With Gemini, In Craft: Perspektif Baru dalam Pemanfaatan AI di Industri Fashion dari Tiga Label Indonesia
Teknologi artificial intelligence (AI) bisa menjadi kawan maupun lawan. Semua bergantung kepada Anda sebagai pengguna. Sama seperti pemanfaatan teknologi AI di bidang fashion yang masih menjadi kontroversi. AI mungkin bisa dengan mudah merancang busana hanya berdasarkan prompt dan hasilnya sudah dapat Anda lihat dalam hitungan detik. Namun apakah hasilnya sesuai dengan ekspektasi dan memiliki level kreativitas yang sama dengan seorang desainer adalah lain cerita.
Dari Membantu Riset hingga Membuat Podcast Animasi

Mungkin pemanfaatan AI yang tepat di ranah fashion adalah dengan tidak menggunakannya sebagai instrumen untuk merancang busana. Prompt tak akan pernah menggantikan insting kreatif desainer. Tiga label Indonesia: Kraton Auguste Soesastro, Two Stitches, dan STELLARISSA, menjadikan AI sebagai alat untuk membantu pekerjaan sekaligus medium untuk mengeksplorasi kreativitas mereka.
Ketiganya bekerja sama dengan Google Gemini dalam sebuah pameran bertajuk “With Gemini, In Craft” yang bertempat di Taman Ismail Marzuki pada 3 September 2026 lalu. Pameran ini menampilkan hasil karya dan proses kreatif tiap desainer dalam pemanfaatan Gemini.
Pameran juga dikemas secara interaktif di mana pengunjung dapat melakukan virtual fitting dengan koleksi terbaru Two Stitches dan membuat stiker pribadi dengan gaya Stella Rissa. Selain itu, Gemini juga membuat film yang mengupas proses kreatif ketiganya secara mendalam.
Menyelami Dunia Kreatif Starlet dari STELLARISSA

Tiap desainer pasti punya satu sosok imajiner yang merepresentasikan sosok perempuan yang mewakili visi estetikanya. Seperti desainer Stella Rissa dengan sosok Starlet. Lewat penggunaan Gemini, Starlet yang awalnya hadir dalam bentuk lukisan cat air bertransformasi menjadi karakter animasi, yang bahkan, sampai memiliki podcast sendiri.
Diakui Stella bahwa kerja sama dengan Gemini ini tak hanya memberi medium baru dalam berkreativitas tapi juga skill baru seperti membuat prompt. “Prompting kelihatannya mudah namun butuh pemahaman yang mendalam untuk mendapatkan hasil yang sesuai.” jelasnya kepada Cosmo.
Meski semangat mempelajari prompting, bagi Stella, dalam hal desain ia masih tetap mengandalkan kemampuan manusia. “Sama seperti Starlet, semua berawal dari coretan tangan. Everything from scratch”.
Setiap karya selalu meninggalkan jejak kreatornya. Begitu juga dengan Starlet bagi Stella Rissa yang memberi perspektif baru dalam citra perempuan yang ia tampilkan.

Jika biasanya kita familier dengan nuansa fierce dari rancangannya, Starlet mengetengahkan karakter lain. “Saya membuatnya lebih fun, ekspresif, dan colorful.”. Starlet bukan hanya karakter fashion tapi juga sosok yang punya pemikiran yang unik dan podcast menjadi medium baginya, termasuk Stella Rissa, dalam menuangkan aspirasi.
“Bagi kami, teknologi ini bukan untuk menggantikan proses kreatif, tetapi menjadi bagian dari proses eksplorasi untuk membawa dunia Starlet lebih jauh” ujarnya dalam keterangan pers.
Two Stitches: Perpaduan Visi Kreatif dan Analisis Pasar Internasional

Two Stitches, label bentukan Andy Tan dan Jerome Kurnia, menjadikan Gemini sebagai platform membantu alur kerja dalam mengembangkan koleksi terbarunya yang bertajuk MRTNY. Batasan menjadi kunci dalam hal penggunaan AI. Sejak awal, Andy dan Jerome menekankan pemakaian Gemini hanya dalam ranah virtual fitting untuk membantu pembuatan sampel.
Gemini membuat visualisasi 3D dari setiap sketsa dan ide di mana membuat lebih efisien. Tiap desain bisa terlihat hasilnya jika dikembangkan dalam material yang berbeda. “Ini bisa menjadi cara mengurangi over sampling.” ujar Andy Tan kepada Cosmo.
Meski sampel dibuat virtual, namun untuk craftsmanship, Andy masih mempercayakan kepada keahlian tangan timnya. “Kami tetap menentukan penataan gaya dan mengembangkan ciri khas moving stitches kami langsung dengan tangan. Namun, Gemini memungkinkan kami melihat pratinjau koleksi pada model sebelum memotong sehelai kain pun.”.

Ekspansi adalah impian sekaligus tantangan bagi seorang desainer. Two Stitches juga memanfaatkan Gemini untuk analisis riset pasar yang ingin mereka jajal, Jepang dan Eropa, secara komparatif. Data yang ditampilkan pun mendetail dari tren hingga harga yang tepat untuk meminimalisir risiko.
Penggunaan AI sebenarnya adalah bentuk hubungan dua arah. Anda mungkin hanya memberi perintah, namun seperti yang kita tahu, AI juga mempelajari pola pikir Anda dari perintah yang diberikan. Cosmo pun menanyakan kepada Andy, apa tiga kata yang digunakan oleh Gemini ketika diminta mendeskripsikan Two Stitches: “Craftsmanship, streetwear, dan fun”.
Auguste Soesastro: Memperluas Riset dan Penegasan Cita Rasa yang Humanis

Auguste Soesastro selaku pendiri dan direktur kreatif Kraton menjadikan Gemini sebagai mitra untuk memperluas risetnya.
“Gemini tidak merancang untuk kami, juga tidak membuat riset kami lebih singkat, melainkan menjadikannya lebih dalam dan luas, membuka arsip global lintas bahasa yang sebelumnya tidak pernah dapat kami jangkau.” terangnya dalam keterangan pers.
Uniknya, ia juga melakukan riset ketika dipercaya membuat karya bespoke. Auguste menelusuri dokumen silsilah lintas generasi klien, catatan sejarah bahasa asing, dan arsip untuk menghadirkan sebuah karya dengan narasi yang personal.

Luasnya informasi yang ditawarkan tak selalu langsung ia jadikan referensi. Kurasi menjadi penanda lain akan aspek humanis dari karyanya.
“Hanya kecerdasan kuratorial manusialah yang memahami mana yang penting dan sesuai dengan visi karya. Cita rasa tidak bisa di-prompt; cita rasa lahir dari alam dan ditempa pengalaman (nature and nurtured).” ujarnya.