Jenna Ortega Jadi Robot yang Belajar Tentang Cinta di Klara and the Sun
Jenna Ortega siap memperlihatkan sisi dirinya yang berbeda lewat film terbarunya, Klara and the Sun (2026). Jika sebelumnya identitas Wednesday yang quirky dan gothic sangat melekat dengan dirinya, kali ini ia hadir di Klara and the Sun sebagai Klara, sosok robot yang polos nan lugu. Ya, ia berperan menjadi sebuah robot yang sedang belajar memahami manusia dan perasaan. Disutradarai oleh Taika Waititi, film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya dari Kazuo Ishiguro yang rilis pada tahun 2021 lalu. Berlatar dunia dystopia, Klara and the Sun mengisahkan tentang sebuah Artifical Friend yang dibuat untuk menemani anak-anak.

Josie (Mia Tharia), seorang remaja dengan kondisi kesehatan yang kurang baik, tinggal bersama ibunya, Chris (Amy Adams). Josie menginginkan teman yang bisa menemaninya sehari-hari. Lantas, ia memilih Klara (Jenna Ortega) sebagai temannya. Meski hanyalah sebuah robot, Klara belajar tentang persahabatan, keluarga, kehilangan, hingga rasa sayang selayaknya manusia.
Ketika Sebuah Robot Mulai Memahami Arti Cinta dan Kehilangan
Salah satu hal yang membuat Klara and the Sun berbeda dengan cerita AI pada umumnya, film ini melihat teknologi bukan sebagai ancaman bagi manusia, melainkan sesuatu yang bisa benar-benar membantu dan menjadi teman manusia, bahkan memahami manusia.
Sebagai robot, Klara memiliki cara pandang yang sangat polos terhadap dunia. Ia mengamati manusia dengan memerhatikan perilaku manusia. Karena kepolosannya, ia juga memercayai hal-hal yang tak masuk akal jika dipikirkan seperti meyakini bahwa matahari memiliki kekuatan untuk membantu menyembuhkan Josie. Ketika kondisi Josie semakin memburuk, hubungan keduanya semakin dalam. Bahkan, Klara bersedia melakukan pengorbanan demi orang yang ia sayangi, yaitu Josie.

Di universe dalam film ini, teknologi seakan telah menguasai dunia. Namun, bukan dalam artian buruk, melainkan teknologi membantu kehidupan manusia. Contohnya, ada prosedur lifting yaitu peningkatan genetik yang memberi peluang untuk anak-anak mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik.
OK, cukup membahas soal sinopsis filmnya. Cosmo akan bahas detail lain mengenai Klara and the Sun. Sebagai penulis dari buku Klara and the Sun, Kazuo Ishiguro tetap berkontribusi. Bukan sebagai scriptwriter, namun ia hadir sebagai executive producer. Sedangkan sang sutradara, Taika Waititi juga menulis skenario. Kehadirannya memberikan ekspektasi tersendiri karena gaya Taika Waititi selama ini dikenal mampu menggabungkan humor dengan cerita yang emosional. Meski Klara and the Sun memiliki elemen sci-fi, film ini disebut lebih menempatkan hubungan dan sisi emosional para karakternya sebagai pusat cerita.

Bagi Jenna Ortega sendiri, peran Klara menjadi kesempatan untuk keluar dari karakter yang selama ini membuat namanya begitu identik dengan persona dark. Bersama Taika Waititi, ia membawa cerita yang secara konsep terdengar seperti sci-fi, ke wilayah yang lebih lembut, emosional, dan reflektif.
Klara and the Sun dijadwalkan tayang di bioskop pada 23 Oktober 2026. Dengan Jenna Ortega sebagai robot yang sedang mencoba memahami manusia dan Taika Waititi di kursi sutradara, film ini tampaknya tidak hanya mengajak penonton membayangkan seperti apa masa depan teknologi, tetapi juga mempertanyakan sesuatu yang jauh lebih sederhana, bahwa cinta bisa dirasakan oleh siapa saja, termasuk robot. So, be ready for this movie, babes!