5 Alasan Kenapa Belanja Bisa Terasa Menyenangkan Saat Sedang Stres?
Pernah merasa sedikit lebih lega setelah membeli sesuatu ketika sedang banyak pikiran? Entah itu membeli pakaian, skincare, makanan favorit, atau sekedar memasukkan barang ke keranjang belanja, aktivitas tersebut terkadang bisa memberikan rasa senang dalam waktu singkat. Bahkan, kamu mungkin tidak benar-benar membutuhkan barangnya, tapi proses memilih dan membelinya terasa menyenangkan.
Hal ini bukan berarti setiap orang yang berbelanja saat stres memiliki masalah dengan pengelolaan uang. Belanja memang bisa memberikan pengalaman emosional tertentu, terutama ketika kamu sedang mencari cara cepat untuk memperbaiki suasana hati. Namun, jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini bisa membuat pengeluaran tidak terkendali.
Berikut fakta kenapa belanja bisa terasa menyenangkan saat sedang stres?
1. Belanja Memberikan Rasa Memiliki Kendali
Saat sedang stres, kamu mungkin merasa banyak hal berada di luar kendalimu. Memilih barang yang ingin dibeli memberikan keputusan sederhana yang sepenuhnya berada di tanganmu. Kamu bisa menentukan warna, ukuran, merek, hingga kapan barang tersebut akan dibeli. Studi dalam Journal of Consumer Psychology menemukan bahwa berbelanja dapat membantu seseorang mendapatkan kembali perasaan memiliki kendali ketika menghadapi situasi yang membuatnya tidak berdaya.
2. Ada Rasa Senang Saat Menemukan Sesuatu yang Diinginkan
Melihat barang yang menarik, membandingkan pilihan, hingga akhirnya melakukan pembelian dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan. Proses mengantisipasi sesuatu yang diinginkan juga dapat membuatmu merasa lebih bersemangat. Penelitian dalam Psychology & Marketing menunjukkan bahwa pengalaman berbelanja dapat melibatkan emosi positif, terutama ketika seseorang merasa mendapatkan sesuatu yang diinginkan atau sesuai dengan preferensinya.
3. Belanja Bisa Menjadi Pengalih Perhatian
Ketika pikiran sedang dipenuhi masalah, mencari produk di marketplace atau berjalan-jalan di pusat perbelanjaan dapat mengalihkan perhatian untuk sementara. Kamu menjadi fokus pada harga, warna, model, atau pilihan produk daripada memikirkan hal yang sedang membuat stres. Studi dalam Journal of Consumer Research menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi tertentu dapat digunakan sebagai cara untuk mengatur emosi. Namun, rasa lega tersebut biasanya bersifat sementara sehingga sumber stres tetap perlu ditangani.
4. Membeli Sesuatu untuk Diri Sendiri Bisa Terasa Seperti Bentuk Apresiasi
Setelah menjalani hari yang melelahkan, membeli sesuatu yang kamu sukai bisa terasa seperti hadiah kecil untuk diri sendiri. Ada perasaan, “aku sudah melewati hari yang berat, jadi aku pantas mendapatkan ini”. Sesekali melakukan hal tersebut tentu tidak selalu menjadi masalah. Yang perlu diperhatikan adalah ketika belanja menjadi satu-satunya cara untuk memberikan penghargaan kepada diri sendiri. Kamu juga bisa mencoba bentuk apresiasi lain yang tidak membutuhkan pengeluaran, seperti menikmati waktu tenang, berjalan santai, atau melakukan hobi.
5. Rasa Senang dari Belanja Bisa Membuat Stres Terasa Lebih Ringan untuk Sementara
Belanja memang dapat memberikan perubahan suasana hati dalam jangka pendek, tapi efeknya tidak selalu bertahan lama. Ketika rasa senang setelah membeli sesuatu mulai hilang, kamu mungkin kembali memikirkan masalah yang sebelumnya membuat stres. Jika pola ini berulang, kamu bisa terdorong untuk berbelanja lagi demi mendapatkan perasaan yang sama. Karena itu, sebelum checkout, coba tanyakan kepada diri sendiri, apakah kamu memang membutuhkan barang tersebut atau sedang membutuhkan pelarian?
5 alasan kenapa belanja bisa terasa menyenangkan saat sedang stres di atas menunjukkan bahwa keinginan berbelanja terkadang berkaitan dengan kebutuhan emosional, bukan hanya kebutuhan terhadap barang. Belanja sesekali sebagai bentuk kesenangan tentu bukan sesuatu yang harus langsung dianggap buruk.
Namun, jika kamu mulai sering berbelanja setiap kali merasa sedih, stres, atau kecewa, ada baiknya memberi jeda sebelum membeli. Cobalah mencari tahu perasaan apa yang sebenarnya sedang kamu coba atasi. Karena, mungkin yang kamu butuhkan bukan barang baru, tapi istirahat, ruang untuk bernapas, atau seseorang yang bisa diajak bercerita.