7 Penyebab Kamu Selalu Menunda-nunda Pekerjaan

Redaksi 17 Aug 2026

Cosmo yakin kamu tentu setidaknya pernah menunda-nunda pekerjaan, meskipun hanya satu kali dalam seumur hidup. 

Well, fenomena menunda pekerjaan ini memang cukup sering terjadi dan diikuti dengan berbagai alasan masing-masing individu, Dear

Namun, menunda pekerjaan bisa menjadi sebuah kebiasaan yang kurang baik, karena kamu akan cenderung mengabaikan pekerjaan tersebut terus-menerus, meskipun sebenarnya ada deadline yang menanti.

Terlepas dari alasan seseorang menunda pekerjaan, namun sebenarnya apa penyebab hal tersebut kerap dilakukan?

Ketahui Penyebab Kamu Selalu Menunda-nunda Pekerjaan!

Penyebab kamu suka menunda-nunda pekerjaan

Well, berikut ini Cosmo telah merangkum beberapa penyebab kamu selalu menunda-nunda pekerjaan. Check this out, Cosmo Babes~

1. Ada distraksi

Di kehidupan modern ini, kita dikelilingi oleh berbagai distraksi seperti ponsel, TV, media sosial, dan lainnya. Well, distraksi-distraksi inilah yang menjadi 'godaan' seseorang untuk menunda-nunda pekerjaan, melarikan diri dari kenyataan, serta menghilang sejenak dari kehidupan yang penuh dengan tugas atau pekerjaan.

Penelitian menunjukkan bahwa setelah terganggu oleh distraksi, dibutuhkan sekitar 25 menit untuk kembali fokus pada tugas yang sedang dikerjakan. Meskipun kamu berpikir bisa melakukan multitasking, kenyataannya hal tersebut terkadang bisa membuang energi hingga menghilangkan fokus dalam prosesnya.

2. Mengawali dengan tugas yang ‘mudah’

Sering kali kita mengawali sesuatu dengan mengerjakan aktivitas atau tugas yang mudah terlebih dahulu. Misalnya, sebelum memulai tugas yang sangat penting, kamu tiba-tiba berpikir untuk merapikan tempat tidur atau membersihkan meja alih-alih langsung menghadapi tugas penting di awal.

Hal ini akan membuat kamu 'lupa' sejenak dengan tugas utama dan justru terfokus pada tugas yang terlihat mudah ini untuk dikerjakan.

Jika suatu tugas tampak sangat menakutkan, pecah tugas tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan fokus pada satu hal dalam satu waktu. Misalnya, kamu dapat melihat esai 4000 kata sebagai penyusunan rencana, kemudian menulis pendahuluan, kemudian kesimpulan, kemudian bagian pertama, dan seterusnya.

Dengan pendekatan ini, kamu akan menyadari bahwa tugas tersebut tidak sesulit yang dipikirkan sebelumnya, dan kamu akan lebih sering merasa berhasil.

3. Merasa bosan

Masuk akal bahwa jika kamu menganggap suatu aktivitas membosankan atau tidak menyenangkan, kamu cenderung menundanya hingga nanti. Namun, sebaiknya kamu tidak membiarkan hal ini terlalu lama, karena pada akhirnya kamulah yang memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

4. Ketakutan dan kecemasan

Babes, kamu mungkin menunda suatu pekerjaan atau tugas karena merasa takut. Misalnya, kamu mungkin menunda melakukan tes medis penting karena takut akan diagnosis.

Semakin besar kecemasan yang kita alami tentang suatu tugas, semakin besar kemungkinan kita akan menundanya hingga nanti. Tidak hanya tingkat stres meningkat ketika kamu melakukan ini, tetapi ada risiko terhadap kesehatan fisik dengan penyakit yang tidak terdeteksi dan tidak diobati.

Selain itu, kecemasan sosial juga dapat berperan. Ketakutan akan dihakimi atau dipermalukan dapat menyebabkan kamu menunda penjadwalan pertemuan atau penyelesaian proyek.

5. Perfeksionisme

Turns out, perfeksionisme dapat berperan dalam penundaan suatu pekerjaan, lho. Orang-orang mungkin menunda tugas yang mereka yakini tidak akan mereka kerjakan dengan baik atau akan gagal sama sekali. Mereka mungkin mencoba menunda tugas sampai tiba-tiba merasa lebih termotivasi atau memiliki ide yang lebih baik, meskipun inspirasi lebih mungkin muncul setelah seseorang memulai tugas.

6. Kurangnya tanggung jawab

Penyebab lainnya seseorang sering menunda-nunda pekerjaan yakni kurangnya tanggung jawab. Keep in mind bahwa komitmen yang kamu buat untuk diri sendiri merupakan hal yang sangat penting, Dear.

Misalnya, kamu telah berkomitmen kepada diri sendiri untuk menyelesaikan tugas tepat sebelum deadline, namun kamu merasa malas untuk mewujudkannya, sehingga tugas tersebut terbengkalai. Akibatnya, kamu mungkin tidak bisa mengumpulkan tugas tepat waktu atau justru ditambahkan 'beban' tugas baru sebagai 'hukuman' karena menunda tugas sebelumnya. Ouch!

7. Overwhelm

Ironisnya, saat kita punya banyak hal yang harus dilakukan, kita justru paling sering menunda-nunda. Pernah berada di situasi seperti ini, Dear?

Well, seringkali ini terjadi karena kita merasa kewalahan dengan banyaknya hal yang harus dikerjakan, sehingga kita tidak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya, kita justru berakhir dengan tidak melakukan apa pun sama sekali.

Selain itu, rasa kewalahan terjadi karena kita memiliki daftar tugas yang sangat panjang, tetapi tidak ada rencana atau struktur tentang bagaimana kita akan benar-benar menangani tugas-tugas tersebut.

Atau, kita memiliki satu tugas besar yang terasa begitu berat dan tidak mungkin dicapai sehingga kita hanya ingin berpura-pura tugas itu tidak ada.