Apa Itu Lactic Acid Body Lotion dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Kalau kulit tubuh terasa kasar, kusam, atau dihiasi bintik-bintik kecil yang bikin gemas sekaligus geregetan, mungkin sudah waktunya kenalan dengan lactic acid. Bahan yang satu ini bukan cuma populer di skincare wajah – kini ia juga jadi andalan dalam body lotion untuk membantu membuat kulit terasa lebih halus dan tampak lebih glowing.
Sebagai salah satu jenis AHA, lactic acid bekerja dengan mengeksfoliasi sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit. Bedanya dari scrub, proses ini berlangsung secara kimiawi sehingga kamu tak perlu menggosok kulit sampai merah untuk mendapatkan tekstur yang lebih smooth. Bonusnya, lactic acid juga dikenal punya kemampuan membantu menjaga kelembapan kulit.
Tak heran kalau kandungan ini sering dilirik untuk kulit kering dan kasar, termasuk keratosis pilaris alias chicken skin. Tapi, seperti hubungan dengan mantan, eksfoliasi juga bisa jadi too much kalau dilakukan berlebihan.
Jadi, sebenarnya apa yang membuat lactic acid body lotion begitu menarik? Berikut ini, Cosmo bahas apa itu lactic acid body lotion dan bagaimana cara kerjanya.
1. Manfaat Lactic Acid untuk Kulit Kasar, Kusam, dan Keratosis Pilaris

1. Membantu menghaluskan kulit kasar
Kulit tubuh yang terasa kasar bisa terjadi ketika sel kulit mati menumpuk di permukaan. Sebagai AHA, lactic acid membantu melepaskan sel-sel tersebut sehingga permukaan kulit terasa lebih halus.
Oleh karena itu, body lotion dengan lactic acid bisa menjadi pilihan untuk area seperti siku, lutut, lengan, atau kaki yang cenderung terasa lebih kering dan kasar.
2. Membantu membuat kulit tampak lebih cerah dan merata
Kulit kusam tidak selalu berarti kulit membutuhkan produk "pemutih". Salah satu penyebab tampilan kusam adalah adanya penumpukan sel kulit mati di permukaan.
Dengan membantu mempercepat pelepasan sel kulit mati, AHA dapat membuat permukaan kulit terlihat lebih segar dan teksturnya lebih merata. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) mencatat bahwa produk AHA digunakan antara lain untuk membantu memperbaiki tekstur dan tampilan warna kulit. Namun, hasilnya sebaiknya dipahami sebagai kulit yang tampak lebih halus dan cerah, bukan perubahan warna kulit secara drastis.
3. Membantu merawat keratosis pilaris
Kalau kamu memiliki bintil-bintil kecil dan kasar di bagian belakang lengan atau paha, bisa jadi itu adalah keratosis pilaris (KP). Kondisi ini terjadi ketika keratin menumpuk di dalam folikel rambut dan membuat kulit terlihat seperti goosebumps atau chicken skin.
Lactic acid termasuk salah satu bahan yang direkomendasikan dermatolog untuk membantu merawat keratosis pilaris. American Academy of Dermatology (AAD) menyebut lactic acid sebagai salah satu keratolytic atau bahan eksfoliasi kimiawi yang dapat membantu mengurangi penumpukan sel kulit mati.
DermNet juga mencatat bahwa pelembap yang mengandung lactic acid atau AHA dapat membantu melembapkan kulit sekaligus melonggarkan sisik atau sumbatan keratin pada folikel.
Meski begitu, lactic acid tidak menyembuhkan keratosis pilaris secara permanen. Perawatan biasanya perlu dilakukan secara rutin untuk membantu mengontrol tampilan dan teksturnya.
4. Membantu menjaga kulit tetap lembap
Salah satu hal yang membuat lactic acid menarik untuk produk tubuh adalah penggunaannya dalam formulasi pelembap. AAD bahkan mencantumkan lactic acid sebagai salah satu kandungan yang dapat ditemukan dalam pelembap untuk kulit dengan keratosis pilaris.
Jadi, dibandingkan menggunakan eksfoliator yang hanya berfokus pada pengangkatan sel kulit mati, body lotion dengan lactic acid dapat memberikan pendekatan yang lebih praktis, yaitu dengan mengeksfoliasi sekaligus melembapkan kulit.
2. Cara Memakai Lactic Acid Body Lotion Tanpa Over-Exfoliation

Meskipun lactic acid dapat membantu memperbaiki tekstur kulit, penggunaannya tetap perlu bertahap. Terlalu banyak atau terlalu sering menggunakan produk eksfoliasi dapat membuat kulit menjadi kering dan iritasi. AAD juga menyarankan untuk menghentikan penggunaan sementara jika kulit menjadi terlalu kering atau mengalami iritasi.
Berikut beberapa cara agar penggunaannya tetap nyaman:
1. Mulai secara bertahap
Jika baru pertama kali menggunakan body lotion dengan lactic acid, jangan langsung mengaplikasikannya terlalu sering. Ikuti frekuensi penggunaan yang tertera pada kemasan dan beri waktu bagi kulit untuk beradaptasi.
2. Jangan menggabungkan terlalu banyak eksfoliator
Hindari menggunakan lactic acid bersamaan dengan berbagai produk eksfoliasi lain pada area yang sama, terutama jika kulitmu mudah sensitif. Penggunaan berlebihan dapat meningkatkan risiko kulit kering dan iritasi.
3. Tetap gunakan pelembap bila diperlukan.
Jika kulit terasa kering setelah menggunakan lactic acid, kamu bisa melengkapinya dengan pelembap yang lebih sederhana dan fokus pada hidrasi. Untuk keratosis pilaris, AAD juga menyarankan penggunaan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi.
4. Hindari mengaplikasikannya pada kulit yang sedang iritasi.
Jangan gunakan lactic acid pada area yang sedang mengalami luka, kemerahan, atau iritasi. Beri kesempatan kulit untuk pulih terlebih dahulu.
5. Jangan lupa sunscreen untuk area tubuh yang terpapar.
Karena lactic acid merupakan AHA, penggunaan produk ini dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. FDA merekomendasikan penggunaan perlindungan dari sinar matahari saat menggunakan produk AHA.
6. Perhatikan respons kulit
Rasa perih, terbakar, kemerahan yang menetap, atau kulit mengelupas berlebihan merupakan tanda untuk mengurangi frekuensi penggunaan atau menghentikannya sementara. AAD juga menyarankan menghentikan penggunaan keratolytic selama beberapa hari apabila kulit menjadi kering atau iritasi.
Pada akhirnya, lactic acid body lotion bukan sekadar produk untuk "menghaluskan kulit". Kandungan ini bekerja sebagai eksfoliator kimiawi yang dapat membantu mengangkat penumpukan sel kulit mati, memperbaiki tekstur, dan mendukung perawatan kulit kasar maupun keratosis pilaris.
Kuncinya adalah menggunakannya secara konsisten tanpa berlebihan, sambil tetap menjaga kelembapan dan perlindungan kulit dari sinar matahari.