Ini 5 Album R&B Kini Genap Berusia 10 Tahun!
Tahun 2016 menjadi salah satu periode yang menarik dalam perjalanan musik R&B. Sebab, di tahun tersebut, cukup banyak musisi R&B yang merilis album. Di tahun itu, genre musik yang sedang populer tak hanya R&B, namun juga ada EDM yang juga populer. Namun, penikmat musik R&B tetap memiliki komunitasnya sendiri hingga musik tersebut tetap bertahan. Meski sudah sepuluh tahun berlalu, karya-karya yang lahir pada tahun tersebut masih terdengar relevan hingga saat ini. Cosmo sudah siapkan lima album R&B yang sudah berusia satu dekade dan patut kamu dengarkan. Bukan hanya karena album ini datang dari musisi-musisi besar, namun juga mereka menawarkan warna musik dan pendekatan yang berbeda terhadap genre ini. So, keep scrolling, babes!
1. Lemonade – Beyoncé

Dirilis pada April 2016 lalu, Lemonade bukan sekadar album tentang patah hati atau masalah dalam hubungan. Beyoncé mengemas kisah tentang pengkhianatan, kemarahan, kehilangan, dan proses memaafkan ke dalam sebuah karya album studio yang terasa sangat personal sekaligus universal. Album ini juga memperlihatkan bagaimana R&B dapat berdampingan dengan berbagai genre mulai dari rock, country, blues, hingga hip-hop. Perpaduan tersebut sama sekali tak menghilangkan identitas aslinya.
Hadir lagu-lagu seperti Hold Up, Sorry, dan Love Drought. Lagu-lagu tersebut menggambarkan tahapan emosi yang berbeda. Hadir pula Formation yang membahas tentang perempuan berkulit hitam dan women empowerment. Dalam album ini, Beyoncé berkolaborasi dengan musisi R&B yang populer, The Weeknd, dalam lagu 6 Inch. Sepuluh tahun kemudian, Lemonade masih menjadi salah satu contoh bagaimana musik pop dan R&B dapat digunakan untuk bercerita.
2. Blonde – Frank Ocean

Bukan album R&B yang mengandalkan produksi megah, Frank Ocean memilih produksi yang minimalis dalam albumnya yaitu Blonde. Album yang rilis pada 20 Agustus 2016 ini terasa lebih personal dan abstrak seolah membagi kesempatan untuk pendengarnya mencerna musik dan lirik di lagu-lagu dari album Blonde ini. Album ini banyak bercerita tentang cinta di masa lalu, kesepian, dan perjalanan menuju dewasa.
Salah satu kekuatan album ini terletak pada cara Frank Ocean memperlakukan musik sebagai ruang untuk berefleksi. Vokalnya terdengar rapuh sehingga membuat emosi dari lagu-lagu di album ini sampai ke telinga para pendengar. Lagu-lagu seperti Ivy, Pink + White, Self Control, dan Nights menjadi lagu-lagu yang masih kerap didengarkan banyak orang hingga saat ini.
3. Starboy – The Weeknd

Dirilis pada 10 tahun silam, album ini memadukan R&B dengan synth-pop, electronic, dan dance yang membuat sound The Weeknd terdengar lebih polished dibandingkan karya-karya awalnya. Berbeda dengan Beauty Behind the Madness, Starboy lebih eksperimental dan memperlihatkan sisi The Weeknd yang semakin percaya diri mengeksplorasi sound di luar R&B.
Starboy tetap mempertahankan tema yang lekat dengan The Weeknd yaitu kehidupan malam dan hubungan yang complicated. Lagu seperti Starboy, Party Monster, Secrets, hingga I Feel It Coming memperlihatkan sisi album yang beragam tanpa terasa kehilangan benang merah. Kesuksesan Starboy juga mempertegas posisi The Weeknd sebagai salah satu musisi R&B yang mampu membawa sound tersebut ke audiens pop mainstream.
4. ANTI – Rihanna

Rihanna mengambil arah yang cukup berbeda dari album terdahulunya. Di album-album sebelumnya, Riri–sapaan akrab Rihanna–memang memasukkan elemen R&B. Namun, di album ANTI, elemen R&B lebih dominan dibandingkan dengan album-album terdahulunya. Dirilis pada 28 Januari 2016, album ini terasa lebih eksperimental dan personal, dengan produksi yang tak terlalu mengejar formula radio-friendly. Meskipun begitu, lagu-lagunya tetap sempat menduduki chart di berbagai radio, termasuk di Indonesia.
Album ini merupakan perpaduan antara R&B, soul, dance, pop, dan hip-hop dan ini memperlihatkan Rihanna dalam versi yang lebih bebas secara musikal. Mulai dari Consideration yang membuka album hingga Love on the Brain yang menampilkan pengaruh soul klasik, ANTI terasa seperti sebuah eksplorasi terhadap berbagai sisi musikal Rihanna. Sementara itu, Work dan Needed Me menunjukkan kemampuannya mempertahankan karakter pop dari sang penyanyi. Fun fact, setelah merilis ANTI, Riri belum merilis album lagi. Namun, ia dikabarkan sedang mempersiapkan album terbarunya.
5. Malibu – Anderson .Paak

Jika empat album rekomendasi Cosmo di atas memiliki sisi R&B yang mainstream dan eksperimental, album dari Anderson .Paak yang bertajuk Malibu ini membawa energi yang lebih hangat dan soulful. Album Anderson .Paak yang rilis pada 15 Januari 2016 tersebut memadukan R&B, funk, soul, hip-hop, dan jazz dengan permainan drum yang menjadi salah satu ciri khasnya.
Malibu terasa seperti perjalanan musikal yang personal. Di album ini, Anderson .Paak banyak membicarakan tentang pengalaman hidup, keluarga, perjuangan, serta ambisinya sebagai musisi, tetapi menyampaikannya melalui alunan musik yang groovy. Lagu-lagu seperti Come Down, Am I Wrong, dan Heart Don’t Stand a Chance memperlihatkan bagaimana ia dapat membuat musik yang terdengar santai, namun memiliki makna cerita yang dalam.