Simak! Ini 5 Karya Terbaru dari Musisi Indonesia yang Wajib Masuk Playlist
Skena musik Indonesia terus menghadirkan karya-karya baru dengan warna musik yang beragam. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah musisi kembali meramaikan pencinta musik dengan rilisan baru yang menawarkan cerita, eksperimen dalam bunyi-bunyian musik, hingga eksplorasi musikal yang terasa berbeda dari karya-karya sang musisi di sebelumnya. Dari nama-nama yang sudah lama menghiasi industri musik tanah air, hingga musisi yang berkecimpung di industri musik beberapa tahun terakhir, namun sedang mencuri perhatian ada di list Cosmo ini. Mereka hadir dengan karakternya masing-masing. Berikut beberapa rilisan musik Indonesia terbaru yang menarik untuk masuk ke playlist kamu!
1. Laika, Yang Ditinggalkan - Nadin Amizah (Album)

Usai kesuksesan album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya yang rilis tiga tahun silam, Nadin Amizah kembali membawa karya terbarunya yaitu album ketiga yang bertajuk Laika, Yang Ditinggalkan. Berisi 11 lagu, album ini terinspirasi dari kisah Laika, anjing yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa dan meninggal setelah mengalami kondisi ekstrem di dalam kabin. Sosok tersebut menjadi metafora bagi perempuan kelahiran tahun 2000 ini, untuk menggambarkan kerinduan akan kasih sayang, kesepian, dan perasaan ketika ditinggalkan. Nadin menggandeng 10 produser yang berbeda untuk memproduksi albumnya, beberapa di antaranya adalah Baskara Putra, Lafa Pratomo, dan Enrico Octaviano.
Album ini cukup emosional, sebab lagu-lagunya turut menceritakan tentang perasaan ketika tak punya figur ayah. Berbeda dengan album sebelumnya yang bernuansa folk dan memasukkan elemen yang terasa sangat Indonesia seperti di lagu Rayuan Perempuan Gila, lagu-lagu di Laika, Yang Ditinggalkan terasa lebih dark. Meskipun sound-nya terasa lebih minimalis, namun lagu-lagu di album ini masih tetap menyajikan sisi lembut dari Nadin dan lirik-liriknya pun memiliki makna yang cukup dalam. Fun fact, terakhir kali kita mendengar Nadin menyanyikan lagu berbahasa Inggris adalah ketika ia berkolaborasi dengan Dipha Barus dalam lagu All Good, dan kini, kita bisa mendengar Nadin menyampaikan lirik berbahasa Inggris lagi lewat lagu Moonlight dan Take Him To The Moon For Me.
2. Bittersweet - Sheryl Sheinafia (Album)

Setelah merilis Siapa Suruh Jatuh Cinta?, Sendiri, dan Tenggelam, akhirnya Sheryl Sheinafia memperkenalkan album studio terbarunya yang bertajuk Bittersweet. Berisi sembilan lagu, album ini menjadi ruang bagi Sheryl untuk mengeksplorasi berbagai fase emosional, mulai dari membuka diri dan menghadapi ketidakpastian, hingga belajar memahami kapan harus bertahan dan melepaskan.
Dalam album ini, Nikmatilah menjadi pembuka album sekaligus dipilih mejadi focus track. Lagu tersebut dipilih sebagai focus track karena merepresentasikan sisi manis dari perjalanan sang penyanyi yakni kebebasan, antusiasme dalam mengejar sesuatu, dan menikmati proses. Bittersweet turut melibatkan sejumlah produser seperti Refo dan Fauna, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, Rayhan Noor, dan Will Mara. Selain itu, Sheryl turut berkolaborasi bersama Jo Soegono dalam lagu Babibu.
3. Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi - Lomba Sihir (Album)

Cerita Lomba Sihir dalam Obrolan Jam 3 Pagi belum selesai. Band yang digawangi oleh Baskara Putra, Natasha Udu, Enrico Octaviano, Rayhan Noor, dan Tristan Juliano ini melanjutkan ceritanya lewat versi deluxe dari album tersebut, Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi yang rilis pada 4 September 2026. Deluxe version dari Obrolan Jam 3 Pagi hadir dengan lima lagu, termasuk Di Seberang yang sudah dirilis terlebih dahulu pada bulan Juli lalu.
Kelima lagu dalam Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi lahir dari proses kolaboratif kelima personel Lomba Sihir yang membangun lagu melalui percakapan dan pengalaman pribadi masing-masing. Warna musiknya masih sama seperti Obrolan Jam 3 Pagi, namun yang membedakan hanya cerita-cerita di lagunya saja. Mulai dari cerita tentang keluarga, pasangan, kesulitan dalam memenuhi ekspektasi orang lain, hingga keinginan untuk memperbaiki diri. Setiap lagu menawarkan cerita yang lebih intim tetapi tetap memperhatikan karakter musikal Lomba Sihir.
4. Dunia dan Seisinya - Rony Parulian (Album)

Rony Parulian menghadirkan album keduanya, Dunia dan Seisinya pada 4 September 2026 lalu. Berisi 10 lagu, album ini menjadi ruang bagi Rony untuk mengeksplorasi berbagai sisi perjalanan hidup dan perasaannya mulai dari jatuh cinta, kecemburuan, kerinduan, dan ketidakpastian. Salah satu lagu yang paling menonjol dalam album kedua sang juara ketiga Indonesian Idol musim ke-12 ini adalah Dunia Imajiner yang ditulis bersama Lafa Pratomo, dan diproduseri oleh Lafa. Lagu ini menggambarkan ruang imajinasi sebagai tempat untuk melarikan diri sekaligus membayangkan sesuatu yang lebih baik.
Dari sisi musikal, Dunia dan Seisinya memiliki genre pop-rock, juga alternative. Rony tak hanya menggandeng Lafa sebagai produser, namun hadir nama-nama lain yang turut berkontribusi seperti Petra Sihombing dan Krisna Trias. Lewat album ini, penyanyi kelahiran tahun 2001 tersebut ingin merekam perjalanan dirinya sebagai manusia sekaligus musisi, dengan setiap lagu yang menawarkan dunia dan cerita berbeda.
5. Seperti Angka 8 - Lafa Pratomo feat. Matter Mos & Feby Putri (Single)

Lafa Pratomo membuka rangkaian rilisan EP-nya mendatang dengan single yang bertajuk Seperti Angka 8. Proyek EP yang akan bertajuk Garis Tegak ini merupakan cara Lafa merayakan 12 tahun perjalanannya sebagai produser. Namun, belum diketahui kapan EP ini akan dirilis. Pada EP yang sedang digodoknya ini, Lafa tak hanya mengajak para kolaborator sebagai penyanyi tamu, namun di setiap lagunya, Lafa mengajak para kolaborator untuk workshop. Maka, ia tetap melibatkan kolaboratornya dalam proses kreatif.
Seperti Angka 8 menggandeng penyanyi lintas genre yaitu Feby Putri yang memiliki karakter suara folk dengan Matter Mos yang dikenal sebagai rapper. Lagu ini menceritakan tentang kebertahanan melalui hubungan dan komitmen. Pertemuan suara folk ala Feby Putri dan elemen rap dari Matter Mos membuat lagu ini patut disebut sebagai kolaborasi lintas genre yang berhasil.