Apa Itu Solo Maxxing dan Mengapa Tren Ini Populer di Kalangan Gen Z?

Redaksi 06 Sep 2026

Cosmo yakin sebagian besar FYP media sosialmu telah diisi dengan sejumlah tren dengan embel-embel 'maxxing'. Yes, tren yang satu ini memang sangat populer di media sosial, merujuk pada kebiasaan untuk 'maksimal' berbagai hal mulai dari hobi, gaya hidup, penampilan, dan masih banyak lagi.

Berbicara mengenai tren maxxing, ada salah satu tren berkaitan hal tersebut yang disebut dengan solo maxxing. Tidak hanya menjadi sebuah tren, solo maxxing ini juga populer khususnya di kalangan gen z!

Namun, apa sebenarnya solo maxxing itu? ICYDK, berikut ini Cosmo telah merangkum penjelasannya untukmu. Here you go, Dear~

Apa Itu Solo Maxxing?

Apa itu solo maxxing

So, apa itu solo maxxing? Well, solo maxxing merupakan salah satu dari beberapa tren 'maxxing' yang menjadi  topik diskusi populer di media sosial, Babes.

Singkatnya, 'maxxing' adalah istilah slang untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan bagian tertentu dari kehidupan hingga potensi penuhnya.

Misalnya, 'looksmaxxing' merupakan upaya untuk meningkatkan penampilan fisik seseorang melalui rutinitas kecantikan, olahraga, dan sejenisnya. Seseorang yang mengonsumsi melatonin, menggunakan mesin penghasil suara putih, memiliki tirai gelap total di kamar tidurnya, dan lain sebagainya, bisa jadi sedang melakukan 'sleepmaxxing'.

Dalam konteks ini, solo maxxing merupakan tren perawatan diri serupa yang membuat orang mengubah cara pandang terhadap kehidupan lajang. Meskipun biaya kencan dan aplikasi kencan yang lebih mahal menjadi motivasi, motivasi utama para solo maxxer ini adalah untuk mencapai kepuasan melalui kemandirian tanpa pasangan. Ini menjadikan kehidupan lajang sebagai sesuatu yang diinginkan dan merupakan pilihan, Dear.

Daya tarik solo maxxing juga memiliki banyak sisi. Ada rasa stabilitas dan kemandirian karena sendirian. Meskipun seseorang masih harus mengkhawatirkan keuangan, tujuan, kebahagiaan, dan lain-lain, tidak ada tekanan atau gangguan untuk mengalihkan fokus ke situasi orang lain juga.

Banyak dari para solo maxxer ini menggunakan waktu luang mereka untuk mempelajari keterampilan baru, mencoba hobi baru, dan atau mengejar minat. Mereka mendedikasikan waktu dan sumber daya mereka untuk menjadikan diri mereka pribadi yang utuh tanpa membutuhkan pasangan.

Kenapa Solo Maxxing Populer di Kalangan Gen Z?

So, apa yang menyebabkan solo maxxing populer di kalangan gen z? Melansir dari laman Psychology Today, ada beberapa alasan yang membuat solo maxxing populer, khususnya di kalangan gen z, Babes.

Solo maxxing bisa membantu menghemat uang

Salah satu manfaat yang dielu-elukan dari solo maxxing yakni potensi menghemat uang dengan menabung. Alih-alih mengeluarkan biaya untuk kencan mulai dari biaya transportasi, biaya makan, biaya hiburan, dan lainnya, solo maxxing memungkinkan seseorang untuk lebih banyak menabung dan menghemat uang karena tidak mengeluarkan banyak biaya sekaligus untuk berkencan.

Solo maxxing membawa kedamaian

Manfaat lain yang sering disebut-sebut adalah ketenangan pikiran. Perhatikan seberapa sering para pencari jodoh menggunakan frasa seperti "tidak suka drama" dalam bio mereka.  Nah, tebak apa yang banyak orang bawa ke kencan mereka? Dan hubungan romantis yang buruk bisa jauh lebih mengganggu hidupmu daripada tidak memiliki hubungan romantis sama sekali. 

Solo maxxing memungkinkan kamu mengembangkan aspek lain dalam kehidupan

Bersamaan dengan ketenangan pikiran, datang pula lebih banyak waktu dan energi untuk menyusun berbagai aspek kehidupanmu dengan lebih baik, seperti persahabatan, karier, stabilitas keuangan, dan kebugaran fisik.  Mengembangkan hal-hal tersebut bisa jauh lebih sulit dilakukan ketika hidupmu dipersulit secara tidak perlu oleh orang lain. 

So, tertarik untuk menerapkan solo maxxing, Babes?