Deretan Makanan yang Tinggi Protein Selain Dada Ayam
Berbicara mengenai makanan yang tinggi protein, dada ayam hampir selalu menjadi ‘spotlight’.
Yes, dada ayam memang kaya akan protein yang bagus untuk memberikan energi tubuh, membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk antibodi untuk melawan virus, hingga menjadi pilihan bagi orang-orang yang ingin menurunkan atau menjaga berat badan mengingat makanan tinggi protein bisa membantu kenyang lebih lama, Babes.
Jika kamu ‘bosan’ hanya dengan dada ayam, masih banyak pilihan makanan lainnya yang juga mengandung tinggi protein dan bisa menambah daftar baru di daftar makananmu!
Simak Deretan Makanan yang Tinggi Protein Selain Dada Ayam

Well, berikut ini Cosmo telah merangkum deretan rekomendasi makanan yang tinggi protein selain dada ayam. Here you go, Babes~
Ikan
Selain dada ayam, kamu bisa mengonsumsi beberapa jenis ikan tertentu dengan kandungan tinggi protein, Babes.
Ikan seperti salmon, tuna, dan mackerel tidak hanya kaya protein tetapi juga mengandung asam lemak omega-3, yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Carilah pilihan makanan laut yang rendah metilmerkuri, seperti salmon, ikan teri, dan ikan trout.
Daging Sapi Tanpa Lemak
Ayam memang sering mendapatkan banyak perhatian dalam urusan diet atau penurunan berat badan, namun daging sapi tanpa lemak juga bisa menjadi bagian dari strategi menurunkan berat badan, Babes. Selain proteinnya, daging sapi tanpa lemak mengandung zat besi dan vitamin B12 untuk mendukung tingkat energi dan produksi sel darah merah.
Untuk menjaga kadar lemak tetap terkontrol, carilah daging sapi giling tanpa lemak 90%. Atau pilih potongan daging tanpa lemak lainnya seperti sirloin atas atau tenderloin.
Biji-bijian dan Kacang-kacangan
Kacang-kacangan dan biji-bijian meliputi almond, hazelnut, kenari, kacang tanah, biji chia, biji labu, biji bunga matahari, dan selai kacang. Makanan ini tidak hanya kaya protein tetapi juga menyediakan lemak sehat, vitamin, dan mineral. Kacang-kacangan tinggi lemak dan kalori, jadi perhatikan ukuran porsinya.
Kedelai
Seperti kacang-kacangan lainnya, kedelai matang menyediakan campuran protein dan serat. Kandungan proteinnya sekitar dua kali lipat lebih banyak daripada kacang-kacangan lainnya.
Selain itu, kedelai mengandung nutrisi penting seperti zat besi, magnesium, dan vitamin B yang mendukung energi dan kesehatan secara keseluruhan. Gunakan kedelai yang sudah dimasak dalam sup dan rebusan, atau haluskan menjadi saus celup.
Tahu dan Tempe
Tahu dan tempe sama-sama terbuat dari kedelai yang difermentasi. Meskipun rasa dan teksturnya berbeda, keduanya merupakan sumber protein nabati yang baik. Pertimbangkan untuk menggunakan salah satunya dalam masakan sebagai pengganti daging. Tiga perempat cangkir tahu mengandung 10 gram protein dan 3 ons tempe mengandung 18 gram protein.
Telur
Telur mengandung semua asam amino esensial, menjadikannya sumber protein lengkap. Telur juga merupakan sumber vitamin, mineral, lemak sehat, dan antioksidan.
Greek Yogurt
Turns out, greek yogurt memiliki lebih banyak protein daripada yogurt biasa. Itu karena disaring untuk menghilangkan cairan berlebih, yang mengkonsentrasikan kandungan proteinnya.
Beberapa yogurt juga mengandung probiotik yang dapat membantu mengelola berat badan. Itu karena bakteri usus dapat memengaruhi bagaimana tubuhmu menyerap kalori dan menyimpan lemak.
Keep in mind untuk plain greek yogurt tanpa pemanis, karena versi yang diberi rasa seringkali tinggi gula. Varietas tanpa lemak dan rendah lemak lebih rendah kalori. Kamu bisa mengonsumsi greek yogurt untuk sarapan atau camilan, tambahkan topping tambahan seperti berries, kacang-kacangan, atau biji-bijian untuk menambah serat, Dear.
Keju Cottage
Keju cottage merupakan salah satu makanan dengan kandungan protein tertinggi yang bisa kamu konsumsi. Setengah cangkir keju cottage rendah lemak mengandung kurang dari 100 kalori, tetapi hampir sama banyaknya protein dengan 2 butir telur.
Sebagian besar protein dalam keju cottage berasal dari kasein. Protein susu yang dicerna lambat ini membantumu merasa kenyang lebih lama dibandingkan protein lainnya.