House of the Dragon Season 3: Semua yang Perlu Kamu Tahu

Redaksi 06 Sep 2026

Setelah dua musim dipenuhi intrik, perebutan kekuasaan, dan konflik keluarga, House of the Dragon Season 3 membawa Dance of the Dragons ke babak yang semakin sengit. Musim ini menghadirkan sejumlah peristiwa besar, mulai dari Battle of the Gullet hingga konflik di Tumbleton, sekaligus memperlihatkan perubahan pada sejumlah karakter penting.

Lantas, bagaimana alur House of the Dragon Season 3 dari awal hingga finale, dan bagaimana nasib para karakternya? 

Spoiler alert: Artikel ini mengandung spoiler Season 3. Meski begitu, kisahnya belum berakhir karena HBO telah mengonfirmasi Season 4 sebagai musim terakhir House of the Dragon.

Berikut, Cosmo bagikan mengenai House of the Dragon Season 3. 

1. Ringkasan Alur House of the Dragon Season 3 dari Awal hingga Finale

1. Awal Season 3: Perang Targaryen Meletu

Season 3 melanjutkan perang antara kubu Black dan Green, yang semakin memanas setelah Battle of the Gullet. Rhaenyra harus menghadapi kehilangan besar, sementara Aemond, Daeron, dan pasukan Hightower memperkuat posisi Green.

Ketika Rhaenyra dan Daemon berhasil merebut King's Landing, perang ternyata belum berakhir. Keyakinan Rhaenyra terhadap takdir dan ramalan Song of Ice and Fire juga semakin kuat.

2. Konflik Berlanjut di Tumbleton

Pertempuran kemudian bergeser ke Tumbleton, tempat loyalitas para dragonrider mulai dipertanyakan. Pengkhianatan Ulf White menjadi salah satu peristiwa yang mengubah keseimbangan kekuatan dalam perang.

3. Aegon II Kembali

Di tengah situasi yang semakin kacau, terungkap bahwa Aegon II masih hidup dan kembali bersama Sunfyre. Kemunculannya kembali menjadi ancaman bagi Rhaenyra sekaligus memberikan harapan baru bagi kubu Green.

4. Aemond dan Alys Rivers

Di Harrenhal, hubungan Aemond dan Alys Rivers semakin kompleks. Season 3 juga mengungkap lebih banyak sisi misterius Alys dan memperlihatkan kondisi Aemond yang semakin terisolasi akibat perang.

5. Finale: “The Treasons at Tumbleton”

Konflik di Tumbleton mencapai puncaknya dengan pertempuran dan pengkhianatan yang mengubah posisi kedua kubu. Sementara itu, di King's Landing, sejumlah keputusan besar Rhaenyra menunjukkan bahwa dirinya telah berubah akibat perang. Finale pun meninggalkan kedua kubu dalam situasi yang semakin tidak stabil menjelang Season 4.

2. Ending House of the Dragon Season 3 dan Nasib Para Karakter

1. Rhaenyra Targaryen

Rhaenyra keluar dari Season 3 sebagai sosok yang semakin tegas dan terobsesi dengan takhtanya. Setelah mengetahui Aegon masih hidup, ia semakin yakin bahwa dirinya ditakdirkan untuk menjadi penguasa Westeros, terutama karena keyakinannya terhadap ramalan Song of Ice and Fire.

2. Aegon II

Setelah lama dianggap telah tewas, Aegon kembali bersama Sunfyre dan kembali menjadi ancaman bagi Rhaenyra. Hubungannya dengan Aemond juga berubah ketika keduanya kembali berhadapan dalam perebutan kekuasaan.

3. Aemond Targaryen

Aemond menghadapi situasi yang semakin sulit, baik dalam keluarganya maupun dalam perang. Meski masih memiliki Vhagar, hubungannya dengan Aegon dan anggota keluarga Targaryen lainnya semakin rapuh.

4. Helaena Targaryen

Helaena mengalami nasib tragis di penghujung musim. Kepergiannya menjadi pukulan besar bagi keluarga Green dan berpotensi membawa dampak besar bagi Alicent di Season 4.

5. Alicent Hightower

Alicent mengakhiri musim dengan menghadapi konsekuensi dari perang yang telah menghancurkan keluarganya. Hubungannya dengan Rhaenyra pun semakin jauh, sementara nasibnya masih menjadi tanda tanya untuk Season 4.

6. Daemon Targaryen

Setelah menyaksikan dampak perang secara langsung, Daemon mulai mempertanyakan ambisi dan konflik yang selama ini ia dorong. Perubahan sikap ini menjadi salah satu perkembangan penting karakternya di Season 3.

7. Corlys Velaryon

Corlys semakin berperan sebagai sosok yang mencoba meredam kehancuran akibat perang. Ia mulai melihat bahwa kemenangan tidak akan berarti jika Westeros sendiri ikut hancur.

8. Ulf White dan Hugh Hammer

Kedua dragonrider dari kalangan rakyat biasa menjadi semakin penting dalam konflik. Ulf memilih berpihak pada Green, sementara Hugh menghadapi kehilangan yang semakin memengaruhi pilihannya dalam perang.