Lewat Kemeja Putih, 22 Desainer Indonesia Bantu Korban Gempa NTT

Rayoga Akbar 04 Sep 2026

22 desainer Indonesia  buktikan bahwa fashion dapat menjadi cara untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Bertempat di Senayan City, pada 2 September 2026 lalu, para desainer yang tergabung dengan Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) tersebut mengadakan acara penggalangan dana untuk korban NTT. 

Setiap desainer menginterpretasikan kemeja putih sesuai dengan visi estetika masing-masing. Hasil karya mereka kemudian dirangkum dalam koleksi dan instalasi bertajuk DRAFT. Nama tersebut dipilih karena selaras dengan esensi kemeja putih di mana menjadi titik awal dari pengembangan setiap karya desainer. 


Spirit Kemanusiaan dalam Fashion

IFDC

22 desainer lintas generasi terlibat dalam proyek amal ini. Mereka adalah: Adeline Esther, Andreas Odang, Carmanita , Chossy Latu, Danny Satriadi, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Eddy Betty, Era Soekamto, Eridani, Ghea Panggabean, Hian Tjen, Ivan Gunawan, Liliana Lim, Mel Ahyar, Priyo Oktaviano, Rama Dauhan, Sebastian Gunawan, Wilsen Willim ,Yogie Pratama, Yongki Budisutisna dan Yosafat Dwi Kurniawan.

“Saya merasa punya tanggung jawab yang lebih besar untuk bisa memberikan dan membantu melalui apa yang saya miliki dan apa yang saya bisa lakukan,” ujar Eddy Betty tentang keikutsertaannya dalam program amal ini. 

Dalam ranah fashion, kemeja putih identik sebagai basic items. Namun di tangan para desainer, kemeja putih bertransformasi menjadi sebuah busana yang sarat statement, punya nilai personal, namun tanpa kehilangan sisi pragmatisnya. 

ifdc

Mel Ahyar membuat kemeja detail draping dan beads dalam nuansa minimalis. Detail embellishment berbentuk bunga dan ruffles menghiasi kerah kemeja rancangan Sebastian Gunawan. Yosafat Dwi Kurniawan bereksplorasi dengan cut-out dan ruffles. Eddy Betty membawa gaya preppy lewat aksen pita motif garis. Era Soekamto menampilkan sentuhan tradisional dalam potongan terinspirasi kebaya. Wilsen Willim menghadirkan gaya menswear dalam nuansa dekonstruktif. 

Ide rancangan boleh berbeda, namun semua desainer sepakat punya landasan yang sama yakni, semangat untuk membantu sesama. 

“Saya rasa amat penting untuk industri mode turut berpartisipasi pada kegiatan sosial,” jelas Yosafat Dwi Kurniawan. “Kegiatan ini adalah salah satu cara memaknai karya, memberikan nilai lebih, dan sekaligus berbagi pada sesama,” lanjutnya.

IFDC

Tiap rancangan desainer menggunakan bahan katun dari Cotton USA. Kemeja dari koleksi ini dijual dengan harga Rp1.200.000 hingga Rp1.999.000 secara terbatas. Hasil penjualan akan disumbangkan melalui Yayasan Cinta Anak Bangsa. Berada di Lower Ground, Senayan City, pop-up store DRAFT akan hadir hingga 30 September 2026.