Deretan Buku yang Cocok Dibaca untuk Perempuan Single
Menjadi perempuan single berarti kamu masih memiliki banyak kesempatan untuk mencoba berbagai hal baru, sembari menunggu sosok pasangan yang tepat untuk bersanding denganmu, Babes.
Keep in mind bahwa status melajang bukan hal buruk yang perlu kamu khawatirkan, karena pada dasarnya kamulah yang memiliki kendali dalam hidup, termasuk menentukan kapan kamu memutuskan untuk membuka hati dan mencari pasangan.
Sebagai perempuan single, ada juga beberapa rekomendasi buku yang cocok menjadi temanmu, Dear. Buku-buku ini sangat tepat untuk dibaca di waktu luang sekaligus teman merefleksikan diri!
Simak Deretan Buku yang Cocok Dibaca untuk Perempuan Single!
Berikut ini Cosmo telah merangkum deretan buku yang cocok dibaca untuk perempuan single. Happy reading, Dear!
I Choose Not To Get Married

I Choose Not To Get Married karya Kwon Mi Ju merupakan buku non fiksi. Buku ini menceritakan kehidupan Kwon Mi Ju yang memilih untuk tidak menikah dan mendefinisikan kehidupannya sendiri, di tengah hiruk pikuk ekspektasi sosial. Selain itu, buku ini mengajak para pembacanya untuk menyelami kisah-kisah yang merefleksikan perubahan pandangan masyarakat terhadap perempuan yang hidup sendiri.
Sebagai perempuan yang memilih hidup melajang dan tinggal sendiri, Kwon Mi Ju tidak berbicara tentang hal-hal luar biasa di buku ini, melainkan tentang sikap mendasar terhadap hidup seperti bagaimana menjalaninya dengan berharga, bahkan tanpa pasangan. Ia menegaskan bahwa, terlepas dari status pernikahan atau punya anak, yang terpenting adalah seberapa dalam kamu percaya diri, seberapa bangga kamu pada diri sendiri, dan seberapa besar kamu mencintai dirimu.
Convenience Store Woman

Buku selanjutnya yang cocok dibaca untuk perempuan single yakni Convenience Store Woman karya Sayaka Murata. Buku fiksi ini mengisahkan Keiko, perempuan yang bekerja paruh waktu sebagai pegawai di minimarket.
Ia pekerja keras, namun disinyalir sebagai sebuah sindiran terhadap stereotip workaholic. Hidup Keiko hanya berputar pada pekerjaannya saja. Di sisi lain, meskipun pandangan hidupnya tidak cocok dengan kebanyakan orang, namun Keiko bisa menemukan makna hidupnya sendiri.
Ghost

Ghost karya Dolly Alderton menghadirkan kisah fiksi tentang Nina Dean di usia 30-an yang sukses dengan pekerjaan, teman, hingga keluarga yang menyayanginya. Hingga akhirnya Nina bertemu Max, pria yang mengajaknya untuk menikah.
Namun, kehidupan tidak berjalan semulus itu. Hubungan Nina dengan Max tiba-tiba seolah lenyap, lingkup pertemanan yang mulai renggang di usia dewasa, kondisi keluarga yang tak lagi sama, dan masih banyak lagi.
The Unexpected Joy of Being Single

The Unexpected Joy of Being Single merupakan buku non fiksi karya Catherine Gray. Buku ini menyoroti orang-orang yang masih lajang baik itu di usia 20-an, 30-an, atau bahkan lebih.
Dalam bukunya, Catherine Gray menceritakan kisahnya saat memutuskan untuk berhenti berkencan selama beberapa waktu untuk menemukan kebahagiaan hidupnya sendiri.
Catherine Gray juga mengajak pembaca untuk melepaskan diri dari kepanikan mengenai status lajang, melepaskan diri dari tekanan sosial yang sering mendesak, serta mengingatkan bahwa menjadi lajang bukan hal yang buruk.
Tiny Beautiful Things: Advice on Love and Life from Dear Sugar

Satu lagi buku non-fiksi yang cocok untuk perempuan single, yakni Tiny Beautiful Things: Advice on Love and Life from Dear Sugar karya Cheryl Strayed.
Dengan nama samaran Dear Sugar, banyak orang telah meminta nasihat dari Cheryl Strayed melalui kolom daringnya di The Rumpus hingga podcast populernya Dear Sugar. Buku ini mengumpulkan yang terbaik dari Dear Sugar dalam satu volume untuk membawa kebijaksanaannya kepada lebih banyak pembaca.
Selain itu, buku ini menampilkan enam kolom yang kaya akan humor, wawasan, kejujuran, dan kasih sayang, sebagai ‘penawar’ untuk segala hal yang dilemparkan kehidupan kepada kita, Babes.