Chronologie Hadir di Plaza Senayan dengan 8 Merek Jam Tangan Terkurasi
What’s on your wrist lately? Kalau jawabannya masih smartwatch, ok, Cosmo masih mengerti! Ya, selain praktis dan bisa melakukan hampir semuanya. Namun belakangan, ada satu hal yang membuat jam tangan konvensional kembali menarik. Bukan hanya soal waktu, namun setiap jam tangan memiliki sebuah karya yang menyimpan cerita, karakter, serta nilai ketelitian mekanis di dalamnya.
Di sinilah Chronologie hadir, membawa perspektif baru bagi para watcher enthusiast dengan mengusung identitas sebagai Curator of Timepieces. Resmi dibuka di Plaza Senayan, Jakarta, di bawah naungan PT Hourlogy Indah Perkasa, anak perusahaan MRA Group, Chronologie hadir sebagai butik jam tangan dengan konsep modern dan curated. Fokusnya? Premium hingga accessible luxury, dengan rentang harga Rp15 juta hingga 50 juta−segmen yang selama ini masih punya ruang besar untuk berkembang di Indonesia.
Jika melihat pasar saat ini, pilihan jam tangan seolah terbagi dalam dua dunia: mulai dari entry-level, atau pre-owned. Di sinilah Chronologie melihat adanya ruang yang belum banyak terisi. Alih-alih sekadar menghadirkan nama-nama besar, butik ini mengkurasi brand berdasarkan design, craftsmanship, heritage, innovation dan yang paling penting ada cerita. Sehingga para customer yang datang dapat mengenal lebih dekat karakter, detail estetika, hingga kisah di balik setiap kurasi timepieces yang ditawarkan.
More Than a Watch Store
Now, let’s talk about the space. Begitu melangkan ke Chronologie, suasananya langsung terasa hangat, intimate, dan cozy. Dirancang sebagai ruang yang nyaman bagi para watch enthusiast, pengunjung bias duduk santai, bertukar cerita, sekaligus menikmati setiap detail timepiece yang dikurasi tanpa perlu terburu-buru.
Nuansa art deco hadir di area showcase, sementara lounge menjadi spot untuk slow down dan menikmati pengalaman mengenal jam tangan lebih dekat.
Not Just a Watch, But a Story
Chronologie hadir sebagai destinasi untuk kamu yang ingin mengkurasi koleksi gaya hidup dengan sentuhan kemewahan yang personal, autentik, dan berkelas. Untuk koleksi perdananya, Chronologie menghadirkan delapan brand pilihan: Edox, Frederique Constant, Hamilton, Maen, Mido, Omologato, Raymond Weil, dan Yema.
Edox
Swiss watchmaker yang dikenal lewat kepiawaiannya dalam menghadirkan jam tangan dengan ketahanan air tinggi. Sejak koleksi Delfin diperkenalkan pada 1961 dengan sistem double O-ring, ketahanan air menjadi salah satu kekuatan teknis Edox. DNA sporty tersebut berlanjut pada CO-1 carbon chronograph dengan forged carbon case dan ketahanan air hingga 500 meter.
Hamilton
Punya akar kuat sebagai military watch, Hamilton lahir di Amerika pada 1892 sebelum kemudian berkembang sebagai Swiss-made watchmaker. Tapi kalau kamu bukan watch enthusiast, kemungkinan besat kamu justru mengenalkan dari layar lebar.
From Insterstellar, Men in Black, Dune, hingga Indiana Jones, Hamilton sudah menjadi bagian dari cerita ikonis Hollywood. Bahkan dalam film terbaru The Odyssey, jam Hamilton kembali hadir dalam versi yang dibuat khusus untuk film tersebut.
Fun fact: Hamilton juga punya tempat penting dalam sejarah teknologi jam. Pada 1970, Hamilton memperkenalkan Pulsar, yang dikenal sebagai jam tangan digital pertama di dunia, dengan display LED merah yang saat itu terasa seperti datang langsung dari masa depan.
Mido
Memadukan hubungan antara arsitektur dan watchmaking. Koleksiya terinspirasi dari berbagai struktur ikonis dunia, seperti Sydney Harbour Bridge dan Colosseum. Di balik desainnya, terdapat teknologi seperti Caliber 80 dengan power reserve hingga 80 jam serta pilihan model dengan silicon balance spring.
Yema
Didirikan pada 1948 di Morteau, Prancis, Yema dikenal lewat tool watches yang memiliki hubungan erat dengan dunia militer, diving, dan eksplorasi. Salah satu signature-nya adalah Bazel Lock Mechanism yang dikembangkan untuk koleksi Superman pada era 1960an. Yang semakin menarik, Yema kini juga mengembangkan kaliber manufakturnya sendiri di Prancis.
Maen
Bagi yang menyukai neo-vintage, koleksi Maen bisa jadi pilihan. Berbasis di Stockholm dan dibuat di Swiss, Maen mengambil proporsi sport watch klasik, termasuk case 36-39mm, step dial, dan integrated bracelet, yang memberikan sentuhan minimalis khas Skandinavia. Detail seperti chamfered edges dan micro-finishing membuatnya terasa understated, tanpa terkesan terlihat membosankan.
Omologato
Brand ini tidak sekadar mengambil inspirasi dari dunia otomatif. Setiap koleksinya justru terhubung dengan sirkuit dan ajang balap tertentu. Ada Monza, Pikes Peak, Indianapolis, hingga Laguna Seca, lengkap dengan detail yang terinspirasi dari dunia racing seperti warna livery dan tachymeter untuk mengukur kecepatan.
Raymond Weil
Salah satu nama independen keluarga yang masih bertahan di Jenewa. Musik menjadi bagian dari DNA mereka, terlihat dari berbagai koleksi yang terinspirasi dari dunia musik, termasuk penghormatan kepada Gibson Guitars dan The Beatles. Koleksi Millésime bahkan meraih Challenge Watch Prize di GPHG 2023.
Frederique Constant
Brand Jenewa yang sejak awal membawa gagasan bahwa classic luxury watchmaking seharusnya tidak hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang. Koleksi manufacture mereka menghadirkan komplikasi seperti perpetual calendar dan worldtimer dengan harga yang lebih approachable dibandingkan banyak high-horology counterparts.