5 Soundtrack Film Indonesia Tahun 2000-an yang Ikonis!

Ellena Azisia 06 Aug 2026

Ada beberapa lagu yang mampu membawa kita kembali ke adegan tertentu dalam sebuah film. Bahkan, banyak juga lagu yang justru kita kenal lewat film, meski lagu tersebut sudah rilis jauh lebih dahulu sebelum filmnya rilis. Tak hanya mengiringi adegan, soundtrack di sebuah film berhasil memperkuat emosi dan mempertegas cerita, hingga akhirnya lagu tersebut seakan tak terpisahkan dari filmnya. Maka, banyak dari sineas Indonesia yang sangat memikirkan pemilihan lagu untuk filmnya, agar lagu tersebut tak sekadar sebagai pengiring, namun juga menjadi identitas dari filmnya. Lewat artikel ini, Cosmo ingin mengajak Cosmo Babes untuk membangkitkan memorimu ke dalam soundtrack film tahun 2000an yang ikonis.

1. Pulang – Float (3 Hari Untuk Selamanya)

Jika biasanya soundtrack sebuah film mengompilasi lagu dari beberapa musisi, berbeda dengan film 3 Hari Untuk Selamanya (2007) yang hanya menggandeng Float sebagai pengisi soundtrack-nya. Bahkan, Float merilis album khusus soundtrack film ini yang berisikan lagu-lagu yang sebelumnya sudah dirilis, juga lagu yang dibuat khusus untuk film ini. Pulang menjadi salah satu lagu yang ikonis di film 3 Hari Untuk Selamanya setelah lagu Sementara yang dirilis khusus film tersebut.

Ketika mendengar intro dari lagu Pulang, yang terbayang adalah adegan di mana Yusuf (Nicholas Saputra) dan Ambar (Adinia Wirasti) sedang di perjalanan mengendarai mobil menuju Yogyakarta untuk mengantarkan sebuah barang yang diperlukan di pernikahan kakak dari Ambar. Film ini menjadi salah satu film yang populer di tahun 2000-an, bahkan hingga saat ini. Mengangkat kisah dua orang sepupu, Yusuf dan Ambar yang ditugaskan untuk mengantarkan barang ke Yogyakarta. Di perjalanan menuju kota tersebut, Yusuf dan Ambar saling bertukar cerita dan mengukir banyak memori bersama.

2. Konservatif – The Adams (Janji Joni)

Hingga saat ini, lagu Konservatif masih masuk ke playlist banyak orang, termasuk Cosmo. Fun fact, film Janji Joni (2005) menjadi salah satu pintu yang memperkenalkan The Adams ke audiens luas, setelah sebelumnya populer di skena musik indie Jakarta. Lagu Konservatif muncul di ending setelah Joni berhasil mengantarkan roll film agar bisa berkenalan dengan Angelique. Ketika intro lagu ini muncul di akhir film, perasaan lega terasa.

Film garapan Joko Anwar ini menjadi salah satu film favorit Cosmo hingga saat ini. Menceritakan tentang Joni yang bekerja sebagai pengantar roll film yang selalu tepat waktu dalam pengataran roll film. Hingga suatu saat, ia ingin mengajak berkenalan seorang perempuan, namun dengan syarat ia harus mengantarkan roll film dengan tepat waktu terlebih dahulu. Namun, di perjalanan pengataran roll film tersebut, terjadi banyak rintangan. FYI, selain lagu Konservatif, salah satu lagu The Adams lainnya yaitu Waiting juga termasuk ke dalam soundtrack Janji Joni.

3. My Heart – Acha Septriasa & Irwansyah

Bila kita mencintai yang lain, mungkinkah hati ini akan tegar…” familier dengan lirik lagu tersebut? Yup, ini merupakan soundtrack dari film Heart (2006) yang dibintangi oleh Nirina Zubir, Acha Septriasa, dan Irwansyah. Lagu My Heart sangat melekat dengan film Heart karena memang dirilis khusus untuk film ini. Terlebih, sang pemeran yang menyanyikan lagu tersebut yaitu Irwansyah dan Acha Septriasa.

Menjadi salah satu film drama yang populer pada kala itu, Heart mengisahkan tentang cinta segitiga antara Rachel (Nirina Zubir), Farel (Irwansyah), dan Luna (Acha Septriasa). Rachel dan Farel merupakan sahabat sedari kecil, namun diam-diam Rachel menaruh perasaan pada Farel. Hingga suatu saat, datanglah Luna ke lingkungan tempat tinggal mereka, dan Farel pun jatuh cinta pada Luna.

4. Ku Bahagia – Melly Goeslaw

Melodi yang fun membuat lagu Ku Bahagia sangat cocok untuk menjadi pembuka film Ada Apa dengan Cinta? (2002). Liriknya menggambarkan tentang masa remaja yang indah seperti kehidupan Cinta (Dian Sastrowardoyo) sebagai seorang siswi SMA yang populer di sekolahnya. Nuansa ceria khas anak remaja dalam lagu ini berhasil menggambarkan masa muda yang penuh canda dan tawa.  Sama seperti film 3 Hari Untuk Selamanya yang seluruh soundtrack-nya dibawakan oleh Float, di film Ada Apa dengan Cinta? seluruh soundtrack-nya dibawakan oleh Melly Goeslaw. Dan hampir semua soundtrack di film ini sangat identik dengan film tersebut.

Meski sudah dirilis lebih dari dua dekade lalu, film Ada Apa dengan Cinta? masih digemari banyak orang, termasuk para Gen Z yang mungkin pada saat itu masih kecil sekali, atau bahkan belum lahir. Miles, selaku production house dari Ada Apa dengan Cinta? merilis rebirth dari film ini pada tahun 2025 lalu, yang bertajuk Rangga & Cinta (2025), dengan format musikal dan diperankan oleh nama-nama baru yang membuat dunia perfilman Indonesia terasa lebih segar. Cerita yang diangkat pun juga masih sama seperti film terdahulunya, yaitu menceritakan tentang kehidupan Cinta yang merupakan siswi populer di sekolahnya, dan bertemu dengan Rangga, laki-laki yang dingin, namun diam-diam romantis.

5. Tak Tahan Lagi – Melly Goeslaw

Tak heran jika dinobatkan sebagai Queen of Soundtrack, Melly Goeslaw kembali menunjukkan kepiawaiannya merangkai soundtrack film. Kali ini, dari film Eiffel… I’m in Love (2003) yang dibintangi oleh Shandy Aulia dan Samuel Rizal. Lagu ini sukses menjadi pengiring kisah Tita dan Adit yang menggemaskan. Hingga saat ini, lagu Tak Tahan Lagi masih mampu membangkitkan nostalgia ketika kamu mendengarnya. Begitu pula dengan Cosmo yang jika mendengar lagu ini, langsung terbayang film Eiffel… I’m in Love.

Kisah lucu nan gemas dari Tita dan Adit ini masih dikenang sebagai film remaja ikonis di awal tahun 2000-an. Film ini mengisahkan tentang Tita yang akan dijodohkan dengan Adit, namun ia sama sekali tak mau. Film romcom ini membuat penonton tertawa berkat tingkah Adit dan Tita yang lucu. Hanya dengan komedi yang effortless, film ini berhasil menjadi film romcom awal tahun 2000-an yang digemari banyak orang. Kesuksesan film Eiffel… I’m in Love di tahun 2003 mengantarkan film ini ke sekuelnya di tahun 2018 yaitu 15 tahun setelah film pertamanya dirilis.