Mau Mulai Trekking? Ini Persiapan yang Harus Kamu Lakukan!

Redaksi 2 06 Sep 2026

Cosmo babes, trekking belakangan ini makin populer sebagai pilihan aktivitas outdoor, dan bukan tanpa alasan.

Selain menyehatkan tubuh, trekking juga menawarkan pengalaman yang sulit didapat dari olahraga lain. Udara segar, pemandangan alam yang luar biasa, dan kepuasan tersendiri saat berhasil mencapai puncak atau tujuan akhir perjalanan.

Akan tetapi, sebelum kamu langsung packing tas dan berangkat, ada beberapa persiapan penting yang tidak boleh dilewatkan.

Trekking memang terlihat simpel, seperti jalan kaki di alam terbuka saja. Tapi medan yang tidak rata, cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu, dan durasi perjalanan yang jauh lebih panjang dari jalan kaki biasa membuat persiapan yang matang jadi kunci utama keselamatan dan kenyamananmu.

Jadi, ini dia hal-hal yang perlu kamu siapkan yang sudah Cosmo rangkumkan sebelum memulai petualangan pertamamu~


Mau Mulai Trekking? Ini Persiapan yang Harus Kamu Lakukan!


1. Kenali jalur dan tingkat kesulitannya

Sebelum apapun, riset dulu jalur trekking yang ingin kamu tempuh. Jangan langsung pilih jalur yang terlalu menantang untuk pertama kali. Mulai dari jalur dengan tingkat kesulitan rendah hingga sedang agar tubuhmu bisa beradaptasi secara bertahap.

Cari tahu berapa lama estimasi waktu tempuhnya, bagaimana kondisi medannya, apakah ada sumber air di sepanjang jalur, dan bagaimana cuaca di lokasi tersebut pada waktu kamu berencana pergi.

Bergabung dengan komunitas trekking atau baca ulasan dari pendaki lain juga sangat membantu untuk mendapat gambaran yang lebih realistis sebelum berangkat.

Cosmo Tips: Kalau jalur sudah terbentuk dengan baik, kamu bisa melakukan trekking tanpa guide. Akan tetapi, kalau trek masih kurang peminat dan jalur belum terbentuk dengan baik, lebih aman kamu mengikuti open trip dengan guide khusus!

Baca juga: Tanda Awal Anxiety yang Sering Tidak Disadari! 


2. Latih fisik jauh-jauh hari

Trekking menuntut stamina yang jauh berbeda dari sekadar jalan kaki di mall. Medan yang menanjak dan durasi yang panjang bisa sangat menguras energi, terutama kalau tubuhmu belum terbiasa.

Mulai latihan fisik setidaknya 4-6 minggu sebelum jadwal trekking. Fokus pada latihan kardio seperti jalan cepat, jogging, atau naik turun tangga untuk membangun stamina.

Tambahkan juga latihan kekuatan kaki seperti squat dan lunges agar otot-ototmu siap menghadapi medan menanjak.

Semakin bugar kondisi fisikmu, semakin nyaman dan menyenangkan pengalaman trekking-mu nanti!


3. Siapkan perlengkapan yang tepat

Perlengkapan yang tepat bisa membuat perbedaan besar antara perjalanan yang menyenangkan dan perjalanan yang menyiksa.

Yang paling utama adalah sepatu trekking yang sudah dipakai dan dicoba sebelumnya. Jangan gunakan sepatu baru karena sangat berisiko menyebabkan lecet.

Pilih sepatu khusus untuk trekking dengan sole grip yang kuat. Kamu bisa memilih yang bergerigi untuk trek tanah atau pasir, atau juga sepatu sandal dengan banyak ventilasi kalau trek banyak melewati perairan seperti sungai.

Selain sepatu, siapkan juga pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca di lokasi trekking (lapisan pakaian hangat untuk dataran tinggi sangat penting!), rain jacket atau jas hujan, kaos kaki yang nyaman dan quick dry, serta trekking pole kalau medannya cukup menantang.

Pssst, trekking pole ini penting loh untuk membantu menopang lutut kamu! Untuk baju, usahakan juga cari yang memiliki teknologi quick dry. Karena, keringat yang terperangkap di baju yang menyerap keringat bisa membuat kamu kedinginan atau masuk angin.

Jangan lupa sunscreen, topi, dan kacamata hitam untuk perlindungan dari paparan sinar matahari ya, girls.

Baca juga: 8 Kesalahan Cuci Muka yang Sering Dilakukan 


4. Perhatikan bekal dan hidrasi

Satu aturan penting dalam trekking adalah… jangan pernah meremehkan kebutuhan air dan makananmu.

Dehidrasi dan kekurangan energi adalah dua hal yang paling sering membuat pendaki kehabisan tenaga di tengah jalan.

Bawa air minum yang cukup, minimal 2 liter untuk jalur pendek, atau lebih banyak untuk jalur yang lebih panjang.

Untuk bekal, pilih makanan yang padat energi, ringan, dan mudah dimakan seperti cokelat, kacang-kacangan, granola bar, atau buah kering. Hindari makanan yang terlalu berat dan susah dicerna ya, Cosmo babes.

Saat berada di trek, makan dan minumlah secara teratur meski tidak merasa lapar atau haus, karena tubuh sering memberi sinyal terlambat saat sudah kelelahan.


5. Pelajari dasar-dasar keselamatan

Trekking yang aman dimulai dari persiapan yang bertanggung jawab. Selalu beritahu orang terdekat soal rencana trekking-mu. Ke mana kamu pergi, jalur mana yang diambil, dan kapan kamu diperkirakan kembali.

Bawa ponsel dengan baterai penuh dan power bank sebagai cadangan. Siapkan juga kotak P3K kecil berisi plester, obat pereda nyeri, antiseptik, dan obat-obatan pribadi yang kamu butuhkan.

Pelajari juga tanda-tanda kelelahan ekstrem, dehidrasi, dan hipotermia agar kamu bisa mengenalinya lebih awal, baik pada dirimu sendiri maupun rekan trekking-mu.

Ingat, tidak ada salahnya memutuskan untuk putar balik jika kondisi tidak memungkinkan. Keselamatanmu jauh lebih penting dari apapun!

Baca juga: Kopi Robusta VS Arabica, Mana yang Lebih Sehat? 



So, girls, trekking adalah salah satu cara terbaik untuk menikmati alam sekaligus merawat kesehatan fisik dan mental.

Tapi seperti aktivitas outdoor lainnya, persiapan yang matang adalah kuncinya. Kenali jalurmu, latih fisikmu, siapkan perlengkapan yang tepat, jaga hidrasi dan energi, serta selalu utamakan keselamatan.

Dengan persiapan yang baik, pengalaman trekking pertamamu dijamin akan jadi kenangan yang ingin kamu ulangi lagi dan lagi!

Happy trekking, Cosmo babes~


(Fishya Elvin/Images: Hasan Hüseyin TURA, Mario Alberto Navarrete León, and Zakhar Vozhdaienko on Pexels)