7 Kebiasaan yang Membuat Hubungan Tidak Bahagia

Redaksi 05 Aug 2026

Cosmo sangat mengerti bahwa suatu hubungan tidak bisa selalu berjalan mulus 100%. Akan ada waktu di mana kamu dan si dia menjadi pasangan paling bahagia, namun ada juga momen-momen di mana kamu dan pasangan bisa saling berteriak di hadapan satu sama lain atau bersitegang karena ketidaksamaan sudut pandang. 

Hal tersebut sangat wajar terjadi dalam suatu hubungan. Namun, keep in mind, ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat hubungan tidak bahagia. Dimulai dari hal sederhana atau yang dianggap sepele, perlahan-lahan hal tersebut bisa berkembang menjadi masalah yang jauh lebih besar dari seharusnya. Oh no!

Ketahui 7 Kebiasaan yang Membuat Hubungan Tidak Bahagia

Kebiasaan yang membuat hubungan tidak bahagia

So, berikut ini Cosmo telah merangkum beberapa kebiasaan yang membuat hubungan tidak bahagia. Here you go, Babes!

1. Berbohong

First thing first, berbohong adalah salah satu cara tercepat untuk menghancurkan sebuah hubungan.

Terkadang, kita berbohong kecil atau menyembunyikan informasi untuk menghindari menyakiti perasaan seseorang. Tetapi kepercayaan adalah inti dari semua hubungan yang sehat, Babes.

Tidak selalu mudah untuk mengatakan yang sebenarnya, tetapi jauh lebih sulit untuk membangun kembali hubungan setelah kepercayaan hancur. 

2. Tidak menjadi pendengar yang baik untuk pasangan

Saat berbicara dengan pasangan, kamu mungkin mungkin teralihkan perhatiannya atau menatap ponsel.

Saat kamu tidak mendengarkan secara aktif, dan setelah beberapa saat, pasanganmu dapat merasakannya. Hal ini meremehkan mereka dan juga melemahkan ikatan yang sudah terjalin. Mendengarkan secara aktif adalah cara pasangan tetap terhubung dan sadar, jadi saat berbicara, singkirkan ponselmu dan berikan perhatian penuh kepada pasangan seutuhnya. 

3. Tidak menghormati satu sama lain

Well, kamu dan pasangan awalnya mungkin hanya saling melemparkan candaan ringan, namun hal itu bisa berubah menjadi perilaku yang tidak baik.

Perhatikan bagaimana kamu dan pasangan saling saat berduaan dan saat berada di sekitar orang lain. Hindari menggunakan hinaan sebagai bentuk komunikasi.

4. Menghindari pembicaraan tentang finansial

Membicarakan hal-hal seputar finansial bisa menjadi topik yang sulit bagi sejumlah pasangan, Babes.

Menghindarinya memang memberikan kelegaan sementara, tetapi hampir selalu menciptakan masalah yang lebih besar di kemudian hari. Memang tidak nyaman, tetapi penting untuk bersikap terbuka tentang keuangan.

Apa rahasia terapis tentang pertengkaran soal uang? Pertengkaranmu dan pasangan sebenarnya bukan tentang uang. Singkatnya, uang memiliki makna yang mendasari bagi setiap orang. Bagi sebagian orang, memiliki uang lebih adalah selimut pengaman.

Bagi yang lain, kemampuan untuk membelanjakannya sesuka hati memungkinkan mereka merasa tidak sedang mengalami "kekurangan sumber daya." Memahami makna-makna yang mendasari ini akan memungkinkanmu dan pasangan untuk membicarakan apa yang sebenarnya mengganggu perasaan masing-masing.

5. Kritik yang tak ada habisnya

Alih-alih secara konstruktif menunjukkan sesuatu yang mengganggu, kritik adalah serangan terhadap orang tersebut.

Misalnya, kamu atau pasangan akan mengeluh, “Saya merasa saya dibiarkan melakukan sebagian besar pekerjaan bersih-bersih sendirian. Bukankah kita telah sepakat untuk berbagi tanggung jawab ini?”

Kritik akan menuduh, “Kamu tidak pernah membersihkan, saya selalu harus melakukannya sendiri. Kamu orang yang malas, tidak tahu berterima kasih, dan jorok.”

Yang satu adalah pernyataan tentang perilaku orang tersebut, sedangkan yang lain didorong oleh rasa malu, dan itu adalah pernyataan tentang siapa mereka sebenarnya.

6. Mengungkit masa lalu

Mengungkit masa lalu bisa menjadi hal yang menyebalkan sekaligus menyakitkan, Babes. Jika kamu atau pasangan selalu mengungkit masa lalu dalam hubungan, ada baiknya untuk memeriksa mengapa, serta apa yang kalian butuhkan untuk benar-benar bergerak maju.

Menggunakan 'amunisi' dari masa lalu untuk melawan satu sama lain mengikis kepercayaan, dan tidak ada yang sempurna dalam suatu hubungan. 

7. Dendam

Perselisihan dan perbedaan pendapat adalah hal yang normal dan tak terhindarkan dalam suatu hubungan. Namun, memendam dendam adalah sebuah pilihan, yakni pilihan yang justru menumbuhkan kebencian. Jangan biarkan berlarut-larut, cobalah untuk membicarakannya secara produktif dengan pasangan.