Pasangan Masih Sayang Mantan? Ini 5 Sikap yang Bisa Kamu Lakukan
Mengetahui pasangan masih menyimpan perasaan terhadap mantan tentu bisa membuatmu tidak nyaman. Apalagi jika kamu mulai merasa dibandingkan, kurang diprioritaskan, atau terus bertanya-tanya tentang posisi dirimu dalam hubungan tersebut. Namun, sebelum mengambil kesimpulan, penting untuk membedakan antara sekadar mengingat masa lalu dan benar-benar belum selesai dengan hubungan sebelumnya.
Perasaan tidak aman dalam situasi seperti ini memang wajar. Meski begitu, kamu tetap perlu menjaga agar rasa khawatir tidak membuatmu kehilangan kendali atas diri sendiri. Daripada terus menebak-nebak atau memeriksa setiap gerak-geriknya, ada beberapa sikap yang bisa kamu lakukan untuk memahami situasi sekaligus melindungi perasaanmu.
Berikut 5 sikap yang bisa kamu lakukan jika pasangan masih sayang mantan.
1. Ajak Bicara dengan Tenang
Daripada langsung menuduh, cobalah mengajak pasangan berbicara ketika suasana sedang tenang. Sampaikan apa yang kamu rasakan dengan kalimat yang berfokus pada pengalamanmu, misalnya, “aku merasa tidak nyaman ketika kamu sering membicarakan mantan”. Cara ini membuat pembicaraan tidak langsung berubah menjadi pertengkaran. Kamu juga bisa menanyakan apakah masih ada perasaan yang belum selesai atau ada hal dari hubungan masa lalu yang belum benar-benar ia lepaskan.
2. Perhatikan Sikapnya, Bukan Hanya Ucapannya
Seseorang mungkin mengatakan sudah melupakan mantan, tapi sikapnya tetap menunjukkan hal yang berbeda. Misalnya, ia masih sering mencari kabar mantan, membandingkanmu dengannya, atau menjadikan hubungan masa lalu sebagai alasan untuk menjaga jarak. Karena itu, jangan hanya berpegang pada satu kalimat atau satu kejadian. Perhatikan pola perilakunya dari waktu ke waktu. Hubungan yang sehat membutuhkan kesesuaian antara ucapan, tindakan, dan komitmen.
3. Hindari Membandingkan Dirimu dengan Mantannya
Ketika merasa pasangan masih menyayangi mantan, kamu mungkin terdorong untuk mencari tahu seperti apa mantannya, lalu membandingkan penampilan, pencapaian, atau kepribadianmu. Padahal, kebiasaan ini justru bisa membuat rasa percaya dirimu semakin turun. Kamu tidak perlu menjadi versi yang mirip dengan orang dari masa lalunya agar layak dicintai. Hubungan yang sedang dijalani seharusnya memberi ruang bagi dirimu untuk menjadi diri sendiri, bukan membuatmu terus berlomba dengan seseorang yang sudah tidak berada dalam hubungan tersebut.
4. Tetapkan Batas yang Membuatmu Tetap Nyaman
Jika ada perilaku pasangan yang membuatmu merasa tidak dihargai, kamu berhak menyampaikan batas dengan jelas. Misalnya, kamu tidak nyaman jika pasangan terus membicarakan mantan secara berlebihan atau masih menjalin kedekatan yang melewati batas hubungan kalian. Batas bukan berarti mengatur seluruh hidup pasangan, namun menjelaskan perilaku apa yang bisa kamu terima dan apa yang tidak. Studi dalam Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa kemampuan mengomunikasikan kebutuhan dan batas berkaitan dengan kualitas hubungan yang lebih baik.
5. Nilai Apakah Ia Benar-Benar Hadir untuk Hubungan Ini
Pada akhirnya, pertanyaan terpenting bukan hanya apakah pasangan masih memiliki perasaan terhadap mantan, tapi apakah ia tetap memilih dan menghargai hubungan yang sedang dijalani bersamamu. Masa lalu mungkin tidak bisa dihapus, tapi pasangan seharusnya bersedia bersikap jujur, menyelesaikan perasaan yang belum tuntas, dan membangun kepercayaan denganmu. Jika ia terus membuatmu merasa menjadi pilihan kedua, kamu perlu mempertimbangkan apakah hubungan ini masih memberikan rasa aman dan penghargaan yang kamu butuhkan.
Ketika pasangan masih ingat mantan, bukan berarti kamu harus langsung mengakhiri hubungan atau memaksa pasangan melupakan masa lalunya. Setiap orang memiliki proses berbeda dalam berdamai dengan pengalaman sebelumnya. Namun, kamu juga tidak harus terus bertahan dalam situasi yang membuatmu merasa tidak dihargai.
Bicarakan perasaanmu dengan jujur, perhatikan konsistensi sikapnya, dan tetapkan batas yang sehat. Ingat, kamu tidak perlu bersaing dengan mantan pasangan untuk mendapatkan tempat dalam hubunganmu sendiri. Jika pasangan memang ingin membangun hubungan bersamamu, seharusnya ada usaha nyata untuk membuatmu merasa dipilih, dihargai, dan aman.