Apakah Berbahaya Jika Tidak Pernah Bertengkar dengan Pasangan?

Redaksi 06 Sep 2026

Cosmo Babes, ingat kapan terakhir kali kamu dan pasangan berbeda pendapat dan berakhir dengan pertengkaran? Atau, jika setelah diingat-ingat kembali, kamu dan pasangan justru tidak pernah bertengkar sebelumnya? Well, ini merupakan case yang jarang tidak terjadi, namun bukan berarti tidak ada.

Tentu ada sejumlah pasangan yang mungkin jarang atau tidak pernah bertengkar dan memilih menyelesaikan masalah dengan cara-cara tersendiri.

Namun, di sini letak masalah bisa menjadi sesuatu yang lebih besar. Tidak bertengkar bukan berarti hubungan baik-baik saja, melainkan ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan dengan lebih jelas dan terbuka.

Apakah Berbahaya Jika Tidak Pernah Bertengkar dengan Pasangan? Simak Penjelasannya

Apakah berbahaya jika tidak pernah bertengkar dengan pasangan

So, apakah berbahaya jika tidak pernah bertengkar dengan pasangan? Well, jawabannya, tidak ada hubungan yang benar-benar bahagia dan ‘tenang’. Ada kalanya, sebuah pertengkaran sehat diperlukan dalam hubungan agar kita maupun pasangan lebih saling mengerti satu sama lain, Babes.

Selain itu, tidak adanya pertengkaran dengan pasangan dalam suatu hubungan bisa berarti ada yang disembunyikan atau masing-masing pihak memilih untuk menghindari sebuah konflik. 

Melansir dari laman Psychology Today, menghindari konflik terus-menerus tanpa melakukan apa pun, kamu atau pasangan bisa memendam rasa kesal. Hal ini bisa berubah menjadi pengkhianatan besar karena tidak pernah ditangani saat masalah masih cukup sederhana.

Ketika pasangan tidak pernah bertengkar, itu tidak selalu pertanda pemahaman. Seringkali, itu berarti kebenaran penting tidak terucapkan.

Keheningan dalam hubungan seringkali tampak tenang di permukaan, tetapi di baliknya dapat menandakan penghindaran atau ketakutan.

Banyak orang menahan diri karena mereka tidak ingin menimbulkan masalah. Mereka takut ditolak, khawatir menjauhkan pasangan mereka, atau berasumsi bahwa kebutuhan mereka tidak akan penting jika mereka berbicara.

Memilih diam dapat terasa seperti cara untuk melindungi hubungan, tetapi pada kenyataannya, itu mencegah pasangan untuk benar-benar mengenal satu sama lain.

Harga dari keheningan itu adalah jarak emosional. Setiap kata yang tidak terucapkan menambah lapisan pemisahan, membuatnya lebih sulit untuk terhubung.

Seiring waktu, hubungan mungkin terasa aman, tetapi tidak intim. Dan sementara tidak adanya pertengkaran mungkin tampak seperti kedamaian, itu juga bisa menjadi tanda bahwa kedua pasangan menahan diri dari kejujuran yang dibutuhkan oleh cinta.

Kedamaian sejati datang bukan dari menghindari konflik, tetapi dari belajar bagaimana berbicara dengan jujur ​​dan penuh kasih.

Mengapa Konflik 'Sehat' Penting dalam Hubungan

Well, banyak orang mungkin tumbuh besar dengan menyaksikan pola konflik yang tidak sehat dari orang tua seperti pertengkaran yang hebat, silent treatment, atau hal lainnya.

No wonder jika beberapa orang saat tumbuh dewasa cenderung mencoba menghindari konflik dalam hubungan. Namun, pahami bahwa keberadaan 'konflik sehat' itu juga penting dalam hubungan, Babes.

Ini bukan berarti kamu dan pasangan harus bertengkar sepanjang waktu, melainkan sebagai sebuah pengingat bahwa pertengkaran atau perbedaan pendapat dalam suatu hubungan sangat normal. Dua orang yang menjalin hubungan memiliki kebutuhan, latar belakang, dan kepribadian yang berbeda, sehingga berbeda pandangan sangat mungkin terjadi.

Di sisi lain, menghindari konflik bisa menciptakan jarak antara kamu dan pasangan. Ketika salah satu pasangan menarik diri, bahkan dengan cara yang halus seperti menyenangkan atau menutup diri, pasangan lainnya merasa sendirian dan terputus.

Selain itu, adanya konflik yang sehat bisa membangun keintiman dalam hubungan. Pertengkaran dalam hubungan tidak harus merusak, jika dilakukan dengan rasa hormat dan rasa ingin tahu, konflik membantu memahami pasangan dengan lebih baik dan membantunya merasa diperhatikan.

Keep in mind bahwa konflik bukan tentang siapa yang 'menang', melainkan tentang terlibat dengan pasangan dengan cara yang mengatakan bahwa perasaanmu penting, kebutuhanmu penting, dan kamu penting bagiku kepada pasangan.