Tanda Fake Friends yang Harus Kamu Sadari

Redaksi 21 Sep 2026

Memiliki teman di kala senang maupun sedih merupakan sebuah anugerah, Dear. Selain keluarga dan pasangan, kehadiran teman atau sahabat dekat kerap menambah warna-warna cerah baru di kehidupan kita yang kehadirannya tidak dapat tergantikan oleh apa pun.

Well, semua orang tentu menginginkan sosok teman sejati yang selalu ada kapan pun, tanpa persaingan, perselisihan, atau hal lainnya. Sayangnya, ada beberapa orang yang hadir dalam kehidupan kita sebagai 'teman palsu', terlepas dari ketulusan kita kepada mereka, Babes.

Teman-teman palsu atau fake friends ini biasanya memiliki pola perilaku yang bisa kamu perhatikan, sehingga next time kamu berhadapan dengan mereka lagi, kamu bisa meninggalkan pertemanan yang tidak menyehatkan ini.

Simak Tanda Fake Friends yang Harus Kamu Sadari!

Tanda fake friends yang harus kamu sadari

So, berikut ini Cosmo telah merangkum deretan tanda fake friends yang harus kamu sadari. Don't miss out, Cosmo Babes~

Hanya menghubungimu saat mereka butuh sesuatu

Kamu tidak akan mendengar kabar dari mereka kecuali ada permintaan bantuan, tumpangan, atau sesi curhat yang mereka harapkan bisa kamu tangani. Ketika kamu menghubungi mereka dengan kebutuhanmu sendiri? Tidak ada respons atau alasan cepat mengapa mereka tidak dapat membantu. Ini merupakan tanda bahwa mereka adalah teman palsu, Babes!

Tidak tulus saat memberikan ungkapan selamat atas keberhasilanmu

Tanda lainnya dari fake friends yakni mereka tidak tulus saat memberikan ungkapan selamat atas keberhasilanmu.

Misalnya saat kamu mendapatkan promosi atau berhasil membeli wishlist impian, mereka sulit merayakannya. Well, di permukaan mungkin mereka bisa mengucapkan 'selamat', namun tidak ada ketulusan di balik ungkapan tersebut atau pujian yang terdengar setengah hati.

Kamu merasa lebih dihakimi daripada dipahami oleh mereka

Saat bersama fake friends, kamu bisa merasakan perasaan bahwa dirimu lebih sering dihakimi alih-alih dipahami oleh mereka, Dear. Mereka juga mungkin memberikan nasihat yang diminta, menghakimi pilihanmu, atau bertindak seolah-olah mereka melakukannya karena peduli denganmu, padahal sebenarnya tidak demikian.

Teman-temanmu menghilang saat kamu mengalami hal yang berat

Saat kamu sedang mengalami hal yang berat seperti perasaan berduka, kelelahan, atau kewalahan akan suatu hal, teman-teman sejati biasanya bisa datang untuk menghiburmu baik secara langsung atau melalui pesan teks. Namun, fake friends tidak melakukan hal tersebut. Mereka bisa terlihat tiba-tiba pura-pura sibuk atau pura-pura tidak mengetahui kalau kamu sedang bersedih.

Mereka terlihat dekat denganmu di publik, namun tidak secara pribadi

Well, fake friends biasanya berusaha terlihat dekat denganmu di hadapan publik, namun mereka tidak pernah benar-benar berusaha dekat denganmu secara pribadi.

Misalnya, di unggahan media sosial mereka selalu menandai akunmu dan melabeli hubungan kalian sebagai sahabat. Namun ketika menyangkut koneksi seperti mengangkat telepon atau bertukar pesan, mereka tidak pernah benar-benar melakukannya.

Hubungan yang terasa kompetitif

Persahabatan terkadang dapat mencakup tingkat persaingan yang sehat. Namun, kamu akan tahu kapan batasnya telah tercapai. Dalam persahabatan palsu, persaingan bukanlah hal yang baik atau menyenangkan. Sebaliknya, itu berasal dari rasa iri atau kebutuhan mereka untuk merasa lebih baik daripada orang lain, Dear.