Eyelash Extension: Kenali Jenis, Bentuk Sesuai Mata, hingga Cara Merawatnya
Eyelash extension menjadi salah satu treatment kecantikan yang semakin diminati karena mampu membuat bulu mata tampak lebih panjang, lentik, dan bervolume tanpa perlu memakai maskara setiap hari. Hasilnya pun bisa bertahan selama beberapa minggu apabila dilakukan oleh lash artist profesional dan dirawat dengan benar.
Namun, sebelum mencobanya, penting untuk memahami jenis-jenis eyelash extension, bentuk yang paling sesuai dengan bentuk mata, cara merawatnya agar awet, hingga risiko yang mungkin terjadi. Berikut, Cosmo bahas mengenai eyelash extension.
1. Apa Itu Eyelash Extension dan Jenisnya?
Eyelash extension adalah bulu mata sintetis atau faux mink yang dipasang satu per satu pada bulu mata asli menggunakan lem semi permanen khusus. Berbeda dengan bulu mata palsu yang digunakan hanya sekali pakai, eyelash extension dapat bertahan sekitar 4–6 minggu mengikuti siklus pertumbuhan bulu mata alami. Treatment ini bertujuan memberikan efek bulu mata yang lebih panjang, tebal, dan lentik tanpa perlu menggunakan maskara setiap hari.
Saat ini terdapat beberapa jenis eyelash extension yang umum ditawarkan di salon, masing-masing menghasilkan tampilan yang berbeda.
1. Classic Lash
Classic lash menggunakan teknik satu helai extension dipasang pada satu helai bulu mata asli (1:1). Hasil akhirnya terlihat natural sehingga cocok bagi pemula atau orang yang menginginkan efek seperti memakai maskara tipis setiap hari.
Selain memberikan kesan elegan, classic lash juga membutuhkan perawatan yang relatif lebih mudah dibandingkan tipe yang lebih tebal.
2. Hybrid Lash
Hybrid lash merupakan kombinasi antara teknik classic dan volume. Sebagian bulu mata dipasang secara individual, sementara sebagian lainnya menggunakan kipas (fan) berisi beberapa helai extension tipis.
Jenis ini menghasilkan tampilan yang lebih penuh dibanding classic tetapi tetap terlihat alami. Hybrid menjadi salah satu pilihan paling populer karena mampu memberikan dimensi tanpa terlihat terlalu dramatis.
3. Volume Lash
Pada teknik volume lash, lash artist memasang beberapa helai extension ultra-ringan pada satu bulu mata alami sehingga menghasilkan efek yang lebih tebal dan fluffy.
Volume lash cocok bagi pemilik bulu mata yang jarang atau mereka yang menginginkan tampilan glamor untuk penggunaan sehari-hari maupun acara khusus. Karena menggunakan lebih banyak helai extension, teknik ini membutuhkan pengerjaan yang lebih presisi.
4. Mega Volume Lash
Mega volume merupakan versi lebih dramatis dari volume lash. Setiap bulu mata alami dipasangi fan dengan jumlah helai yang lebih banyak menggunakan extension yang sangat tipis agar tetap aman.
Jenis ini biasanya dipilih oleh pencinta makeup bold atau mereka yang menyukai tampilan mata yang sangat tegas. Tidak semua kondisi bulu mata alami cocok menggunakan mega volume sehingga konsultasi dengan lash artist sangat disarankan.
2. Rekomendasi Bentuk Eyelash Extension Sesuai Mata
Selain memilih jenis lash, bentuk atau lash mapping juga berpengaruh besar terhadap hasil akhir. Lash artist biasanya akan menyesuaikan panjang extension di titik tertentu agar bentuk mata terlihat lebih proporsional dan menarik.
Pemilihan mapping yang tepat dapat membuat mata tampak lebih besar, lebih panjang, atau lebih seimbang sesuai karakteristik wajah.
1. Almond Eyes
Mata almond dikenal sebagai bentuk mata yang paling fleksibel karena hampir semua lash mapping cocok digunakan. Jika menginginkan hasil natural, pilih classic atau hybrid dengan squirrel mapping. Sedangkan untuk tampilan lebih dramatis, cat eye dapat mempertegas bentuk mata yang sudah proporsional.
2. Round Eyes
Pemilik mata bulat biasanya ingin memberikan ilusi mata yang lebih panjang. Cat eye menjadi pilihan populer karena panjang bulu mata meningkat secara bertahap menuju sudut luar mata sehingga menghasilkan efek mata lebih memanjang dan elegan.
3. Hooded Eyes
Pada hooded eyes, sebagian kelopak mata tertutup sehingga bulu mata perlu memberikan efek lifting. Doll eye atau open eye mapping dapat membantu mata terlihat lebih terbuka karena titik terpanjang berada di bagian tengah mata, bukan di ujung luar.
4. Downturned Eyes
Bentuk mata yang sedikit menurun di bagian luar sebaiknya menghindari cat eye yang terlalu ekstrem. Sebagai gantinya, squirrel mapping atau soft cat eye dapat membantu memberikan efek mata yang tampak lebih terangkat dan segar.
5. Monolid
Untuk mata monolid, lash artist biasanya memilih curl yang lebih tinggi, seperti C atau D curl, agar bulu mata tetap terlihat dari depan Hybrid maupun volume lash sering direkomendasikan karena mampu memberikan dimensi tanpa membuat mata terlihat berat.
3. Cara Merawat Eyelash Extension agar Tahan Lama
Ketahanan eyelash extension tidak hanya bergantung pada kualitas pemasangan, tetapi juga kebiasaan sehari-hari setelah treatment. Perawatan yang tepat dapat membantu extension bertahan hingga enam minggu sekaligus menjaga kesehatan bulu mata asli.
Beberapa langkah sederhana berikut dapat memperpanjang usia eyelash extension.
1. Hindari air selama 24–48 jam pertama
Lem eyelash extension membutuhkan waktu untuk mengering dan mengeras sepenuhnya. Karena itu, hindari mencuci wajah dengan air langsung mengenai mata, berenang, atau sauna dalam satu hingga dua hari pertama.
2. Gunakan produk bebas minyak
Pembersih wajah, makeup remover, maupun skincare berbahan dasar minyak dapat melarutkan perekat sehingga extension lebih cepat lepas.
Pilih produk oil-free terutama untuk area mata agar daya rekat lem tetap optimal.
3. Jangan menggosok mata
Mengucek mata dapat menarik bulu mata asli sekaligus extension sehingga lebih cepat rontok. Jika mata terasa gatal, cukup tepuk perlahan atau gunakan spoolie bersih untuk merapikan bulu mata.
4. Bersihkan eyelash extension secara rutin
Banyak orang mengira extension tidak boleh dicuci. Padahal, lash extension tetap perlu dibersihkan menggunakan lash cleanser agar minyak, debu, dan sisa makeup tidak menumpuk. Membersihkan extension juga membantu mengurangi risiko iritasi maupun infeksi pada area mata.
5. Lakukan refill secara berkala
Oleh karena mengikuti siklus pertumbuhan bulu mata alami, extension akan ikut rontok seiring waktu. Sebagian besar lash artist menyarankan melakukan refill setiap dua hingga tiga minggu agar tampilannya tetap penuh dan rapi.
4. Risiko dan Cara Melepas Eyelash Extension yang Aman
Meski relatif aman jika dilakukan oleh tenaga profesional, eyelash extension tetap memiliki beberapa risiko. Reaksi alergi terhadap lem, iritasi mata, infeksi akibat kebersihan yang kurang terjaga, hingga kerusakan bulu mata alami dapat terjadi apabila pemasangan dilakukan secara tidak tepat atau extension terlalu berat. Oleh karena itu, pilih salon dengan lash artist bersertifikat dan jangan memaksakan penggunaan extension yang melebihi kemampuan bulu mata alami.
Apabila ingin melepas eyelash extension, hindari menarik atau mencabutnya sendiri karena dapat ikut mencabut bulu mata asli. Cara paling aman adalah kembali ke salon agar lash artist menggunakan remover khusus yang mampu melarutkan perekat tanpa merusak bulu mata alami. Jika extension mulai rontok dengan sendirinya, biarkan proses tersebut berlangsung secara alami sambil tetap menjaga kebersihan area mata.