Kolaborasi Temma Prasetio dan Iwan Tirta Buktikan Bahwa Batik Tak Sekadar Jadi Dress Code

Rayoga Akbar 26 Aug 2026

Apresiasi terhadap wastra seperti batik kini semakin besar, namun penggunaannya sebagai bagian dari busana sehari-hari tampaknya belum sejalan dengan popularitasnya. Tak bisa dipungkiri, masih ada yang mengenakan batik semata-mata karena tuntutan aturan atau dress code. Kecenderungan tersebut turut menjadi perhatian Temma Prasetio ketika mendapat kesempatan untuk merancang koleksi kolaborasi bersama jenama Iwan Tirta.

Lewat koleksi bertajuk Unbound, sang desainer menegaskan bahwa “batik is not a dress code.” Corak batik yang selama ini lekat dengan kesan klasik dan formal, di tangan desainer menswear tersebut bertransformasi menjadi deretan busana dengan pendekatan yang lebih kontemporer tanpa kehilangan identitas dan keindahannya.

Interpretasi Baru Batik dari Temma Prasetio

Temma Prasetio mempresentasikan koleksi kolaborasinya bersama Iwan Tirta di Mercedes-Benz Kuala Lumpur Fashion Week 2026 pada 22 Agustus 2026. Sebanyak 24 corak batik dalam palet merah, hijau, biru, cokelat, dan krem diterjemahkan Temma ke dalam berbagai kemeja dan luaran.

Temma Prasetio x Iwan Tirta

Pendekatan kontemporer terlihat dari permainan proporsi dan siluet. Salah satunya melalui kemeja lengan pendek dengan potongan drop shoulder yang dapat dikenakan bersama celana high-waisted untuk tampilan lebih formal, maupun celana pendek untuk gaya yang lebih santai.

Pada kemeja batik lengan panjang, Temma masih mempertahankan karakter formalnya, tetapi memberikan pembaruan lewat detail kancing dan cara memadukannya. Kemeja tersebut tidak hanya dikenakan bersama celana panjang, tetapi juga kain dan apron pants, menghasilkan tampilan yang lebih fleksibel untuk berbagai kesempatan.

Temma Prasetio x Iwan Tirta

Corak batik yang klasik juga menemukan karakter baru ketika diterapkan pada jaket pendek bergaya sporty yang menjadi salah satu ciri khas Temma Prasetio. Di atas material batik, siluet tersebut justru terasa lebih polished dan elegan, memperlihatkan bagaimana karakter khas sang desainer dapat berjalan beriringan dengan identitas Iwan Tirta.

Perpaduan antara kain batik dan estetika Temma tidak terlepas dari ruang kebebasan yang diberikan Iwan Tirta kepada sang desainer. Dalam sesi preview bersama rekan media di Iwan Tirta Home, Dharmawangsa, Jakarta, pada 19 Agustus 2026, Temma mengungkapkan bahwa dirinya diberikan keleluasaan dalam menentukan corak maupun desain yang digunakan dalam koleksi ini. 

Temma Prasetio x Iwan Tirta

Kolaborasi memang tentang pertemuan dua estetika sekaligus bisnis. Namun dalam kolaborasi Temma Prasetio dan Iwan Tirta, terlihat bahwa misi untuk membuat masyarakat semakin sering mengenakan batik serta membuka perspektif baru dalam mengapresiasi warisan budaya menjadi poin utama.