Kenapa Kita Bisa Betah Rebahan Meski Sebenarnya Tidak Mengantuk?
Pernah berniat rebahan sebentar setelah selesai beraktivitas, tapi tahu-tahu sudah berjam-jam berada di tempat tidur? Lucunya, kamu sebenarnya tidak mengantuk. Mata masih terbuka, HP masih di tangan, dan kalau ada ajakan pergi mungkin masih bisa bersiap. Namun, entah kenapa rasanya malas sekali untuk bangun.
Rebahan memang tidak selalu berarti tubuh sedang membutuhkan tidur. Setelah menjalani hari yang penuh aktivitas, posisi berbaring bisa terasa sebagai bentuk kenyamanan dan kesempatan untuk berhenti sejenak. Ditambah lagi, ketika tempat tidur sudah terasa seperti ruang paling nyaman di rumah, berpindah dari posisi tersebut membutuhkan sedikit usaha. Berikut alasan kenapa kita bisa betah rebahan meski sebenarnya tidak mengantuk?
1. Tubuh Sedang Mencari Rasa Nyaman
Setelah duduk, berdiri, atau bergerak sepanjang hari, berbaring memberikan sensasi nyaman yang sangat sederhana. Kamu tidak perlu melakukan apa pun dan tubuh bisa berada dalam posisi yang lebih santai. Penelitian dalam Applied Ergonomics menunjukkan bahwa persepsi kenyamanan tubuh dapat dipengaruhi oleh posisi tubuh dan kondisi lingkungan. Jadi, rasa betah saat rebahan tidak selalu berarti kamu malas, bisa saja tubuh memang sedang menikmati posisi yang terasa paling nyaman.
2. Rebahan Memberi Jeda dari Tuntutan Aktivitas
Kadang-kadang yang kamu cari bukan tidur, melainkan berhenti sejenak dari berbagai tuntutan. Saat rebahan, kamu tidak harus bekerja, menjawab pesan, atau memikirkan apa yang harus dilakukan berikutnya. Sebuah studi dalam Journal of Environmental Psychology menunjukkan bahwa waktu yang digunakan untuk melepaskan diri secara mental dari pekerjaan dapat membantu proses pemulihan dari tuntutan kerja. Tidak heran jika kasur terasa begitu menarik setelah hari yang melelahkan.
3. Bangun dari Kasur Berarti Harus Memulai Sesuatu Lagi
Ketika sudah nyaman, bangun berarti kamu harus membuat keputusan berikutnya. Mandi, memasak, membereskan rumah, berolahraga, atau menyelesaikan pekerjaan yang tertunda semuanya membutuhkan energi dan kemauan. Sebaliknya, tetap rebahan tidak membutuhkan banyak usaha. Penelitian dalam Behavioral and Brain Sciences mengenai effort menunjukkan bahwa manusia cenderung mempertimbangkan biaya usaha ketika menentukan tindakan. Jadi, terkadang kamu bukan tidak punya aktivitas, tapi aktivitas tersebut terasa lebih “berat” dibandingkan tetap berbaring.
4. HP Membuat Rebahan Semakin Sulit Ditinggalkan
Rebahan sambil scrolling merupakan kombinasi yang sulit ditolak. Setiap kali menggulir layar, kamu bisa menemukan video, berita, percakapan, atau konten baru. Akibatnya, kamu memiliki alasan kecil untuk tetap berada di tempat. Studi dalam Computers in Human Behavior menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan smartphone dapat menjadi semakin otomatis ketika dikaitkan dengan situasi atau konteks tertentu. Jika kamu terbiasa membuka HP setiap kali rebahan, lama-kelamaan keduanya bisa terasa seperti satu rutinitas.
5. Kamu Memang Sedang Membutuhkan Istirahat, Bukan Tidur
Ada perbedaan antara merasa mengantuk dan membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Kamu bisa saja tidak ingin tidur, tapi tetap membutuhkan jeda dari aktivitas yang menguras energi fisik maupun mental. Penelitian tentang pemulihan (recovery) menunjukkan bahwa waktu istirahat dan aktivitas santai dapat membantu seseorang melepaskan diri dari tuntutan sehari-hari. Jadi, rebahan sesekali bukan sesuatu yang harus langsung dianggap buruk. Yang perlu diperhatikan adalah apakah setelahnya kamu merasa lebih segar atau justru semakin sulit kembali beraktivitas.
Kenapa kita bisa betah rebahan meski sebenarnya tidak mengantuk? Bisa jadi karena rebahan memberikan sesuatu yang sedang kamu cari, yaitu kenyamanan, jeda, hiburan, atau kesempatan untuk tidak melakukan apa-apa selama beberapa saat.
Kamu tidak perlu merasa bersalah setiap kali ingin rebahan. Istirahat tetap menjadi bagian dari kehidupan yang sehat. Namun, jika kamu sudah cukup beristirahat tapi tetap sulit beranjak karena terus mencari distraksi dari HP atau merasa tidak punya energi untuk melakukan apa pun, mungkin ada baiknya melihat kembali pola harianmu. Sesekali rebahan boleh saja. Yang penting, jangan sampai tempat paling nyaman justru membuatmu lupa menjalani hal-hal yang sebenarnya ingin kamu lakukan.