. Lewat mini album Picheolin, 吉BOARD(Gilboard), DINO mengajak kita memasuki dunia bermusiknya secara lebih mendalam.

Nama album ini sendiri juga bahkan memiliki unsur yang positif dan bermakna besar. Yang mana 吉BOARD(Gilboard) diambil dari ‘Gilboard’ istilah yang mewakili budaya musik jalanan di Korea pada tahun 1990-an. Lalu menggabungkan karakter ‘吉’ (Gil), yang berarti ‘keberuntungan” serta frase berbahasa Inggris Board yang berarti panggung.

Images Courtesy: PLEDIS Entertainment (HYBE).

Eksplorasi Genre yang Memperkuat Jati Diri DINO sebagai Musisi

Tujuh buah lagu dengan genre yang beragam telah DINO siapkan untuk kita dengar di album 吉BOARD(Gilboard). Mulai dari  "ZZAN (feat. DINO)", Party Rock Rock (prod. Hitchhiker)", “Sincerely (prod. Lee Hyun Do of DEUX)”, "Mi-cheo Mi-cheo", “Love Sick (narr. Lee Moon Sae)”, "For JEONG and LOVE"  dan “LIKE IT”, setiap perpindahan track-nya terasa seperti memasuki dunia Picheolin yang berwarna dan penuh letupan. 

Ditambah album ini adalah kombinasi yang indah antara berbagai genre serta sentuhan musik tradisional dan modern secara harmonis. Dari awal track hingga akhir, kita sungguh diajak merasakan masuk ke dunia Picheolin yang berwarna, penuh semangat, nostalgia dan menyenangkan. 

Yang perlu kamu ketahui juga, DINO tidak hanya bertransformasi sebagai Picheolin. Ia juga duduk sebagai penulis lirik sekaligus komposer di hampir semua track yang ada di album ini. Keberaniannya dalam mengeksplorasi berbagai genre musik yang dihadirkan di mini album 吉BOARD(Gilboard) adalah cara DINO untuk membuat kita semakin mengenal identitas musikalnya. 

Sebelum merilis lead single “Party Rock Rock (prod. Hitchhiker),” Picheolin telah lebih dahulu mengajak kita berkenalan dengan albumnya lewat pre-release single “Love Sick (narr. Lee Moon Sae)” yang memiliki ritme romantis dan sentimental.

Untuk menambah unsur istimewa dari lagu tersebut, penyanyi dan penyiar radio kenamaan Korea Lee Moon Sae juga turut berpartisipasi dalam mengisi narasi di lagu ini. Ada unsur nostalgia yang kuat dari lagu berirama city pop tersebut.

Kembali dengan karakternya yang witty dan ceria, Picheolin pun ikut memeriahkan suasana dengan merilis pre-single keduanya berjudul "Mi-cheo Mi-cheo". Dengan melodi yang ear-catchy, lagu ini mempresentasikan ‘Heung’, istilah Korea untuk kata hype yang sesungguhnya. So addictive!

Dan tentu saja, lead single “Party Rock Rock (prod. Hitchhiker)" adalah highlight dari mini album ini!

Lagu dengan sentuhan EDM trap ini adalah sebuah lagu yang penuh energi. Video klipnya sendiri membawa kita pada semangat yang festive dan penuh keceriaan. Jangan heran jika lagu ini dapat langsung membuat kamu ikut menyanyikan lagunya! “Party Rock Rock (prod. Hitchhiker)" memang kombinasi yang apik dari semua elemen dari kata menyenangkan itu sendiri. Bahkan video klipnya juga menyampaikan keceriaan yang penuh totalitas dan dance yang playful. Bahkan keluarga DINO juga ikut berpartisipasi di dalam musik videonya. 

Sebuah Mini Album yang Tulus dan Penuh Dedikasi

Bagi Cosmo rasanya kata yang paling tepat dalam menggambarkan album 吉BOARD(Gilboard) ini adalah kegembiraan yang tiada henti. 吉BOARD(Gilboard) adalah sebuah album dapat selalu menjadi mood booster dan menghibur para pendengarnya. Sulit untuk tidak tersenyum dan ikut menyanyikan lagu-lagu di album ini. 

Sebab pada akhirnya apa yang DINO inginkan sebagai musisi adalah adalah agar musiknya dapat menjadi tempat di mana orang-orang dapat melepaskan diri sejenak dari stres dan kekhawatiran harian mereka.

Images Courtesy: PLEDIS Entertainment (HYBE).

Entah dalam bentuk alter egonya, Picheolin atau sebagai DINO, mini album 吉BOARD(Gilboard) ini adalah awal serta ekstensi atas musikalitas DINO yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya. Kita bisa merasakan bagaimana lagu-lagu dan performance di album ini lahir dengan penuh dedikasi dan kecintaan DINO yang besar pada musik.

Juga merupakan cara baru kita untuk mengenal sosok DINO sebagai solois dengan spektrum yang lebih luas lagi, sebagaimana kita tahu betapa besarnya bakat dan passion yang pria kelahiran 1999 tersebut miliki. 

CARAT, simak exclusive interview Cosmo bersama DINO tentang mini album 吉BOARD(Gilboard), bagaimana caranya bertransformasi menjadi Picheolin, hal-hal yang membuatnya bahagia selama mengerjakan album ini (itu penting!) dan impiannya sebagai DINO maupun Picheolin. 

Hai DINO, Picheolin adalah sosok CEO yang versatile namun seperti yang kita tahu, ia memiliki usia yang jauh di atas DINO. Style bermusiknya juga berbeda dengan DINO dan SEVENTEEN. Apa persiapan terbesar kamu untuk merilis album ini, seperti mungkin kamu belajar teknik bernyanyi khusus untuk menjadi Picheolin secara lebih dalam?

DINO: Saya ingin berbagi kisah dan perasaan yang pernah kita semua rasakan pada suatu titik tertentu, sambil memberikan rasa yang hangat dan kenyamanan bagi yang mendengarnya. Dari segi vokal, saya berusaha keras untuk bernyanyi dengan nada yang kaya dan penuh penjiwaan, sekaligus menonjolkan pesona yang ceria dan jenaka.

Di album ini ada sejumlah elemen musik Korea seperti Bbong di lead single “Party Rock Rock” dan genre Trot yang kuat di lagu “Mi-cheo Mi-cheo”. Album ini seperti penggabungan banyak unsur modern dan tradisional yang impresif. Bagaimana cara kamu membuat musik yang related dengan para pendengar yang mungkin baru mendengar genre ini, terlebih bagi para penggemar global?

DINO: Saya rasa saya benar-benar terinspirasi oleh energi Picheolin yang ceria dan bersemangat untuk menghadirkan suasana yang meriah dan penuh kegembiraan dalam album ini. Saya sungguh percaya bahwa meski orang-orang datang mendengarkannya dengan harapan untuk menikmati musik yang ringan, mereka akan tetap merasa tersentuh oleh kehangatan dan ketulusan dalam musik tersebut.

Satu hal yang menarik dari album ini adalah di lagu “ZZAN”, Picheolin berduet dengan DINO. Bagaimana ide awal untuk menyatukan dua karakter ini? Serta membuat kolaborasi keduanya tetap harmonis satu sama lain?

DINO: Ketika ide ini pertama kali muncul, saya berpikir cukup panjang sebelum memutuskan untuk menerima tantangan tersebut. Saya bahkan berusaha untuk membuat garis yang jelas antara DINO dan Picheolin. Menetapkan batasan yang jelas tersebut terasa penting karena saya percaya hal itu pada akhirnya akan menguntungkan kedua persona tersebut secara jangka panjang.

Images Courtesy: PLEDIS Entertainment (HYBE).

Saya sendiri cukup senang kalimat ikonik Picheolin yaitu “, "Sarang-ui nunbit" (사랑의 눈빛 / Eyes of Love),” muncul di sejumlah lagu di album ini. Saya rasa DINO juga tahu seberapa besar karakter ini dicintai oleh para CARAT dan mereka sudah hapal dengan kalimat ini!

Sebagai bagian dari alter egonya, apa reaksi yang kamu harapkan dari para CARAT saat mendengar mini album 吉BOARD(Gilboard)?

DINO: Saya berharap album ini dapat memberikan kegembiraan secara murni dan emosi yang mendalam kepada para pendengarnya. Jika orang-orang dapat merasakan keterikatan yang mendalam dengan kisah-kisah yang terjalin dalam lagu-lagu di album ini, saya yakin ketulusan di balik musik ini akan terpancar dengan sendirinya.

Hampir seluruh lagu di album ini ditulis oleh DINO dan BUMZU. Kamu juga ikut menjadi komposer dan arranger di sejumlah lagu. Saya bisa merasa kerja keras kamu. Apa hal yang paling membahagiakan saat kamu membuat album ini, DINO?

DINO: Saya merasa bahagia sepanjang proses pengerjaan album ini, tetapi kesempatan untuk mencoba begitu banyak gaya vokal yang berbeda selama proses rekaman itulah yang paling saya nikmati.

Di SEVENTEEN, DINO adalah yang termuda dan menjadi bagian dari GEN MZ. Dengan perbedaan usia yang cukup jauh dengan Picheolin, kira-kira apa yang akan Picheolin lakukan tapi tidak akan DINO lakukan, begitu juga sebaliknya? Apa yang ingin kamu sampaikan padanya?

DINO: Sebagai Picheolin, saya merasa benar-benar bebas untuk berbicara terus terang, dan mengeluarkan energi yang menyenangkan itu secara alami. Namun, sebagai DINO, saya pikir saya dapat mengekspresikan diri saya yang paling autentik.

Saya sangat berharap album Mr. Picheolin sukses besar!

Images Courtesy: PLEDIS Entertainment (HYBE).

Oke mari kita berbincang juga tentang DINO. Beberapa tahun terakhir, SEVENTEEN hadir dengan sejumlah sub-unit. Dan kamu menjadi member SEVENTEEN yang kembali sebagai solois dalam wujud Picheolin. Apakah ini sesuatu yang membuat kamu merasa nervous saat harus tampil sendiri di atas panggung?

DINO: Saya sebenarnya tidak merasa terlalu gugup di atas panggung, terutama karena tampil di atas panggung telah menjadi bagian yang alami dari diri saya. Sebaliknya, pikiran saya justru sepenuhnya terfokus pada bagaimana menghadirkan warna dan ciri khas saya sendiri ke atas panggung sebagai seorang penyanyi solo.

Apakah para member SEVENTEEN juga memberi nasihat tersendiri untuk persiapan kamu di mini album 吉BOARD(Gilboard)? Bagaimana reaksi mereka saat mendengar album ini?

DINO: Para member memberikan begitu banyak dukungan kepada saya, mereka memberitahu saya, “Meskipun keadaan menjadi sulit, selama kamu merasa percaya diri, maka percayalah pada dirimu sendiri dan teruslah maju.” Melihat mereka benar-benar menikmati musik saya dan memperhatikan setiap detailnya itu adalah hal yang sangat berarti bagi saya.

Sebagai seorang musisi dan idol, apa yang kamu harap dapat dirasakan  para penggemar dari setiap melihat penampilan DINO?

DINO: Saya berharap penampilan saya bisa menjadi tempat di mana orang-orang dapat melepaskan diri sejenak dari stres dan kekhawatiran harian mereka, meski hanya sebentar—itu dapat menjadi tempat di mana mereka dapat secara bebas untuk tertawa, menangis, dan berbahagia.

Images Courtesy: PLEDIS Entertainment (HYBE).

Kamu sudah berkarier bersama SEVENTEEN selama 11 tahun. Ada banyak kenangan indah dan kalian baru saja kembali memperpanjang kontrak  bersama. Apalagi impian dan hal yang ingin kamu eksplor lebih banyak lagi baik sebagai DINO member SEVENTEEN, Lee Chan dan mungkin Picheolin?

DINO: Impian saya adalah menjadi seorang seniman yang berekspresi dari hati, bukan dari pikiran; yang dapat menyentuh jiwa orang-orang, bukan sekadar mata mereka; serta yang menghadirkan emosi yang mendalam, bukan sekadar hiburan sesaat.

Baik sebagai DINO maupun Picheolin, pada akhirnya itu semua adalah musik saya. Saya ingin terus berkembang, dengan penuh pertimbangan menyisipkan kisah-kisah pribadi saya ke dalam karya yang saya ciptakan, dan membagikannya pada dunia. Pada akhirnya, saya ingin menjadi artis solo yang menonjol dan mewakili Korea!

 

ENGLISH TRANSLATION

Exclusive: SEVENTEEN’s DINO Expands His Musicality Through His Alter Ego Picheolin and 1st Mini Album 吉BOARD (Gilboard).

Whether as his alter ego Picheolin or as DINO himself, the mini album 吉BOARD (Gilboard) marks both a new beginning and an extension of DINO’s true musicality. Through the songs and performances on this album, we can feel the dedication and deep love for music that DINO has poured into every aspect of the project.

SEVENTEEN is a group without limits.

Throughout their 11-year journey as one of the world’s most popular K-pop groups, SEVENTEEN have shown us what it truly means to be unstoppable. There is always something new to discover, along with constant growth that they bring to their fans and the world. What makes their journey even more fascinating is the way their expansion reaches far beyond music—spanning different genres, performance, acting, and even fashion.

With their endless versatility, SEVENTEEN have always found their own way to make an impact, continuously creating new milestones while shaping their individual journeys as artists and as a group.

In recent years, we’ve seen SEVENTEEN thrive not only as a group but also through their beloved sub-units, including BSS, JEONGHAN X WONWOO (JxW), HOSHI X WOOZI, S.COUPS X MINGYU (CxM), DK X SEUNGKWAN (DxS), and VERNON X THE 8 (V8). 

Each unit brings its own unique combination of personalities and chemistry. Because honestly, no one does teamwork quite like SEVENTEEN! Add to that the distinct musical genres and themes explored by each unit, and it becomes clear why every project feels like a world of its own. This, in many ways, is the true strength of SEVENTEEN.

Images Courtesy: PLEDIS Entertainment (HYBE).

And, of course, their story doesn’t end there. This time, DINO—the youngest member of SEVENTEEN is bringing something entirely new to the music scene. Through his alter ego, Picheolin, DINO unveils his first mini album, 吉BOARD (Gilboard), on August 3, 2026.

For SEVENTEEN fans, CARAT, the name Picheolin is certainly nothing new.

DINO first introduced this character during a SEVENTEEN fan meeting back in 2021. ICYDK, Picheolin is the 58-year-old CEO of BOMG and an all-round producer with a humorous, comedic, and easygoing personality that makes him effortlessly likable across all circles. With a persona so distinct from DINO’s own, Picheolin quickly became an unforgettable character among fans.

Let’s refresh our memories for a moment CARATs in Indonesia have actually had the chance to “meet” Picheolin before.

At the 38th Golden Disc Awards in Jakarta in 2024, Picheolin made a special guest appearance during BSS’s performance of “Fighting,” receiving an enthusiastic response from the crowd.

 

Picheolin Grows Beyond the Character

Picheolin’s journey has continued to evolve, growing from a beloved character into something much bigger. And now with a concrete creative work. With Picheolin’s mini album, 吉BOARD (Gilboard), DINO invites us to step deeper into his musical world and experience a side of his artistry that we have never seen before.

Even the album’s name carries a meaningful and positive message. 吉BOARD (Gilboard) takes inspiration from “Gilboard,” a term associated with Korea’s street music culture in the 1990s. It then combines the character ‘吉’ (Gil), meaning “good fortune,” with the English word “board,” evoking the idea of a stage. Together, the name captures the spirit of stepping onto a stage with good fortune and sets the tone for the musical journey Picheolin is ready to take us on.

Images Courtesy: PLEDIS Entertainment (HYBE).

 

Exploring Genres That Strengthen DINO’s Identity as a Musician

Seven tracks spanning a diverse range of genres await us on 吉BOARD (Gilboard). From “ZZAN (feat. DINO)” and “Party Rock Rock (prod. Hitchhiker)” to “Sincerely (prod. Lee Hyun Do of DEUX),” “Mi-cheo Mi-cheo,” “Love Sick (narr. Lee Moon Sae),” “For JEONG and LOVE,” and “LIKE IT,” each transition from one track to the next feels like stepping into another colorful, vibrant corner of Picheolin’s world—full of unexpected bursts of energy and personality.

With every song bringing its own distinct flavor, 吉BOARD (Gilboard) becomes more than just a collection of tracks. It is a playful yet deliberate exploration of sound, allowing DINO to showcase the breadth of his musicality and the many sides of his artistry.

What makes the album even more special is the beautiful harmony between diverse genres, seamlessly blending traditional musical elements with modern sounds. From the opening track to the very last note, we are invited into Picheolin’s colorful world—a world filled with energy, nostalgia, and plenty of fun.

But here’s something else you should know: DINO doesn’t simply transform only into Picheolin.

He also takes an active role behind the music, contributing as a lyricist and composer on nearly every track on the album. His fearless approach to exploring different genres throughout 吉BOARD (Gilboard) becomes a way for DINO to reveal more of his musical identity, allowing us to discover the artist behind the alter ego on a much deeper level.

Before unveiling the lead single “Party Rock Rock (prod. Hitchhiker),” Picheolin first gave us a taste of the album through the pre-release single “Love Sick (narr. Lee Moon Sae),” a romantic and sentimental track carried by a captivating rhythm. Adding an extra layer of charm to the song, renowned Korean singer and radio host Lee Moon Sae lends his voice to the narration, creating a nostalgic touch that perfectly complements its city pop-inspired sound.

Staying true to his witty and cheerful persona, Picheolin then turned up the fun with his second pre-release single, “Mi-cheo Mi-cheo.” Driven by an irresistibly catchy melody, the track embodies ‘Heung,’ a uniquely Korean expression of excitement, joy, and infectious energy. In short? So addictive!

And of course, the lead single “Party Rock Rock (prod. Hitchhiker)” is the ultimate highlight of the mini album!

Infused with EDM trap elements, the track is an instant burst of energy from start to finish. Its music video takes that energy even further, immersing us in a festive, playful, and feel-good atmosphere. Don’t be surprised if you find yourself singing along before you even realize it!

The song is a brilliant combination of everything that makes the word “fun” come to life. From its infectious sound to the music video’s unapologetically cheerful energy and playful choreography, every element feels like a celebration.

And in a heartwarming touch, DINO’s family also makes a special appearance in the music video, making the whole experience even more personal and memorable.

A Mini Album Made with Sincerity and Dedication

For us at Cosmo, there is perhaps no better way to describe 吉BOARD (Gilboard) than as an endless celebration of joy.

It is the kind of album that instantly lifts your mood, brings a little more happiness to your day, and keeps you entertained from beginning to end. It is almost impossible not to smile, sing along, and have fun while listening to these songs.

At the end of the day, what DINO hopes to achieve as a musician is: to create music that gives people a place to pause, breathe, and momentarily escape from the stress and worries of everyday life.

Images Courtesy: PLEDIS Entertainment (HYBE).

Whether through his alter ego Picheolin or as DINO himself, 吉BOARD (Gilboard) marks a new beginning and an extension of a side of DINO’s musicality that we may not have discovered before.

You can feel the dedication and deep love for music poured into every song and performance on the album. More than that, it offers us a new way to get to know DINO as a solo artist, revealing an even broader spectrum of his artistry and the immense talent and passion he has carried since the beginning of his journey.

CARAT, get ready for Cosmo’s exclusive interview with DINO as he opens up about 吉BOARD (Gilboard), how he transforms into Picheolin, the little things that brought him happiness while working on the album (because that matters!), and his dreams for both DINO and Picheolin.

Hai DINO, since we know Picheolin is a versatile CEO and his musical style is also quite different from DINO and SEVENTEEN's as well.
What was the biggest preparation for releasing this album? For example, did you study any specific vocal techniques or performance styles to fully embody Picheolin as a character?

DINO: I wanted to share stories and emotions that we’ve all felt at some point, offering warm, unpretentious comfort. Vocally, I put a lot of effort into singing with a rich, soulful depth, while also bringing out that playful, witty charm.

This album adds several elements of traditional Korean music, such as Bbong in the lead single "Party Rock Rock" and the strong trot influence in "Mi-cheo Mi-cheo." It's an impressive blend of modern and traditional sounds. How did you approach making these songs feel accessible and relatable to listeners who may be experiencing these genres for the first time, especially your global fans?

DINO: I think I really leaned into Picheolin’s bright and upbeat energy to bring a festive, joyful vibe to this album. I truly believe that even if people tune in expecting just a lighthearted listen, they’ll end up walking away deeply moved by the warmth and sincerity in the music.

One of the most interesting tracks on the album is "ZZAN," where Picheolin collaborates with DINO. How did the idea of bringing these two characters together first come about? And how did you ensure that their collaboration felt natural and harmonious?

DINO: When the idea was first brought up, I gave it a lot of thought before deciding to take on the challenge. I actually made a conscious effort to draw a clear line between DINO and Picheolin. Establishing that distinct boundary felt essential because I believed it would ultimately benefit both personas in the long run.

Images Courtesy: PLEDIS Entertainment (HYBE).

Personally, I was happy to hear Picheolin's iconic line, "Sarang-ui nunbit" (사랑의 눈빛 / Eyes of Love), appear throughout several songs on the album. I think DINO also knows just how much CARATs love this character—and many of them already know this phrase by heart! As an extension of your alter ego, what kind of reaction do you hope CARATs will have when they listen to your mini album 吉BOARD(Gilboard)?

DINO: I hope this album brings listeners both pure joy and deep emotion. If people deeply resonate with the stories woven into the tracks, I think the sincerity behind the music will naturally shine through.

Nearly every song on this album was written by you and BUMZU, and you also participated as a composer on nearly several tracks. I can really feel the amount of effort that went into this project. What made you happiest during the process of creating this album, DINO?

DINO: I was happy throughout the entire process of working on this album, but getting to try out so many different vocal styles during recording was what I enjoyed the most.

Within SEVENTEEN, DINO is the youngest member and part of MZ Generation. Considering the significant age gap between DINO and Picheolin, what are some things you think Picheolin would do that DINO never would—and vice versa? If you could say something to Picheolin, what would it be?

DINO: As Picheolin, I felt completely free to speak candidly, and bringing out that playful energy felt just as natural. However, as DINO, I think I can express my most authentic self.
I truly hope Mr. Picheolin’s album is a huge hit!

Images Courtesy: PLEDIS Entertainment (HYBE).

Now, let's talk about DINO as well. Over the past few years, SEVENTEEN has introduced a number of sub-unit projects, and this time you've returned as a solo artist through your alter ego, Picheolin. Did performing on your own make you feel nervous, especially compared to performing with the members? How did you manage it?

DINO: I don’t really feel particularly nervous on stage, mainly because performing has become such a natural part of who I am. Rather, my mind is completely focused on how to bring my own distinct color to the stage as a soloist.

Did the SEVENTEEN members give you any advice or encouragement for your preparation with 吉BOARD(Gilboard)? How did they react after listening to the album?

DINO: The members gave me so much support, telling me, “Even if things get tough, as long as you feel confident, just trust yourself and keep moving forward.” Just seeing them truly enjoy my music and take in every detail meant a lot to me.

As a musician and an idol, what do you hope fans take away from every DINO performance?

DINO: I hope my performance can be a space where people step away from their everyday stress and worries, even if it’s just for a moment—somewhere they can freely laugh, cry, and simply be happy.

Images Courtesy: PLEDIS Entertainment (HYBE).

You started your career at a young age and this is now your 11th year with SEVENTEEN. You've created countless unforgettable memories together, and recently renewed your contracts as a group. Looking ahead, what are your biggest dreams? What would you like to continue exploring as DINO of SEVENTEEN, as Lee Chan, and even as Picheolin?

DINO: My dream is to be an artist who expresses from the heart rather than the head, touches people’s souls rather than just their eyes, and delivers deep emotion rather than fleeting entertainment.

 Whether as DINO or Picheolin, it’s all my music in the end. I want to keep growing, thoughtfully infusing my own stories into what I create, and sharing that with the world. Ultimately, I want to become a standout solo artist representing Korea!